google3394c6c8fadba720.html KUNC
SELAMAT DATANG DI TAUFIK ARDIYANTO'S BLOG

DESKRIPSI PENDIDIKAN SAAT SMA (slide)

SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono adalah salah satu sekolah yang terletak di Lampung Timur

Sabtu, 14 Mei 2011

Implikasi Dari Pengklonaan Sel Katak

Dalam percobaan-percobaan yang dilakukan Briggs dan King tahun 1950-an, nukleus dari sel-sel katak embrionik ditransplantasikan ke dalam sel-sel katak yang telah dibuang nukleusnya. Kedua peneliti itu menemukan bahwa nukleus dari sel-sel embrionik awal dapat menghasilkan katak-katak yang normal, sedangkan nukleus dari sel-sel embrio yang lebih tua umurnya tidak dapat menghasilkan perkembangan yang normal dan utuh. (pembuatan individu yang merupakan perlika dari donor nukleus disebut pengklonaan (cloning), semacam replikasi aseksual). Hasil yang diperoleh menunjukkan kalau tampaknya ada periode kritis bagi tertetapkannya nasib sel.  Akan...

Kamis, 12 Mei 2011

Macam Macam Evolusi

Proses evolusi dapat dibedakan atas dasar faktor-faktor berikut. 1.    Evolusi berdasarkan arahnya Berdasarkan arahnya evolusi dibedakan menjadi dua. a.    Evolusi progresif Evolusi progresif merupakan evolusi menuju pada kemungkinan yang dapat bertahan hidup (survival). Proses ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada burung Finch. b.    Evolusi regresif Evolusi regresif merupakan proses menuju pada kemungkinan kepunahan. Hal ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada hewan dinosaurus. 2.    Evolusi berdasarkan pada skala perubahannya Berdasarkan...

Peregulasi Fosforilasi Fruktosa 1,6-difosfat

Fosfofruktokinase mengkatalis fosforilasi fruktosa 1,6-difosfat. Enzim tersebut berinteraksi secara alosterik dengan ATP; yakni enzim tersebut berikatan dengan ATP pada satu situs selain situs aktifnya sehingga menyebabkan perubahan bentuk dan sebagai akinatnya terjadi pula perubahan kemampuan fosfofruktokinase untuk mengkatalisis fosforilasi. Dalam kasus ini, berikatannya ATP dengan enzim akan menghambat reaksi tersebut-perubahan bentuk yang diinduksi pada fosfofruktokinase menyebabkannya tak mampu berikatan dengan fruktosa 6-fosfat dan karenanya memengaruhi fosforilas...

Rabu, 11 Mei 2011

Proses Pada Asam 1,3-difosfogliserat Dalam Glikolisis

Asam 1,3-difosfogliserat dalam glikolisis kehilangan fosfat berenergi tingginya. Fosfat itu diterima oleh ADP dan terbentuklah ATP.  Banyak energi dilepaskan dalam transfer fosfat berenergi tinggi dari asam 1,3-difosfogliserat menuju ATP. delta G-nya karenanya bernilai negatif, dan reaksinya bersifat ekserogenik. Sejumlah energi yang dilepaskan ditahan dalam ikatan kimiawi dari ATP yang terben...

Pentingnya Interaksi Alosterik ATP dan Fosfofruktokinase

Interaksi alosterik antara ATP dan fosfofruktokinase penting karena interaksi tersebut mengendalikan produksi ATP dalam glikolisis agar sesuai dengan kebutuhan ATP sel. Jika tingkat ATP selulercukup untuk berikatan dengan enzim (dan dengan  demikian menghambat interaksi fosfofruktokinase dengan fruktosa6-fosfat), glikolisis terhenti. Setelah sel kehabisan persediaan ATP-nya,ATP yang terikat ke fosfofruktokinase dilepaskan. Enzim kembali ke konfigulasi aktifnya, dan glikolisis berlangsung kembal...

Hubungan Asam Piruvat Dengan Siklus Krebs

Asam piruvat tidak memasuki siklus krebs secara langsung. Asam piruvat pertama kali diolah dulu oleh sebuah kompleks multienzim dalam mitokondria., dimana asam itu di dekarboksilasi (kehilangan gugus karboksilnya dalam wujud CO2) secara oksidatif menjadi asam asetat. Asam asetat itu diletakkan ke sebuah molekul koenzim A dan sebagai asetil KoA yang sangat rektif. Barulah memasuki siklus krebs. Dalam pembentukan asetil KoA, sebuah molekul NADH dihasilkan. Asetil KoA kemudian bergabung dengan asam oksaloasetat (C4). Dalam usaha menjabarkan tahapan-tahapan spesifik siklus tersebut pada percobaan-percobaan awalnya, Sir Hans Krebs menyadari adanya...

Selasa, 10 Mei 2011

Makalah Sitoplasma

BAB I PENDAHULUAN 1.1.    Latar Belakang Sel merupakan unit (satuan)  kehidupan terkecil dari makhluk hidup yang meliputi kesatuan struktural dan fungsional, pertumbuhan atau perkembangan, dan herediter terkecil. Semua makhluk hidup terdiri dari sel, baik itu makhluk hidup unisel maupun yang multisel. Sel berasal dari sel-sel sebelumnya, setiap sel memiliki kehidupannya sendiri (otonomi) disamping itu juga memiliki peranan gabungan (semiotonom) di dalam organisme multi sel. Sebagai bagian dari organisme multi sel, sel-sel akan membentuk organisasi atau kesatuan- kesatuan yang lebih besar yaitu jaringan-organ-sistem organ-dan...

Makalah Sel Saraf Manusia

I.PENDAHULUAN A.    Latar Belakang Susunan sel saraf pusat (SSP) manusia mengandung sekitar1011 (100 miliar) neuron. Juga terdapap sel-sel glia sebanyak 10-5- kali jumlah tersebut. Neuron, yang merupakan unit dasar sitem saraf merupakan evolusi dari sel-sel neuroefektor primitive yang berespons terhadap berbagai rab\ngsang dengan cara berkontraksi. Pada hewan yang lebih kompleks, kontraksi merupakan fungsi khusus sel-sel otot, sedangkan integrasi dan transmisi impuls saraf menjadi fungsikhusus neuron. Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ,...

Plastida

1.1    Latar Belakang Dapat kita ketahui bahwa sel merupakan kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup. Sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler = monoseluler) dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler. Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi kehidupan atau aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan...

Makalah Sampah

PENDAHULUAN 1.    Latar belakang Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan...

Page 1 of 45123Next