google3394c6c8fadba720.html ASCOMYCETES (Cendawan Pipa) ~ KUNCUP BIO
SELAMAT DATANG DI TAUFIK ARDIYANTO'S BLOG

Kamis, 24 November 2011

ASCOMYCETES (Cendawan Pipa)

Ascomycetes (cendawan pipa). yang khas dari cendawan ini misel bersekat dan pembentukan konidiospora. Tidak ada sel yang bercemeti. Nama Ascomycetes berasal dari adanya bentuk menyerupai pipa dinamakan askus, merupakan cirri khas untuk kelompok ini, yang didalamnya dibentuk askospora. Di dalam askus ini dilangsungkan kariogami dan miosis. Stadium askus adalah tahap akhir dari multiplikasi seksual, juga dinamakan bentuk buah utama yang sempurna . banyak Ascomycetes  memperbanyak diri secara aseksual dengan membentuk konidium. Bentuk buah sampingan ini atau juga dinamakan stadium imperfek (tidak sempurna) . terdapat banyak cendawan yang hanya dikenal stadium tak sempurnanya atau pembentukan konidium. Cendawan ini dikelompokkan dalam fungi imperfecti atau Deuteromycetes.
Siklus pertumbuhan.  Pipa kecambah yang berkembang keluar dari askospora berkembang menjadi misel. Pipa kecambah ini pada banyak bentuk menjadi penopang konidium. Konidium yang diproduksi dalam jumlah besar, berkecambah dan membentuk miselium yang mirip dengan yang terjadi dari askospora. Pada misel yang sama sebagai pembentuk konidium terjadi pula di kemudian hari askus.Tahap seksual didahului oleh pembentukan askogon. Biasanya askogon membawa trikhogin yang menerima inti jantan. Yang disebut terakhir ini dihantarkan keluar anteridium oleh trikhogin kedalam askogon (plasmogami), dimana terjadi inti-inti berpasangan tetapi belum terjadi peleburan. Dari askogon ini tumbuh apa yang dinamakan hifa askogon. Sel-selnya masing-masing mengandung satu inti jantan dan satu inti betina (hifa dikariot). Intinya membelah diri pada saat yang sama. Peleburan dikarion didahului oleh pembelahan khusus sel, yaitu pembentukan cantolan. Ujung hifamembengkok sampai bentuk cantolan: pasangan inti membelah diri terkonjugasi. Pasangan inti sebelah atas dipisahkan dari sel tangkai dan dari cantolan oleh sebuah dinding melintang. Cantolan berfui dengan sel tangkai, sehingga menjadi berinti sepasang lagi. Sel cantolan bagian atas menjadi askus. Di dalam askus terjadi peleburan dari kedua inti ini. Inti askus primer ini mengalami dua kali pembelahan inti, salah satu diantaranya adalah miosis. Kedelapan anak inti mmbentuk dengan cara pembelahan  sel bebas delapan buah askospora. Jumlah langkah pembelahan dapat kecil (kurang dari empat buah spora) atau besar (lebih dari seribu spora). Dengan demikian miselium dan askospora bersifat haploid..
 Badan buah. Dengan beberapa kekecualian askus benda buah (Ascocarpium). Benda buah ini merupakan selubung atau bantal dan di dalamnya organ-organ seksual berkembang menjadi matang. Anyaman hifanya member bentuk khas bagi benda buah. Dapat dibedakan 3 buah bentuk. 1. Benda buah yang tertutup sempurna atau disebut kleistotesium, khas untuk Plectomycetes; 2. Benda buah yang kebanyakan berbentuk botol, yaitu peristesium, khas untuk Pyrenomycetes dan 3. Benda buah berbentuk cawan terbuka yaitu apotesium khas untuk Discomycetes. Selain itu terdapat juga cendawan dengan askus telanjang (Protoascomycetes)  pada jamur Tuberales askokarpium tetap tertutup.
Ragi digolongkan kedalam Protoascomycetes  atau cendawan tunas. Perbanyakan diri aseksual yang dalam ari luas khas untuk ragi adalah pertunasan sel jarang sekali terjadi pembelahan. Sel-sel bertunas dapat tetap berhubungan sebagai pseudomiselium atau miselium tunas atau sama sekali saling terpisah. Askospora terjadi di dalam askus telanjang yang tumbuh dari sebuah zigot atau dari sebuah sel vegetatif.
Ragi digolongkan ke dalam Protoascomycetes  atau cendawan tunas. Perbanyakan dari aseksual yang dalam arti luas khas untuk ragi, adalah pertunasan sel jarang terjadi pembelahan. Sel-sel bertunas dapat tetap berhubungan sebagai pseudomiselium atau miselium tunas atau sama sekali saling terpisah. Askospora terjadi di dalam askus telanjang yang tumbuh dari sebuah zigot atau dari sebuah sel vegetative.
Anggota-anggota dari keluarga Endomycetaceae membentuk di samping sel-sel kuntum juga miselium. Pada Endomycopsis dapat ditemukan hifa sel-sel kuntum dan askus bersama-sama dengan askospora. Pada Endomyces lactis (yang juga disebut hifa-hifa Geotrichum candidum atau Oospora lactis) rontok menjadi askospora yaitu sel-sel hifa yang telah menjadi mandiri.
Pada Saccharomycetaceae atau ragi yang sejati tidak ada miselium. Ragi untuk membuat roti dan bir adalah galur-galur fisiologi dari Saccharomyces cerevisiae. Sel-sel kuntum haploid dapat meleburkan diri (berkopulasi). Kariogami langsung dapat dilanjutkan dengan meiosis atau pembentukan empat buah askospora. Tetapi dapat juga diploid memperbanyak diri dengan berkuntum; sel-sel diploid ini lebih besar dan lebih aktif dari pada sel-sel haploid. Sebagai ragi industry digunakan terutama suku-suku diploid atau poliploid. Hanya pada kondisi yang tidak menguntungkan (misalnya di atas bahan biak asetat) sel-sel diploid menjadi askus.
Ragi asporogen dapat dipandang sebagai ragi tereduksi kuat. Hanya sejumlah kecil bentuk kesatuan miselium dan kebanyakan memperbanyak diri dengan kuntum belaka. Yang termasuk pada ragi asporgen ialah genus-genus Candida, Torulopsis, Cryptococcus, Rhodotorula, Pullularia, dan lain-lain.
 Ragi dapat ditemukan pada semua tempat huni yang membebaskan sari kaya gula yang dapat diragikan: nectar dari bunga, buah-buahan dan dedaunan. Pullularia pullulans adalah salah satu ragi embun jelaga, yang membentuk lapisan hitam di atas permukaan dedaunan yang diliputi dengan embun madu.
Plectonycetes adalah cendawan kleistotesium, tergolong genus amat penting seperti  Aspergillus  dan Penicillium yang terkenal karena stadium konidiumnya. Miselium berinti empat bercabang-cabang kerap kali diduduki oleh sejumlah besar penompang konidium yang terbentuk satu sel hifa, sel kaki bercabang dan membentuk hifa tegak lurus. Pada aspergilus hifa ini berujung dengan sebuah gelembung, keluar dari gelembung ini tumbuhlah sterigma. Pada sterigma ini muncul konidium-konidium yang tersusun berurutan mirip bentuk untaian mutiara. Konidium-konidium ini berwarna (hitam, cokelat, kuning tua, hijau dan seterusnya) yang member warna tertentu pada koloni cendawan.
Banyak Aspergillus dan  Pennisillium adalah penyebab kerugian pada bahan-bahan organic, pada kain, pada kulit, buah-buahan dan selanjutnya.Penicillium roqeuforti dan P. camemberti (kini diganti oleh P. caseicolum yang tumbuh lebih cepat) yang member cita rasa yang khas untuk keju rokefort dan kamembert. P. notatum dan P. chrysogenum adalah pembuat terkenal dari penisilin

Pyrenomycetes adalah cendawan peritezium. Peritezium pada kasus yang khas mempunyai dinding sejati sendiri.  Askus-askus timbul pada dasar atau bagian bawah dari benda buah yang berbentuk botol dan didampingi parafisa. Saluran leher dilapisi dengan perifise.
Pyrenomycetes termasuk cendawan-cendawan yang merugikan. Cendawan jamur pohon yang parasit obligat (Erysiphe, Uncinula, necator, Sphaerotheca morse-uvae, dan lain-lain) jenis-jenis Chaetomium yang saprofit, jenis-jenis Neurospora yang terkenal sebagai objek penelitian genetik. Sordaria fimicola dan lain-lain bersifat koprofil. Di atas tunggul pohon tumbuh jenis-jenis Hypoxylon, dan Xylaria yang hitam. Nectria galligena dan N. cinnabarina menimbulkan penyakit tumor pada pepohonan. Clavaviceps purpurea adalah penyebab dari Secale cornutum pada gandum hitam (Secale cereal); jenis-jenis lain dari Claviceps menimpa pelbagai rumput.
Alur pertumbuhan sesuai pirenomiset digambarkan dengan contoh Clavaviceps purpurea. Askospora-askospora menginfeksi simpul-simpul buah dari rumput sampai masa berbunga. Miseliumnya tumbuh cepat dan liar ke dalam simpul-simpul buah dan seterusnya mengubahnya menjadi massa putih dan lembek. Permukaan beralur, dan didalam alur-alur terbentuk pada ujung-ujung hifa yang padat berdesak-desakan, sejumlah besar konidium hialin kecil-kecil. Konidium-konidium ini tersuspensi dalam embun madu, disebarkan oleh serangga. Segera permukaan ini mongering dan simpul-simpul buah yang ditumbuhi liar oleh cendawan berubah menjadi sklerotiumyang menyerupai tanduk. Pada saat gandum matang, sklerotium berguguran dan hidup dalam tanah selama musim salju. Setelah distimulasi oleh suhu dingin maka mulai berkecambah dalam musim semi kalau kelembapan memadai dan suhunya menguntungkan; dari sklerotium merambah ke luar kepala peritezium bertangkai, yang tersimpan dalam lapisan perifir peritezium. Askusnya mengandung delapan buah askospora berbentuk benang.
Skleretiumnya mengandung senyawa alkaloid yang amat stabil (turunan asam lisergat ergobasin, ergotoksin, ergotamine) yang digunakan dalam bidang farmasi. Untuk kebutuhan ini Scale cortunum dikultur secara luas dengan cara penanaman artificial pada gandum hitam. Claviceps parsipali dapat juga dikultur dalam dibawah permukaan air.
 Discomycetes adalah cendawan apotezium. Cendawan-cendawan hutan yang tidak mencolok  Peziza, Morchella, Helvella, dan Tuber tergolong pada cendawan ini, tetapi ada juga yang merugikan seperti Monilinia fructicola, Sclerotinia sclerotiorum, Rhytisma acerinum, dan Lophoderma untuk menyebut hanya beberapa. Apotezium adalah benda buah terbuka berbentuk piring atau mangkuk; pada beberapa cendawan hutan apotezium ini berwarna kuning, jingga dan merah bercahaya, adapula lain yang hitam atau cokelat. Di atas tanah bakar tumbuh Pyronema omphhalodes (P. confluens) yang digunakan untuk mendemonstrasikan perkembangan askus.

 sumber: Schlegel, Hans G. 1994. Mikrobiologi Umum. Gajah Mada University press: Yogyakarta

0 komentar:

Poskan Komentar