google3394c6c8fadba720.html KUNCUP BIO
SELAMAT DATANG DI TAUFIK ARDIYANTO'S BLOG

DESKRIPSI PENDIDIKAN SAAT SMA (slide)

SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono adalah salah satu sekolah yang terletak di Lampung Timur

DESKRIPSI PERGURUAN TINGGI YANG DITEMPUH (DIJALANI)

Universitas Lampung (Unila) adalah salah satu perguruan tinggi di propinsi Lampung

DESKRIPSI PRIBADI

Taufik Ardiyanto adalah seorang pemuda yang dilahirkan tahun 1992 di kampung kecil Sribhawono

DESKRIPSI MENGENAI ISI BLOG INI

Blog ini memuat tentang informasi seputar pendidikan terutama yang menyangkut Biologi

DESKRIPSI MENGENAI HOBI DAN MINAT

Suka membaca, menulis dan bereksperimen adalah hobiku dan akan selalu auk kembangkan demi meraih cita-cita gemilang.

Rabu, 07 November 2012

eksitasi membran (2)

Eksitasi Membran
       Pengertian Eksitasi:
  1. Perangsangan
  2. Keadaan terangsang
  3. Fisiologi penambahan tenaga pd suatu sistem yg mengalihkannya dr keadaan dasarnya ke suatu keadaan dng tenaga yg lebih tinggi 
       Setiap hewan akan melakukan suatu aktivitas yang didahului dengan eksitasi membran

Teori eksitasi membran didasarkan pada gagasan bahwa:
       Stimulasi membran permukaan sel esitabel menyebabkan restrukturisasi molekul yang mengubah permeabilitas membran
       Menimbulkan perpindahan ion melewati membran
       Sumber energi untuk arus ini adalah distribusi yang tidak merata antara sitoplasma dan media ekstraseluler dari ion anorganik utama: akumulasi ion K + dalam sel dan ion  Na + dan Cl – di luar sel
       Perbedaan konsentrasi ion di sisi berlawanan dari membran sel à tegangan yang disebut potensial membran
       Nilai-nilai khas potensial membran berada dalam kisaran -40 mV sampai -80 mV
       Banyak ion-ion yang memiliki perbedaan gradien kosentrasi antra extra dan intra selluler
       Perbedaan gradien konsentrasi ini memberikan energi potensial untuk memdorong pembentukan potensial membran (tegangan membran) à perbedaan potensial listrik antara interior dan eksterior dari sel biologis
       Semua hewan sel dikelilingi oleh membran plasma terdiri dari bilayer lipid dengan berbagai jenis protein tertanam di dalamnya
       Potensi membran timbul terutama dari interaksi antara membran dan tindakan dari dua jenis protein transmembran tertanam dalam membran plasma
        Membran berfungsi baik sebagai isolator dan penghalang difusi untuk pergerakan ion
       Ion transporter / pompa protein aktif mendorong ion melintasi membran untuk membentuk gradien konsentrasi di seluruh membran
       Saluran ion memungkinkan ion untuk bergerak melintasi membran menuruni gradien konsentrasi , suatu proses yang dikenal sebagai difusi difasilitasi
       Contoh transporter ion Na + / K +-ATPase natrium pompa kation dari dalam ke luar, dan kation kalium dari luar ke dalam sel.

Potensial Membran
       Sel dalam keadaan istirahat diluar bermuatan (+) dan didalam (-)
       Perbebadaan potensial antara di dalam sel dan di luar sel à potensial membran
       Potensial membran terjadi “pompa Na-K”
       Pompa Na-K, mengeluarkan K dari sitoplasma keluar sel, dan memasukan Na dari  luar ke dalam sel (3K, 2Na)
       K tinggi didalam sel (CIS), Na tinggi diluar sel (CES)
Potensi membran memiliki dua fungsi dasar:
  1. Memungkinkan sel untuk berfungsi sebagai baterai , memberikan kekuatan untuk mengoperasikan berbagai "perangkat molekul" tertanam dalam membran
  2. Sel elektrik eksitabel seperti neuron dan sel-sel otot digunakan untuk transmisi sinyal antara berbagai bagian sel
Potensial Aksi
       Pada saat ada rangsangan saraf, rangsangan menyebabkan pompa Na-K berhenti
       Rangsangan menyebabkan permiabilitas Na ke dalam sel meningkat 5000x yang menyebabkan ion dalam sel berubah jadi positif dan diluar negatif
        perubahan ion dari negatif menjadi positif disebut depolarisasi

Stadium Potensial Aksi
Potensial aksi terdiri 2 stadium :
       Depolarisasi membran àperubahan muatan ion didalam sel dari negatif menjadi positif
       Perubahan ion tsb akibat permiabilitas Na masuk ke dalam sel  meningkat
       Permiabilitas Na yang meningkat akibat adanya rangsangan pada sel (listrik, zat kimia)
       Potensial positif di dalam sel à Potensial Reversal
       Repolarisasi membran

Repolarisasi
       Potensial Reversal (potensial positif) menyebabkan, permiabilitas Na tertutup, akibatnya hanya ion K saja yang keluar dari sel, hal tersebut menyebabkan potensial di dalam sel berubah lagi dari positif menjadi negatif
       Perubahan potensial positif menjadi negatif didalam sel disebut Repolarisasi
       Potensi membran à nilai yang relatif stabil disebut potensial istirahat
       Kisaran potensial istirahat neuron -70 sampai -80 milivolt
       Bagian dalam sel memiliki tegangan dasar negatif kurang dari sepersepuluh volt
       Pembukaan dan penutupan saluran ion dapat menginduksi kehilangan potensial istirahat
       Depolarisasi jika tegangan interior menjadi lebih positif (-70 mV sampai -60 mV)
       Hyperpolarization jika tegangan interior menjadi lebih negatif (-70 mV mengatakan dari ke -80 mV)
Apa Itu Sel?
       Sel adalah unit struktural terkecil makluk hidup yang mampu mengurus kehidupannya sendiri
       Sel manusia terdiri  dari 75 triliun
       Sel terdiri 2 bagian utama: nukleus dan sitoplasma
       Antara nukleus dan sitoplasma dipisahkan oleh membran inti
       Antara sitoplasma dan luar sel dipisahkan oleh membran sel

Koordinasi Kehidupan
       Manusia termasuk organisme multiseluler
       Sel à jaringan à organ à sistem organ
       Pusat pengaturan sistem organ à otak
       Otak menyampaikan pesan kepada organ melalui: - Impuls listrik à via neuron
               - Impuls kimia à via hormon
APA ITU SEL EKSITABEL
       SEL PEKA TERHADAP RANGSANG  (SEL SARAF DAN SEL OTOT)
       Macam Rangsangan: * Listrik
                                  * Kimia: - Asam
                                               - Basa
                                               - Garam
                                   * Fisika: - Suara
                                                - Sinar
                                                - Trauma
                                                - Warna
SEL SARAF = NEURON
       UNIT STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL  TERKECIL DARI SISTEM   SARAF
        JUMLAH   :  ± 10 11 
         Terdiri dari :
* DENDRIT à  PENERIMA RANGSANG
 * SOMA (PERIKARION, TUBUH SEL) à SEDIA BHN MAKANAN U/ HIDUP SEL
* AKSON à PENGHANTAR IMPULS
NEUROGLIA
       SEL PENYANGGA/SEL PENYOKONG NEURON
       JUMLAH  : 5-10 X NEURON
       YAITU : - SEL SCHWANN (SST)
                 - SEL SATELIT (SST)
                 - OLIGODENDROSIT (SSP)
                 - SEL EPENDIMAL (SSP)
                 - ASTROSIT (SSP)
                 - MIKROGLIA (SSP)

KONDUKSI IMPULS SARAF PADA AKSON BERMIELIN
       MIELIN   --- >  ISOLATOR LISTRIK.
       KONDUKSI PADA NODE OF RANVIER (SIMPUL RANVIER).
       SALTATORY CONDUCTION
       LEBIH EFISIEN
- KECEPATAN : LEBIH CEPAT DIBANDING AKSON TAK BERMIELIN
»      saraf bermielin  : 120m/detik
»      saraf tak bermielin  : 1 m/detik
»      makin kecil diameter serat saraf , makin  lambat konduksinya.
NEURON BERDASARKAN STRUKTUR :
       BIPOLAR              mis ; retina mata                                                 
       MULTIPOLAR     mis : saraf motorik
       PSEUDOUNI POLAR      mis ; saraf sensorik
       SINAPS à Hubungan antar neuron
       NEURO MUSCULAR  JUNCTION (myoneural)  à hubungan neuron dg otot
        Ada dua macam sinaps:
Sinaps kimia à mensekresi neurotransmintter à  bekerja hanya satu arah
Sinaps listrik à ujung-ujung sinaps ini terdapat di dendrit (90%) dan soma (10%) à dapat bekerja dalam dua arah
Mekanisme sinaps kimia
       Ujung neuron (presinaps) à sekresi neurotransmitter  à celah sinaps à bekerja pada postsinaps di neuron berikutnya à eksitasi atau inhibisi
Mekanisme sinaps listrik
       Ujung neuron à aliran listrik à gap junction à neuron berikutnya
       Diujung suatu dendrit terdapat presinaps
Struktur interna pada ujung presinaps adalah:
       Mitokondria : untuk menghasilkan energy
       Vesikel transmitter à sekresi bahan-bahan transmitter à merubah permeabilitas membrane neuron postsinaps à reseptor perangsang atau reseptor penghambat à eksitasi atau inhibisi
       Untuk merangsan atau menghambat penjalaran saraf ke neuron berikutnya dibutuhkan transmitter à dibutuhkan mekansime potensial aksi
Mekanisme kerja Sinap
1. Impuls/P.A  sampai di axon presinap
2. Saluran ion Ca terbuka
3. Ion Ca masuk à translokasi vesikel
4. Eksositosis (keluarnya transmiter ke celah sinap)
5. Neurotransmiter berikatan dg reseptor
6. Efek Excitatory (menghantar) atau Inhibitory (menghambat) impuls

NEUROTRANSMITER
       Zat kimia yang disintesis oleh badan sel dan disekresi oleh ujung akson
        Zat kimia yang meneruskan impuls dari satu neuron ke neuron/badan sel lainya
        Dapat bersifat EKSITASI & INHIBISI
        Bekerja jika sel penerima mempunyai  reseptor didalam membran presinaptik
       Misal: neuron yang sama akan terangsang (exitasi) oleh sinap yang melepaskan asetilkolin , tetapi dihambat (terinhibisi) oleh sinap lain yang melepaskan glisin
       Membran saraf mengandung reseptor eksitasi untuk asetilkolin dan reseptor Satu neuron hanya melepaskan satu jenis neurotransmiter
       Satu neuron hanya melepaskan satu jenis neurotransmiter

NEUROTRANSMITER EKSITASI
- ASETILKOLIN à disekresi neuron sel otak, bisa juga bersifat inhibisi
- Asam Glutamat à disekresi oleh bongkol sinaptik lintasan sensorik
-          Zat P à disekresi oleh ujung saraf nyeri dalam substansia gelatinosa medulla spinalis
-          Enkefalin dan Endorfin à disekresi oleh ujung saraf medulla spinalis, batang otak, talamus dan hipotalamus
           ZAT TRANSMITER INHIBISI     Misal ;   SEROTONIN,  DOPAMIN, GABA, GLISIN, , ASPARTAT.
Transmiter Inhibisi
       Norepineprin à disekresi oleh neuron di formatiorecularis batang otak dan hipotalamus, umumnya bersifat inhibisi, tapi ada yang eksitasi
       Epineprin à disekresi sedikit neuron, sifat sama dengan norepineprin
       Dopamin à disekresi oleh neuron substansia nigra, umumnya bersifat inhibisi
       Glisin à disekresi oleh sinap medulla spinalis, umumnya inhibisi
       Asam Gama Amionobutirat à disekresi oleh sinap medulla spinalis, serebelum, ganglia basalis, umumnya inhibisi
       Serotonin à disekresi oleh batang otak, penghambat lintasan nyeri di medulla spinalis

EPSP à EXCITATORY POSTSYNAPTIC POTENTIAL
IPSP à INHIBITORY POSTSYNAPTIC POTENTIAL
2 MACAM SUMASI :
1. SUMASI   RUANG ( SPATIAL ):  PENJUMLAHAN  DUA ATAU  LEBIH SINAPS.
2. SUMASI  WAKTU ( TEMPORAL ):  SINAPS YANG SAMA MELETUP BERURUTAN SECARA CEPAT.

SARAF BERDASARKAN FUNGSI
1.       S. SENSORIK   = SARAF AFFERENT
2. S.  MOTORIK   = SARAF EFFERENT
3. S.  ASOSIASI  = INTER NEURON
SARAF SENSORIK   = SARAF AFFERENT
       Menghantarkan rangsangan dari reseptor sensoris ke sistem saraf pusat.
       Reseptor terdapat didendrit atau badan sel  yang menerima rangsangan fisik atau kimiawi.

SARAF MOTORIK   = SARAF EFFERENT
       Membawa informasi keluar SSP ke organ  sasaran (sel otot atau kelenjar).
-          SARAF SOMATIK
-          SARAF OTONO-MIK
SARAF ASOSIASI  = INTER NEURON
       Menyampaikan pesan antara s. sensorik dan s. motorik.
       Terletak di SSP dengan jumlah hampir 90%   dari seluruh neuron.

SISTEM SARAF
       SISTEM SARAF PUSAT ( CNS )
              - OTAK
              - MEDULLA SPINALIS
       SISTEM SARAF TEPI/PERIFER ( PNS )
              - N. CRANIALIS
              - N. SPINALIS
       SISTEM SARAF OTONOM ( ANS )
             - SARAF SIMPATIS
             - SARAF PARASIMPATIS
Sistem Saraf:
 1. Pusatà otak dan medulla spinalis à    Pusat Pengendali/ Pengambil  keputusan/ Memori
2. Saraf tepià -Nn Cranialis(12 psg),, -Nn Spinalis (31 psg),,  -Saraf Simpatis &  Parasimpatis à konduksi impulsà     saraf sensoris(aferen),,   saraf motorik (eferen)                          
SISTEM SARAF PUSAT
       1. OTAK = ENCEPHALON
A.      TELENCEPHALON =
  A.   CEREBRUM = OTAK BESAR
      KORTEKS SEREBRI
      KORPUS STRIATUM
      RHINCEPHALON
CEREBRUM terbagi atas 4 lobus :
       Lobus temporalis   à intepretasi bau , memori 
       Lobus frontalis   à gerakan motorik
       Lobus parietalis    à pendengaran, taktil
       Lobus oksipitalis  à  visual
B.      DIENCEPHALON
-          THALAMUS à  Menerima rangsang nyeri
-          EPITHALAMUS à terdapat choroid plexus tempat  pembentukan cairan serebrospinal
-          HIPOTHALAMUS

FUNGSI KHUSUS HIPOTHALAMUS;
1. PENGATURAN KARDIOVASKULAR
2. PENGATURAN SUHU TUBUH
3. PENGATURAN AIR TUBUH
4. PENGATURAN MAKAN
5. PENGENDALIAN RASA TERANGSANG DAN MARAH
6. PENGENDALIAN FUNGSI ENDOKRIN

C.      MESENCEPHALON = OTAK TENGAH
D.  RHOMBENCEPHALON = OTAK BELAKANG
 *  METENCEPHALON  :
                - CEREBELLUM = OTAK KECIL  fungsi : keseimbangan.
                - PONS
* MIENCEPHALON   :
                - MEDULLA OBLONGATA   sebagai :
               - pusat respirasi
               - pusat reflek batuk, menelan,  muntah, salivasi
2.   MEDULLA SPINALIS
-    PEMBAGIAN SEGMENTASI JELAS
-    TIAP SEGMEN TERDAPAT SARAF SPINAL
Mekanisme pelindung otak & medula spinalis
1. Tulang
2. Meningen (Meninx)
3. Cairan Serebrospinalis
4. Blood Brain Barrier (Sawar Darah Otak)
TIGA TINGKAT UTAMA DALAM SISTEM SARAF PUSAT :
1.       MEDULLA SPINALIS à MENGENDALIKAN POLA REFLEKS DASAR TUBUH.
2.       DAERAH BASAL OTAK à MENGENDALIKAN FUNGSI TUBUH SEPERTI KESEIMBANGAN, GERAKAN KASAR TUBUH, MAKAN, JALAN, BERNAFAS.
3.       KORTEKS SEREBRI à BERPIKIR, KEGIATAN MOTORIK HALUS.
SELAPUT SSP ( MENINX )  dari luar ke dalam :
                                          epidural
 1. DURAMATER      à TEBAL DAN KERAS
                                                              subdural                                                  
2. ARACHNOID    à   TIPIS DAN LUNAK
                                                    subarachnoid
3. PIAMATER      à    TIPIS DAN LUNAK
CAIRAN SEREBROSPINAL
       terdapat di dalam ventrikel otak
       dibentuk oleh : plexus choroideus
       Direabsorpsi di rongga Sub arachnoid
       penimbunan à HIDROCEPHALUS, krn
      Obstruksi
      Penurunan reabsorpsi
       fungsi : - bantalan pengaman
               - metabolisme jaringan SSP

Sawar darah otak = Blood brain barrier
       terbentuk dari sel-sel endotel yang saling berikatan erat di kapiler otak.
       melindungi sel-sel otak terhadap bahan-bahan  asing.
       banyak bahan kimia maupun obat tidak dapat lewat.
       Mudah lewat : 02, H20, CO2, glukosa, alkohol, asam amino.
Refleks
       Mekanisme kerja dasar sistem saraf
       Busur refleks :   Rangsangan à Reseptor à Saraf Sensoris à     Saraf Pusat à    Saraf Motorik à    Efektor (organ pelaksana)

REFLEKS SEDERHANA
       JAWABAN MOTORIK YANG TERJADI KARENA PERANGSANGAN SENSORIK YANG DIOLAH DI MEDULA SPINALIS
Contoh :
       REFLEKS PENARIKAN DIRI  ( WITHDRAWAL REFLEX )
       REFLEKS MENGGARUK
       REFLEKS BERJALAN.
KOMPONEN LENGKUNG REFLEKS TERDIRI DARI  :
1.  RESEPTOR
2. SARAF SENSORIK
3. SINAPS
4. SARAF MOTORIK
5. TARGET ORGAN

* SISTEM SARAF TEPI/PERIFER  ( PNS )
- N. CRANIALIS à 12 PS
- N. SPINALIS à 31 PS

* SISTEM SARAF OTONOM
       FUNGSI : HOMEOSTASIS, MELALUI REGULASI AKTIVITAS OTOT JANTUNG, OTOT POLOS DAN KELENJAR.
       TERDIRI DARI DUA BAGIAN :
          w  SARAF SIMPATIS
          w  SARAF PARASIMPATIS
PERBEDAAN ANTARA SARAF SIMPATIS DAN PARASIMPATIS
1. PEMBAGIAN ANATOMI.
    Asal :
    S : segmen torakal dan lumbal medula spinalis
    P : saraf kranial dan segmen sakral  medula spinalis
2.  EFEK PERANGSANGAN TERHADAP ORGAN   SALING BERLAWANAN.
3.  JENIS ZAT TRANSMITER.
     S : Preganglionik  : Acetilkolin; Post ganglionik : Nor Adrenalin
      P : Preganglionik  : Acetilkolin; Post ganglionik : Acetilkolin

FUNGSI SARAF SIMPATIS :
       Pengendalian derajat vasokonstriksi di kulit
       Pengendalian kecepatan pengeluaran keringat
       Pengendalian frekwensi denyut jantung
       Pengendalian tekanan darah
       penghambatan sekresi dan gerakan gastro-intestinalis.
       Meningkatkan metabolisme sel
FUNGSI SARAF PARASIMPATIS :
       Mengendalikan pengfokusan mata dan dilatasi pupil.
       Mengendalikan sekresi kelenjar ludah, denyut jantung, sekresi lambung, sekresi pankreas.
© SERAT KOLINERGIK :
       SEKRESI : ACETILKOLIN
       RESEPTOR :
        §  TIPE MUSKARINIK
                   - otot polos                     
                   - otot jantung
                   - sel kelenjar
        § TIPE NIKOTINIK                  
                   - neuromuscular junction

© SERAT  ADRENERGIK :
       SEKRESI : NOR ADRENALIN, ADRENALIN
       RESEPTOR : 
        § TIPE a (ALPHA) » nor adrenalin 
                       - pembuluh darah
         § TIPE b (BETA)  » adrenalin 
                       - bà miokard
                       - b 2 à bronchus, vasa coronaria

Propagasi
PROPAGASI DAN TRANSMISI  SINYAL PADA JARINGAN / SEL-SEL SARAF
       Propagasi impulse saraf à titik dimana arus impulse pada bagian postsinaptik dilanjutkan dibagian soma à tergantung 2 faktor:
       Eksitabilitas elektrikal dari kanal ion Na sepanjang membran akson. Eksitabilitas elektrik ini mempunyai kemampuan untuk mengaplifikasi arus sirkuit dari depolarisasi pasif yang dihasilkan di bagian lokal 5 kali lipat.Nodus Ranvier membantu proses amplifikasi arus sirkuit tersebut.
       Akson memiliki sifat daya hantar listrik yang baik seperti halnya pada kabel listrik. Arus sirkuit yang berasal dari membran yang terkeksitasi karena masuknya ion Na akan dihantarkan ke bagian membran yang tidak aktif.
Propagasi Impuls Saraf
       Kecepatan rambat propagasi atau velositas propagasi dapat ditentukan seperti juga menentukan suatu kecepatan yang ditempuh oleh suatu benda untuk jarak tertentu dalam satuan waktu tertentu.
       Velositas propagasi disebut Vp
       Vp =  d/tà d= jarak,  = waktu

Bagaimana neuron berkomunikasi?
       Neuron-neuron berkomunikasi melalui sinyal : potensial aksi
                Potensial aksi  : muatan listrik yang dihasilkan o/ perubahan keseimbangan kimia dari cairan di dalam & sekeliling neuron à bergantung pada pergerakan ion2 bag luar dan bag dalam sel
       Jika potensial aksi terjadi  pada neuron à pesan molekular dikirimkan ke neuron di sebelahnya
       Terjadi jika impuls yang masuk adalah depolarisasi yang mencapai ambang tertentu à pada pangkal akson timbul potensial aksi à sel terstimulasi
       Potensial diteruskan à ujung neuron membebaskan neurotransmiter
       Neuron membawa informasi ke neuron lain atau ke otot
       Terjadinya komunikasi antara sel-sel saraf dengan sel efektor diperantarai oleh sinaps (-is)
Sinaps terdiri atas:
       Ujung saraf
       Membran pasca-sinaptik sel yang kontak
       Celah sinapsis yang terletak di antara keduanya
Sinapsis
          Junction dimana neuron cell saling berhubungan
          Cabang terminal dari axon dan dendrites dari neuron lain yang berdekatan tanpa adanya kontak langsung
          Informasi ditransfer melewati gap dengan neurotransmitter

Bagaimana jalannya impuls?
       Impuls mencapai akson akhir/terminal à prasinapsis akhir
       Potensial aksi mencapai terminal
       Neurotransmiter dilepaskan ke celah sinaps
       Neurotransmiter berikatan dengan membran pascasinaps
       Impuls melintasi sinaps dengan bantuan neurotransmiter à menuju reseptor di dendrit à pintu/kanal terbuka
-Transmisi sinyal listrik dari satu neuron ke neuron lain dipengaruhi oleh neurotransmiter, suatu senyawa kimiawi yang dilepaskan dari neuron pertama dan diterima oleh neuron berikutnya.
-hubungan ini dikenal sebagai synapsis
-Sinyal dapat mengalir dipengaruhi oleh:
1. Jumlah neurontrnsmitter yang tersedia,
2. Jumlah dan cara penggandengan antar     neuron

Neurotransmiter
       Suatu senyawa kimia endogen yang menyampaikan, memperkuat, memodulasi sinyal antara neuron dengan sel lainnya 
       Berada pada vesikel sinaps yang berkelompok di bawah membran presinaps dari sinaps & dilepaskan ke celah sinaps à yang berikatan dg reseptor di bagian pascasinaps
       Pelepasannya biasanya diikuti dg sampainya potensial aksi pada sinaps
       Ujung saraf  mensintesis neurotransmiter khas u/ neuron ybs à disimpan dalam vesikel
       Pada saat potensial aksi terjadi, ion Ca2+ ekstrasel à ke akson à neurotransmiter dibebaskan ke celah sinapsis
       Neurotransmiter berdifusi mengaktifkan reseptor neurotransmiter pd membran pascasinaps sel yang berkontak
       Disekresikan ke dalam celah sinaptik untuk mempengaruhi sel-sel tetangganya
       Syarat-syarat suatu zat itu merupakan neurotransmiter :
     1.  Merupakan produk neuron
     2. Disekresikan ke dalam celah sinaptik bila  ada rangsangan
     3. Terikat pada reseptor spesifik membran pasca sinaptik pada suatu neuron lain atau suatu sel otot
    4.  Mempengaruhi aktifitasnya melalui aliran ion-ion

Contoh neurotransmitter: Acetylcholine                                             
Serotonin                                           
5-Hydroxytryptamine (5-HT)
GABA   
Aspartate                                          
Glycine               
Histamine                          
Epinephrine
Norepinephrine                

Transmisi melalui celah sinapsis
       Potensial aksi neuron prasinapsis mencapai ujung terminal à vesikel bergerak ke ujung aksi (bantuan dari gerakan ion Ca2+) à transmiter dibebaskan, kontak dengan membran pascasinapsis à permeabilitas berubah
                Jika permeabilitas thdp ion Na+ meningkat, potensial istirahat menjadi kurang –
       Jika nilai ambang tercapai à terjadi potensial aksi pada neuron pascasinapsis à impuls ditransmisikan
Penerimaan impuls oleh saraf aferen/sensorik
       Neuron kolinergik
      Asetilkolin
      Berperan pada pengendalian sistem motorik
       Neuron dopaminergik
      Dopamin
      Berperan pada gerakan dan kerja obat antipsikotik
       Neuron nor adrenergik
      Nor adrenalin
      Berperan pada regulasi TD dan kerja obat antidepresan
       Neuron adrenergik
      Adrenalin
      Berperan = nor adrenergik

Penerimaan impuls oleh saraf aferen/sensorik
       Neuron gabaergik
      GABA (asam g–aminobutirat)
      Ada pada CNS, sebagai neuron inhibitorik
      Berperan pada regulasi motorik
       Neuron serotoninergik
      Serotonin
      Tidak banyak terdapat di CNS
      Serotonin dibentuk dari asam amino triptofan

Penerusan impuls melalui saraf efferent
       Mengatur hubungan antara bagian dalam tubuh (tegangan otot, TD) dengan lingkungan (gerakan tertentu) melalui serabut motorik dan viseral
       Yang berperan:
      Serabut eferen kolinergik
       Motoneuron à mempersarafi otot skelet (à kontraksi) & mrp serabut kolinergik
       Neuron pasca-ganglion parasimpatis àMrp serabut kolinergik yang mempersarafi berbagai organ
       Neuron praganglion simpatis & parasimpatis
      Neuron eferen nor adrenergik à merupakan serabut kolinergik. Reseptor asetilkolin merupakan reseptor nikotinik
SISTEM SARAF OTONOM
       Memegang peran penting dalam pengaturan keadaan konstan dalam tubuh, memberikan perubahan dalam tubuh yang sesuai
       Kerja tidak sadar (berbeda dengan SS somatik)
       Menggunakan 2 kelompok neuron motorik untuk menstimulasi efektor.
      Neuron preganglionik à muncul dari CNS ke ganglion tubuh, bersinapsis dengan
      Neuron pascaganglionik à menuju organ efektor (otot jantung, otot polos, atau kelenjar).
       Mengendalikan fungsi motorik viseral
       Tidak dengan mudah dikendalikan dg kehendak
       Terdiri dari sistem saraf simpatis & parasimpatis à berbeda anatomi maupun fungsinya
       Pada umumnya organ dalaman tubuh/viseral dipersarafi oleh kedua sistem saraf tsb.
       Stimulasi SS simpatis biasanya akan menghasilkan efek berlawanan dengan stimulasi SS parasimpatis.
       Bila satu sistem merintangi fungsi tertentu, sistem lain justru menstimulasinya
       Aktivasi simpatis : vasokonstriksi, naiknya kerja jantung, TD, sirkulasi darah, kadar glukosa sel, dilatasi pupil, bronkhus dan naiknya aktivitas mental
       Parasimpatis : berperan dalam pencernaan, eliminasi & pada pembaruan suplai energi
       Sistem simpatis = sistem adrenergik
                Stimulasi sistem ini akan menimbulkan reaksi yang meningkatkan penggunaan zat2 oleh tubuh (aktif & perlu energi)
       Sistem parasimpatis = sistem asetilkolin
                Stimulasi pada sistem ini, timbul efek dengan tujuan menghemat penggunaan zat2 & mengumpulkan energi
       Ada keseimbangan antara keduanya
CNS à jalur efferen à SS otonom à pleksus otonom à organ efektor
Berperan 2 neuron :
       Neuron preganglionik : pada CNS
       Neuron pascaganglionik : di luar CNS (pada ganglion otonom)

Sistem saraf simpatis
       Terletak di depan kolumna vertebra, berhubungan dengan sumsum tulang belakang melalui serabut saraf
       Tersusun dari ganglion2 pada daerah :
      3 psg ganglion servikal
      11 psg ganglion torakal
      4 psg ganglion lumbal
      4 psg ganglion sakral
      1 psg ganglion koksigen
       Sering disebut sistem saraf torakolumbar
       Fungsi :
      Mempersarafi otot-otot jantung, otot tak sadar pembuluh darah, organ2 dalam (lambung, pankreas, usus), serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat, serabut motorik otot tak sadar pada kulit
      Mempertahankan tonus semua otot termasuk otot tak sadar

Sistem saraf parasimpatis
       Disebut sistem saraf kraniosakral
       Terbagi menjadi 2 bagian
      Saraf otonom kranial: ke-3 (okulomotorius),7 (fasialis),9 (glosofaringeal),10 (vagus)
      Saraf otonom sakral : ke-2, 3, 4 à membentuk urat saraf pada organ dalam pelvis & bersama2 SS simpatis membentuk pleksus yang mempengaruhi kolon, rektum dan kdg kemih
SISTEM SARAF OTONOM
Parasimpatis : Sistem asetilkolin
       Rest, digest or repose
       Saat tubuh tidak aktif
       Mis. Digesti, ekskresi, urinasi
       Menyimpan energi
       Segmen spinal kraniosakral (CN III, VII, IX, X & S2-4) Serabut preganglionik panjang/pascaganglionik pendek
        “D” division : Digestion, defecation & diuresis


Simpatis : Sistem adrenergik
       Fight, Flight or Fright
       Saat tubuh aktif
       Mis. Berkeringat nafas dalam , peningkatan denyut jantung
       Menggunakan energi
       Segmen spinal torakolumbal  (T1-L2)
       Serabut praganglionik pendek/ pasca ganglionik panjang
       “E” division : Exercise, excitement, emergency & embarrassment

Neurotransmiter pada SS Otonom
          Neurotransmiter neuron simpatik praganglionik : asetilkolin (Ach) à menstimulasi potensial aksi neuron pascaganglionik
          Neurotransmiter yang dilepaskan oleh neuron simpatik pascaganglionik : noradrenalin/norepinefrin
          Neurotransmiter pada seluruh neuron praganglionik dan sebagian besar neuron pascaganglionik parasimpatik à asetilkolin (ACh)