<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169</id><updated>2012-02-22T08:57:39.880-08:00</updated><category term='Biologi Umum'/><category term='Klasifikasi'/><category term='Anatomi Dan Fisiologi Tumbuhan'/><category term='Kesehatan'/><category term='Genetika'/><category term='Protista'/><category term='Jamur'/><category term='Zoologi Invertebrata'/><category term='Makalah'/><category term='Bioteknologi'/><category term='Evolusi'/><category term='Virus'/><category term='Ilmu Lingkungan'/><category term='Anatomi Dan Fisiologi Hewan'/><category term='Zoologi Vertebrata'/><category term='Pendidikan'/><category term='Umum'/><category term='Monera'/><category term='Ekologi'/><category term='BTT'/><category term='Biologi Sel'/><category term='BTR'/><category term='Biokimia'/><title type='text'>GUDANG INSPIRASI</title><subtitle type='html'>Hanya Untuk Saling Berbagi Ilmu Pengetahuan Saja</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>172</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-3206494248443524675</id><published>2012-02-22T08:19:00.003-08:00</published><updated>2012-02-22T08:35:11.618-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genetika'/><title type='text'>Hemofilia</title><content type='html'>&lt;div&gt;1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sejarah Hemofilia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meski belum memiliki nama, hemofilia telah ditemukan sejak lama. Talmud, yaitu sekumpulan tulisan para rabi Yahudi, 2 abad setelah masehi menyatakan bahwa seorang bayi laki-laki tidak harus dikhitan jika dua kakak laki-lakinya mengalami kematian akibat dikhitan. Selain itu, seorang dokter asal Arab, Albucasis, yang hidup pada abad ke-12 menulis tentang sebuah keluarga yang setiap anak laki-lakinya meninggal setelah terjadi perdarahan akibat luka kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada tahun 1803, Dr. John Conrad Otto, seorang dokter asal Philadelphia menulis sebuah laporan mengenai pendarahan yang terjadi pada suatu keluarga tertentu saja. Ia menyimpulkan bahwa kondisi tersebut diturunkan hanya pada pria. Ia menelusuri penyakit tersebut pada seorang wanita dengan tiga generasi sebelumnya yang tinggal dekat Plymouth, New Hampshire pada tahun 1780.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata hemofilia pertama kali muncul pada sebuah tulisan yang ditulis oleh Hopff di Universitas Zurich, tahun 1828. Dan menurut ensiklopedia Britanica, istilah hemofilia (haemophilia) pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter berkebangsaan Jerman, Johann Lukas Schonlein (1793 - 1864), pada tahun 1928.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia juga disebut dengan "The Royal Diseases" atau penyakit kerajaan. Ini di sebabkan Ratu Inggris, Ratu Victoria (1837 - 1901) adalah seorang pembawa sifat/carrier hemofilia. Anaknya yang ke delapan, Leopold adalah seorang hemofilia dan sering mengalami perdarahan. Leopold meninggal dunia akibat pendarahan otak pada saat ia berumur 31 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah seorang anak perempuan Victoria yaitu Alice, ternyata adalah carrier hemofilia dan anak laki-laki dari Alice, Viscount Trematon, juga meninggal akibat perdarahan otak pada tahun 1928. Alice dan Beatrice, adalah carrier dan merekalah yang menyebarkan penyakit hemofilia ke Spanyol, Jerman dan Keluarga Kerajaan Rusia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada abad ke 20, pada dokter terus mencari penyebab timbulnya hemofilia. Hingga mereka percaya bahwa pembuluh darah dari penderita hemofilia mudah pecah. Kemudian pada tahun 1937, dua orang dokter dari Havard, Patek dan Taylor, menemukan pemecahan masalah pada pembekuan darah, yaitu dengan menambahkan suatu zat yang diambil dari plasma dalam darah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zat tersebut disebut dengan "anti - hemophilic globulin". Di tahun 1944, Pavlosky, seorang dokter dari Buenos Aires, Argentina, mengerjakan suatu uji coba laboratorium yang hasilnya memperlihatkan bahwa darah dari seorang penderita hemofilia dapat mengatasi masalah pembekuan darah pada penderita hemofilia lainnya dan sebaliknya. Secara kebetulan, ia menemukan dua jenis penderita hemofilia dengan masing - masing kekurangan zat protein yang berbeda - Faktor VIII dan Faktor IX. Dan hal ini di tahun 1952, menjadikan hemofilia A dan hemofilia B sebagai dua jenis penyakit yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian di tahun 1960-an, cryoprecipitate ditemukan oleh Dr. Judith Pool.Dr. Pool menemukan bahwa pada endapan di atas plasma yang mencair mengandung banyak Faktor VIII. Untuk pertama kalinya Faktor VIII dapat dimasukkan pada penderita yang kekurangan, untuk menanggulangi perdarahan yang serius. Bahkan memungkinkan melakukan operasi pada penderita hemofilia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walaupun Hemofilia telah dikenal lama di ilmu dunia kedokteran, namun baru pada tahun 1965, diagnosis melalui laboratorium baru diperkenalkan oleh Kho Lien Kheng. Diagnosis laboratorium yang diperkenalkannya menggunakan Thromboplastin Generation Test (TGT), selain pemeriksaan waktu perdarahan dan masa waktu pembekuan darah. Pada saat itu pemberian darah lengkap segar merupakan satu-satunya cara pengobatan yang tersedia di rumah sakit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(http://www.indosiar.com/ragam/49310/apa-dan-bagaimana-hemofilia)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hemofilia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gangguan pembekuan darah itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-btWRbVowHFE/T0UXsHJpD3I/AAAAAAAAAec/cbJcU_sMeCY/s1600/a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-btWRbVowHFE/T0UXsHJpD3I/AAAAAAAAAec/cbJcU_sMeCY/s200/a.jpg" width="96" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gambar 1. Pembekuan darah pada orang normal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a.&amp;nbsp;Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah, lalu darah keluar dari pembuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b.&amp;nbsp;Pembuluh darah mengerut/ mengecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c.&amp;nbsp;Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d.&amp;nbsp;Faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jZEMsYiEjjg/T0UYTD4lw_I/AAAAAAAAAek/pH61mOGRtdw/s1600/b.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-jZEMsYiEjjg/T0UYTD4lw_I/AAAAAAAAAek/pH61mOGRtdw/s1600/b.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gambar 2. Pembekuan darah pada hemofili&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a.&amp;nbsp;Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b.&amp;nbsp;Pembuluh darah mengerut/ mengecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c.&amp;nbsp;Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d.&amp;nbsp;Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a)&amp;nbsp;Hemofilia A yang dikenal juga dengan nama :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&amp;nbsp;Hemofilia Klasi k; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&amp;nbsp;Hemofilia kekurangan Factor VIII ; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b)&amp;nbsp;Hemofilia B yang dikenal juga dengan nama :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&amp;nbsp;Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&amp;nbsp;Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. (www.hemopfilia.or.id/hemofilia.php)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3.Gejala Hemofilia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hemofilia diturunkan melalui kromosom X secara resesif. Karena itu, hemofilia umumnya diderita oleh anak laki-laki. Jika seorang anak laki-laki mengalami pendarahan yang tidak biasa, maka diduga dia menderita hemofilia. Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya perlambatan dalam proses pembekuan. Jika terjadi perlambatan, maka untuk memperkuat diagnosis serta menentukan jenis dan beratnya, dilakukan pemeriksaan atas aktivitas faktor VII dan faktor IX.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beratnya gejala tergantung kepada pengaruh kelainan gen yang terjadi terhadap aktivitas faktor VII dan faktor IX. Jika aktivitasnya kurang dari 1%, maka akan terjadi episode perdarahan hebat dan berulang tanpa alasan yang jelas. Jika aktivitasnya mencapai 5% maka gejalanya ringan. Jarang terjadi episode perdarahan tanpa sebab yang pasti, tetapi pembedahan atau cedera bisa menyebabkan perdarahan yang tak terkendali, yang bisa berakibat fatal. Biasanya episode perdarahan pertama terjadi sebelum usia 18 bulan, yang sering terjadi setelah suatu cedera ringan. Anak mudah mengalami memar. Bahkan penyuntikan ke dalam otot bisa menyebabkan perdarahan yang selanjutnya menyebabkan memar yang luas (hematom). Perdarahan berulang ke dalam sendi dan otot pada akhirnya bisa menyebabkan kelainan bentuk yang melumpuhkan. Perdarahan bisa menyebabkan pembengkakan dasar lidah sehingga menyumbat saluran pernafasan dan terjadi gangguan &amp;nbsp; &amp;nbsp; pernafasan. Benturan ringan di kepala bisa memicu perdarahan di tulang tengkorak, yang bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4.Pengobatan Hemofilia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penderita hemofilia harus menghindari keadaan yang bisa menimbulkan perdarahan. Mereka harus sangat memperhatikan perawatan giginya agar tidak perlu menjalani pencabutan gigi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kepada penderita hemofilia ringan yang harus menjalani pembedahan atau pencabutan gigi akan diberikan obat desmopressin untuk memperbaiki sistem pembekuan darah yang sifatnya hanya sementara, sehingga tidak perlu dilakukan transfusi. Penderita juga harus menghindari obat-obatan seperti Aspirin, warfarin, heparin dan obat pereda nyeri tertentu (misalnya obat anti peradangan non-steroid), yang bisa memperburuk gangguan perdarahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biasanya pengobatan meliputi transfusi untuk menggantikan kekurangan faktor pembekuan. &amp;nbsp; &amp;nbsp; Faktor-faktor ini ditemukan di dalam plasma dan dalam jumlah yang lebih besar ditemukan di dalam plasma konsentrat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa penderita membentuk antibodi terhadap faktor VIII dan faktor IX yang ditransfusikan, sehingga transfusi menjadi tidak efektif. Jika di dalam darah contoh terdapat antibodi, maka dosis plasma konsentratnya dinaikkan atau diberikan faktor pembekuan yang berbeda atau diberikan obat-obatan untuk mengurangi kadar antibodi. (http://medicastore.com/penyakit/768/hemofilia.html)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada dasarnya, pengobatan hemofilia ialah mengganti atau menambah faktor antihemofilia yang kurang. Namun, langkah pertama yang harus diambil apabila mengalami perdarahan akut adalah melakukan tindakan RICE (Rest, Ice, Compression, Evaluation) pada lokasi pendarahan untuk menghentikan atau mengurangi perdarahan. Tindakan tersebut harus dikerjakan, terutama apabila penderita jauh dari pusat pengobatan, sebelum pengobatan definitif dapat diberikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena penderita hemofilia mengalami defisiensi (kekurangan) faktor pembekuan darah, maka pengobatannya berupa pemberian tambahan faktor pembekuan darah atau terapi pengganti. Penderita hemofilia A memerlukan tambahan faktor VIII, sedangkan penderita hemofilia B memerlukan tambahan faktor IX.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat ini, pemberian faktor VIII dan faktor IX untuk penderita hemofilia semakin praktis. Faktor VIII atau faktor IX telah dikemas dalam bentuk konsentrat sehingga mudah untuk disuntikkan dan menunjang home therapy (terapi mandiri). Pendarahan akan berhenti bila pemberian faktor VIII atau faktor IX mencapai kadar yang dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih terkait dengan pengobatan hemofilia, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia memberikan beberapa saran, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Segera obati bila terjadi perdarahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada umumnya, penderita hemofilia dapat merasakan suatu sensasi (nyeri atau seperti urat ditarik) di lokasi yang akan mengalami perdarahan. Dalam keadaan ini, pengobatan dapat segera dilakukan, sehingga akan menghentikan perdarahan, mengurangi rasa sakit, dan mengurangi risiko terjadinya kerusakan sendi, otot, maupun organ lain. Makin cepat perdarahan diobati, makin sedikit faktor VIII atau faktor IX yang diperlukan untuk menghentikan perdarahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila ragu-ragu, segera obati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadangkala pada penderita hemofilia terjadi gejala yang tidak jelas &amp;nbsp;perdarahan atau bukan. Bila ini terjadi, jangan ditunda, segera berikan faktor VIII dan faktor IX. Jangan ditunggu sampai gejala klinik yang lebih jelas timbul, seperti rasa panas, bengkak, dan nyeri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;* Sampai saat ini, belum ada terapi yang dapat menyembuhkan hemofilia, namun dengan pengobatan yang memadai penderita dapat hidup sehat. Tanpa pengobatan yang memadai, penderita hemophilia, terutama hemofilia berat berisiko besar mengalami kecacatan. Penderita bisa mengalami kemuduran fisik dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau bahkan meninggal dalam usia sangat muda. (trillion.wordpress.com/2008/05/17/mengenali-gejala-hemofilia/)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Susilowarno, Gunawan,dkk. 2007. BIOLOGI. Gramedia Widiasarana Indonesia : Jakarta. Hal : 144&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suryo. 1990. GENETIKA. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta. Hal 194 - 197&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(http://www.indosiar.com/ragam/49310/apa-dan-bagaimana-hemofilia)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(trillion.wordpress.com/2008/05/17/mengenali-gejala-hemofilia/)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(http://medicastore.com/penyakit/768/hemofilia.html)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-3206494248443524675?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/3206494248443524675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/3206494248443524675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/3206494248443524675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/1.html' title='Hemofilia'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-btWRbVowHFE/T0UXsHJpD3I/AAAAAAAAAec/cbJcU_sMeCY/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-1956776209640484861</id><published>2012-02-22T08:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-22T08:00:15.470-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anatomi Dan Fisiologi Tumbuhan'/><title type='text'>Dormansi</title><content type='html'>Ada banyak biji yang tidak akan berkecambah, meskipun kondisi minimum air, oksigen, dan suhu telah dipenuhi. Benih ini tidak diam tetapi dianggap terbengkalai. Dormansi berarti bahwa ada kondisi-kondisi tambahan yang harus dipenuhi sebelum perkecambahan dapat dilanjutkan. Banyak biji gulma, misalnya tidak akan berkecambah kecuali benih lembab terkena cahaya. Bibit lainnya belum dewasa ketika gudang dari tanaman induk dan memerlukan jangka pematangan, disebut setelah pematangan, sebelum mereka akan berkecambah. Setelah-pematangan sering dipicu oleh suhu rendah, seperti itu dalam biji apel dan buah-buahan yang serupa. Biji apel, ceri, persik, kenari, dan beberapa pohon maple tidak akan tumbuh kecuali benih lembab yang diadakan pada suhu di atas titik beku untuk jangka waktu 2-6 bulan. Petani komersial mendorong perkecambahan spesies ini dengan menempatkan benih dibasahi dalam kulkas, proses yang disebut stratifikasi. Kebutuhan untuk stratifikasi memastikan bahwa benih berkecambah musim semi berikutnya, daripada berkecambah precociously pada musim gugur ketika bibit tidak akan punya waktu untuk menjadi mapan sebelum musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa benih memiliki jaket benih yang sangat keras yang membatasi penyerapan air atau oksigen dan tidak akan berkecambah sampai mantel biji telah terganggu, proses yang disebut skarifikasi. Di laboratorium atau kebun, skarifikasi dapat dicapai dengan nicking mantel biji dengan pisau, file, atau amplas. Di alam, skarifikasi dapat dicapai dengan tindakan pasir atau jamur. Banyak benih diskarifikasi ketika mereka melalui usus setelah dimakan oleh seekor binatang. Benih tidak hanya bertahan perjalanan, tetapi perkecambahan adalah ditingkatkan karena asam dalam usus hewan telah melemahkan kulit biji. Dalam laboratorium fisiologi tanaman, benih kemuliaan pagi biasanya direndam dalam asam sulfat pekat (pengobatan yang disebut skarifikasi asam) hingga satu jam dalam rangka untuk meningkatkan tingkat dan keseragaman perkecambahan mereka. Benih mantel beberapa spesies padang pasir mengandung inhibitor pertumbuhan yang harus tercuci oleh hujan gurun sebelum benih akan berkecambah.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Dbgb_2uurJo/T0UQwpRjBcI/AAAAAAAAAeE/ZhrD8Tpufko/s1600/ai.png" /&gt;&lt;/div&gt;Keterangan: &amp;nbsp;Gambar ini merupakan penampang melintang kulit biji. Dari gambar terlihat lapisannya sangat tebal sehingga menyebabkan air maupun oksigen sulit untuk masuk kedalam biji. Hal ini merupakan salah satu penyebab dormansi pada biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih mekanisme dormansi adalah nilai besar untuk kelangsungan hidup spesies. Setelah-pematangan, misalnya, memastikan bahwa benih tidak berkecambah ketika baru saja tertumpah dalam musim gugur namun menunggu hingga musim semi ketika kelangsungan hidup bibit jauh lebih mungkin. Skarifikasi dalam usus binatang memastikan penyebaran luas dari benih. Kebutuhan untuk inhibitor resapan dari mantel benih spesies gurun memastikan bahwa benih berkecambah hanya selama hujan gurun jarang terjadi ketika ada air yang cukup untuk pembibitan untuk menjadi mapan. Selain karena struktur kulit biji yang keras, dormansi biji juga terjadi karena kondisi embrio yang belum matang karena ketika buah gugur dari tangkainya, embrio &amp;nbsp;belum menyelesaikan tahap perkembangannya (belum mengalami differensiasi). Embrio yang secara morfologis sudah berkembang pun masih membutuhkan waktu untuk mencapai bentuk dan ukuran yang sempurna dan perkembangan embrio tidak secepat jaringan yang ada di sekelilingnya sehingga perkecambahan perlu ditunda dengan cara dormansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan buah, seperti buah batu, buah keras, dan buah padi, dormansi umumnya disebabkan karena adanya kulit buah yang keras pembungkus embrio yang dapat mengganggu penyerapan air dan/atau oksigen, serta menjadi penghalang mekanis tumbuhnya embrio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meristem kuncup yang berpotensi untuk tumbuh namun tidak melakukan pertumbuhan atau pertumbuhannya sangat lambat juga disebabkan karena dormansi kuncup. Kuncup dorman mempunyai ruas yang sangat pendek. Dormansi kuncup diawali dengan perubahan pola pada daun-daunnya yang seharusnya tumbuh membesar tetapi mereduksi menjadi semacam sisik yang disebut sisik kuncup. Sisik kuncup membatasi difusi oksigen ke meristem yang ada di lapisan bawahnya maka dapat disamakan dengan kulit biji. Sisik kuncup yang terbentuk akan membungkus kuncup apikal selama periode dormansi dan akan ditanggalkan setelah kuncup memulai pertumbuhannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pada biji, buah, dan kuncup, dormansi juga dapat dijumpai pada organ penyimpan bawah tanah, seperti rizhoma, umbi, bulbi, dan subang. Penyebab terjadinya dormansi bermacam-macam, ada yang spontan dan ada yang karena keadaan lingkungan, misalnya kekurangan air dan rendahnya temperatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji pinus tidak dapat berkecambah sampai skala kerucut terpisah, yang memungkinkan benih yang akan dirilis. Pada sebagian besar spesies, kerucut mengering sendiri, tetapi dalam spesies seperti jack pinus diresapi dengan bahan resin yang membuat kerucut tertutup selama bertahun-tahun pada pohon hidup. Timbangan tetap ditutup sampai mengalami panas yang ekstrim, biasanya oleh kebakaran hutan. Api tidak mengkonsumsi kerucut, yang tinggi di pohon, tapi panas mencair resin dan mengering kerucut cukup untuk skala kerucut untuk membuka dan melepaskan benih setelah api telah berlalu. Untuk alasan ini, jack pinus sering spesies pohon pertama untuk terisi kembali terbakar di daerah di utara Amerika Serikat dan Kanada pusat. Ini hanya beberapa contoh yang menggambarkan bagaimana strategi perkecambahan biji yang terkait erat dengan kelangsungan hidup pada niche tertentu ekologi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proses Respirasi dan Fotosintesis pada Tumbuhan yang Mengalami Dormansi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dormansi bukan hanya peristiwa pengistirahatan metabolisme tetapi sering melibatkan proses perkembangan organ-organ khusus. Dengan demikian, dormansi merupakan peristiwa perkembangan terprogram yang memerlukan metabolisme khusus untuk menghentikan aktivitas metabolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kulit tebal, maka air tidak bisa masuk, sehingga reaksi respirasi tidak dapat berlangsung. Sementara air diperlukan untuk menginisiasi giberelin untuk merangsang pembelahan sel. Selain itu, air yg masuk nantinya akan menghidrolisis amilum yg ada pada endosperm menjadi glukosa atau sumber energy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dgn fotosintesis, tidak dapat berlngsung karena organ pada tanaman tentu saja tidak mempunyai klorofil yang dibutuhkan pada proses fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peran Hormon pada Dormansi Tumbuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Asam absisik hormon pada awalnya ditemukan dan kimia ditandai melalui studi inhibitor dalam tunas dan daun yang terlibat dalam timbulnya dormansi dan drop daun (amputasi) pada tanaman berkayu. Asam absisik tidak ada sedikit atau hubungannya dengan salah satu dari fenomena ini tetapi tidak memiliki peran penting dalam pensinyalan stress air dan mengatur perkecambahan biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dormansi benih nilai hidup yang besar karena memastikan bahwa benih akan berkecambah hanya ketika ada kondisi yang optimal cahaya, suhu, dan kelembaban. Apa yang mencegah benih tersebar di musim gugur dari berkecambah segera, hanya untuk dibunuh oleh musim dingin? Mekanisme apa menjamin bahwa benih tersebut tumbuh di musim semi? Untuk itu, apa yang mencegah biji berkecambah di pedalaman, gelap lembab buah? Jawaban atas pertanyaan ini adalah ABA. Tingkat untuk ABA dapat meningkatkan 100 kali lipat selama pematangan benih. Tingkat tinggi ABA di biji akan jatuh tempo pada hibit perkecambahan dan menginduksi produksi protein khusus yang membantu benih menahan dehidrasi ekstrim yang menyertai pematangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jenis benih dorman berkecambah ketika ABA dihapus atau tidak aktif dalam beberapa cara. Benih-benih beberapa tanaman gurun dormansi istirahat hanya ketika hujan deras mencuci ABA keluar benih. Bibit lainnya membutuhkan sinar terang atau terlalu lama untuk dingin untuk memicu inaktivasi ABA. Seringkali rasio ABA untuk giberelin menentukan apakah benih masih aktif atau berkecambah, dan penambahan ABA untuk bibit yang prima untuk berkecambah mengembalikan mereka ke kondisi tidak aktif. Sebuah mutan jagung yang memiliki butir yang berkecambah saat masih rebus tidak memiliki faktor transkripsi fungsional diperlukan untuk ABA untuk menginduksi ekspresi gen tertentu.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Campbell, Reece and Mitchell. 2002. &lt;i&gt;Biologi Edisi Kelima Jilid 1. &lt;/i&gt;Jakarta: Penerbit Erlangga.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Hopkins, William G. 2006. Plant Development. New York: Chelsea House&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-1956776209640484861?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/1956776209640484861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/dormansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/1956776209640484861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/1956776209640484861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/dormansi.html' title='Dormansi'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Dbgb_2uurJo/T0UQwpRjBcI/AAAAAAAAAeE/ZhrD8Tpufko/s72-c/ai.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-352244443043978113</id><published>2012-02-21T23:16:00.008-08:00</published><updated>2012-02-22T04:09:30.367-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><title type='text'>DIVISI SCHIZOPHYTA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Berdasarkan aturan yang tercantum dalam Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (KITT), nama ilmiah untuk divisi diambil dari kata yang menunjukkan ciri khas yang berlaku untuk seluruh warganya, ditambahkan akhiran –phyta. Schyzophyta memiliki ciri khas yang berkembang biak dengan membelah diri (schizein= membelah, phyton= tumbuhan). Selain itu ada ciri-ciri lain yaitu: tubuhnya uniseluler, protoplas belum terdiferensiasi dengan jelas, inti dan plastida belum nyata. Tumbuhan belah dianggap sebagai kelompok dengan tingkat perkembangan filogenetik yang paling rendah, dan dari segi evolusi termasuk tumbuhan yang paling tua dan paling primitive. Schizophyta dibedakan menjadi 2 kelas, yaitu Bakteri (Bacteria atau Schizomycetes) dan Ganggang biru (ganggang belah= ganggang lendir= Chanophyceae= Schizophyceae= Myxophyceae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kelas Bacteria/Schizomycetes&lt;br /&gt;Semua anggota bakteri memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Uniseluler, dimasukkan dalam golongan jasad renik/mikroba.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perkembangan studinya sejalan dengan penemuan mikroskop oleh Antonie Van Leewenhoek (abad 17), dilanjutkan oleh Lousie Pasteur, Davaine, Robert Koch, dan Winogradisky.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk bakteri ada 4 macam, yaitu: batang, peluru (bola), koma, dan spiral/spirilum.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ukurannya sekitar 0,001 mm; terbesar 100 mikron; terkecil 0,1 mikron.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://1.bp.blogspot.com/-1yrpBCYvJm8/T0SegupEDyI/AAAAAAAAAZ0/BqpfNI7TKJY/s400/bentuk-bakteri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Selnya memiliki karakteristik tertentu antara lain:&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dinding sel berupa peptidoglikan, ada yang dilapisi oleh selaput bergelatin sehingga dalam larutan air menjadi berlendir.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;DNA, RNA tersebar dalam plasma, inti bersifat difus (tersebar) disebut nukleoid.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tidak dijumpai plastida, kecuali pada familia Thiorhodaceae yang memiliki derivat klorofil (bakteri ototrof; bakterioklorofil, bakterio viridian, bakterio eritrin) dan karotenoid.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada plasmanya dijumpai vakuola kecil berisi cadangan makanan berupa glikogen, amilose, lemak, protein, dan volutin.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="385" src="http://4.bp.blogspot.com/-rp7r9vHsWr4/T0SfVwANMuI/AAAAAAAAAZ8/wTKDTQcjPik/s400/struktur-sel-bakteri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bergerak dapat secara aktif atau secara pasif. Bakteri yang bergerak aktif memiliki flagel (= rambut plasma). Macam-macam flagel bakteri, yaitu Monotrikh (1 di ujung), sub polar (2 di bawah rusuk), lofotrikh (banyak di ujung), peritrikh (banyak menyeluruh).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://3.bp.blogspot.com/-XtKZGW1d_bI/T0SftuoJWcI/AAAAAAAAAaE/e7UUoF9Au_c/s400/flagel-bakteri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pembentukan flagel itu hanya terjadi dalam tingkat tertentudari daur hidupnya, sehingga dalam fase lain dalam hidupnya, bakteri itu tidak mempunyai flagel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri berkembang biak dengan membelah diri setelah itu sel-sel anakan kemudian dapat membentuk koloni &amp;nbsp;(sel bergandengan satu sama lain). Sifat ini dapat menolong identifikasi bakteri. Ada 4 macam koloni bakteri:&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Diplococcus, koloni terdiri dari sepasang sel berbentuk bola&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sarcina, koloni berbentuk kubus&lt;br /&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Streptococcus, koloni seperti bentuk rantai&lt;br /&gt;d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Staphylococcus, koloni seperti buah anggur&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://3.bp.blogspot.com/--KLtnRi9oJI/T0SgmxdS-RI/AAAAAAAAAaM/34yZKjmolv0/s400/bentuk-koloni-bakteri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara hidupnya bakteri umumnya adalah heterotrof, sebagai saprofit atau parasit. Namun ada yang autrotrof.&lt;br /&gt;Heterotrof= zat-zat organic yang diperlukan diperoleh dari organism lain&lt;br /&gt;Autotrof= mampu menyediakan sendiri zat-zat organic yang diperlukannya&lt;br /&gt;Saprofit= zat organic diperoleh dari organism yang sudah mati&lt;br /&gt;Parasit= zat organic diperoleh dari organism yang masih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebagai saprofit, bakteri dapat melakukan proses pembusukan bila terjadinya menimbulkan zat-zat berbau busuk dan dinamakan fermentasi bila merupakan suatu pernapasan intramolekuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri parasit ada 3 macam yaitu:&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Parasit obligat, hidup sebagai parasit saja&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Parasit fakultatif, dapat hidup sebagai parasit maupun saprofit&lt;br /&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Patogen, hidup sebagai parasit dan menimbulkan penyakit bagi inangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri autotrof dibedakan menjadi 2 golongan&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kemoautotrof, bila energi untuk asimilasi (kemosintesis diperoleh dari reaksi kimia, contohnya bakteri nitrit menghasilkan NH3, bakteri nitrat mengoksidasikan HNO2, bakteri belerang mengoksidasikan senyawa belerang.&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fotoautotrof, bila energi asimilasi (fotosintesis) diperoleh dari cahaya matahari, contohnya bakteri dari familia Thiorhodaceae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, bakteri digolongkan menjadi:&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri aerob, untuk hidupnya memerlukan oksigen bebas.&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri anaerob, dapat hidup tanpa oksigen bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri dapat hidup dalam bermacam-macam habitat, distribusi luas, kosmopolit di air, tanah, sisa tumbuhan, sisa hewan, daerah tropis, sub tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada kondisi yang tidak menguntungkan bagi kehidupannya (terlalu panas atau terlalu dingin), bakteri dapat membentuk endospora yaitu badan bulat dengan dinding yang baru berisi zat-zat cadangan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel bakteri yang membentuk spora tampak sebagai ruangan berisi benda bulat, yang letaknya dapat di salah satu ujung ruang itu, dapat pula di tengah-tengah.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-LcL2bZUUMTU/T0S9-V2gzeI/AAAAAAAAAaU/lliKAT95pvQ/s400/endospora-bakteri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BCu5UdtsNVk/T0S-uvo9nBI/AAAAAAAAAac/rH8460EsoMY/s1600/pembentukan-spora.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-BCu5UdtsNVk/T0S-uvo9nBI/AAAAAAAAAac/rH8460EsoMY/s400/pembentukan-spora.jpg" width="336" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Peranan bakteri bagi manusia ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan.&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menguntungkan:&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;mengubah nira menjadi tuak (&lt;i&gt;Saccharomyces tuac&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;mengubah alkohol menjadi gula (&lt;i&gt;Mycoderma aceti&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;mengubah susu menjadi yoghurt (&lt;i&gt;Lactobacillus caucasicus&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;bersimbiosis membentuk bintil akar, memfiksasi N2 bebas menjadi pupuk (&lt;i&gt;Rhiobium leguminosarium&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;mengubah protein menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman (&lt;i&gt;Nitrosomonas javanensis&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; Nitrobacter agilis&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;merugikan:&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;membusukkan bahan makanan, dapat diatasi dengan pengeringan, penambahan gula/garam, pengasaman, pendinginan, pasteurisasi.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menimbulkan penyakit pada tumbuhan, hewan, manusia. &lt;i&gt;Pseudomonas solanacearum&lt;/i&gt; (menyerang Solanaceae), &lt;i&gt;Bacillus anthracis&lt;/i&gt; (menyebabkan penyakit antraks), &lt;i&gt;Vibrio cholera&lt;/i&gt; (penyakit kolera), &lt;i&gt;Mycobacterium tuberculosis&lt;/i&gt; (TBC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klasifikasi dari kelas bakteri amat sulit, yang ada belum memuaskan. Kurangnya diferensiasi morfologi merupakan salah satu sebabnya. Sehingga cara penggolongan kadang hanya berdasarkan sifat fisiologinya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Salah satu klasifikasi bakteri yang banyak dipakai dalam taksonomi, menyatakan bahwa kelas Bacteria dibagi dalam 7 bangsa/ordo, yaitu:&lt;br /&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pseudomonadales&lt;br /&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Chlamydobacteriales&lt;br /&gt;3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Eubacteriales&lt;br /&gt;4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Actinomycetales&lt;br /&gt;5)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Beggiatoales&lt;br /&gt;6)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Myxobacteriales&lt;br /&gt;7)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Spirochaetales&lt;br /&gt;Masing-masing bangsa tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Pseudomonadales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel peluru, batang lurus, bengkok, spiral, rantai.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Selnya sering mengandung pigmen fotosintetik berwana hijau atau lembayung.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bergerak dengan flagel yang polar.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdiri dari 6 suku/familia yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Thiorhodaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Plastida berwarna lembayung, disebut bakteri lembayung, dapat berfotosintesis&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam lingkungan dengan H2S, ada tetes belerang dalam selnya.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Thiosarcina rosea&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Thiocapsa floridana&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; Thiodictyon elegans&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; Thiospirillum sanguineum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://1.bp.blogspot.com/-UBoMZs0tFBU/T0TDvR1yOJI/AAAAAAAAAak/yz4h0QJyoYo/s400/bakteri-lembayung.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nitrobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri kemoautotrof dan memperoleh energi untuk asimilasi dari oksidasi metan, disebut bakteri nitrat.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Nitrosomonas europea&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Nitrosococcus nitrosus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Nitrobacter winogradiskyi&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; Nitrobacter agile&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://3.bp.blogspot.com/-vK1-oLnx40A/T0THHdRZWJI/AAAAAAAAAas/0Oyc4F0A1KE/s320/bakteri-nitrat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Methanomonadaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri kemoautotrof dan memperoleh energi untuk asimilasi dari oksida metan, hydrogen, karbon monoksida, disebut bakteri metan.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contohnya &lt;i&gt;Methylomonas methanica&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Hydrogenomonas flava&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Carboxydomonas obligocarbophila&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="106" src="http://3.bp.blogspot.com/-zyK6JXXI1PI/T0TI9ykSYKI/AAAAAAAAAa0/qAPVdbLzJf0/s320/bakteri-metan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: bakteri metan: (kiri) &lt;i&gt;Methylomonas methanica&lt;/i&gt;, berdiameter 0,6 mikron. (kanan) &lt;i&gt;Methilococcus capsulatus&lt;/i&gt;, berdiameter 1 mikron (dikutip dari Brock and Madigan,1991)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Thiobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Disebut bakteri belerang, kemoautotrof, dan memperoleh energi dengan oksidasi senyawa-senyawa belerang.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam plasmanya, belerang bebas ada dalam bentuk butir-butir atau Kristal.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Thiobacillus thioparus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Thiobacterium cristalliferum&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Thiospora bipanctata&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="110" src="http://3.bp.blogspot.com/-buXB_gSOqw8/T0TKOJSLvhI/AAAAAAAAAa8/AlVtxGirxJ4/s320/bakteri-belerang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: bakteri belerang&amp;nbsp;&lt;i&gt;Thiobacillus neapolitamus &lt;/i&gt;berdiameter 1 mikron (dikutip dari Brock and Madigan,1991)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;e)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pseudomonadaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri heterotrof, jarang autotrof fakultatif.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-selnya seringkali bersifat oksidatif, kadang-kadang fermentative.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh &lt;i&gt;Pseudomonas cocovernanans&lt;/i&gt; (racun tempe bongkrek), &lt;i&gt;Pseudomonas solanacearum&lt;/i&gt; (menimbulkan penyakit layu pada Solanaceae dan kacang tanah), &lt;i&gt;Pseudomonas denitrificans&lt;/i&gt; (mereduksi nitrat menjadi N2).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://4.bp.blogspot.com/-86OSSx4GwBw/T0TKzwOvkPI/AAAAAAAAAbE/f2JyzTizK1A/s320/bakteri-pseudomonas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: bakteri &lt;i&gt;Pseudomonas cepacia &lt;/i&gt;pada mdia agar (dikutip dari Brock and Madigan,1991)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;f)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Spirillaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri-bakteri dengan tubuh yang bengkok, berbentuk koma sampai spiral.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh:&lt;i&gt; Vibrio coma&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Vibrio cholera&lt;/i&gt;), penyebab penyakit muntaber; &lt;i&gt;Desulfovibrio desulfuricans&lt;/i&gt;, mereduksi sulfat menjadi sulfide; &lt;i&gt;Spirillum minus&lt;/i&gt;; &lt;i&gt;Spirillum lipoferum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="285" src="http://1.bp.blogspot.com/-TwbmBBX1C-E/T0TLdQIQdFI/AAAAAAAAAbM/HSRV3rOYGEw/s400/bakteri-spiral.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Chlamydobacteriales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel seperti benang, kadang diselubungi sarungsarung yang mengandung senyawa besi.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel yang terlepas dari koloninya dapat bergerak bebas.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa ini dibedakan menjadi 2 suku, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Chlamidobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Koloni berbentuk benang, kadang dengan cabang semu.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dapat membentuk sel kembara yang bergerak aktif.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri besi dengan sarung koloni mengandung senyawa besi.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Sphaerotilus natans&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;S. dichotomus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Leptothrix ochracea&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Crenotrichaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Koloni berbentuk benang, tidak menghasilkan sel-sel kembara.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Crenotrix polyspora&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-GNLhAl7jleI/T0TNGlBOFXI/AAAAAAAAAbU/wx4i-csevz8/s400/leptotrix.jpg" width="286" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Eubacteriales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel bulat, batang lurus, terpisah atau berantai.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bergerak dengan flagel peritrikh, tapi ada juga yang tidak bergerak.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdiri dari 7 bangsa/ordo yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Azotobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel jorong atau batang, mirip sel khamir.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hidup bebas dalam tanah, penambat N2.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Azotobacter chorococcum&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;A. indicus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;A. agilis&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://1.bp.blogspot.com/-_RTCyX84BUk/T0TOiVV-uII/AAAAAAAAAbc/LLDuFokqOc4/s320/azotobacter.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rizobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel bentuk batang, kadang bercabang.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Seringkali bersimbiosis dengan tumbuhan Leguminosae membentuk bintil akar.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh:&lt;i&gt; Rhizobium leguminosarum&lt;/i&gt; (membentuk bintil pada Lathyrus, Pisum, Vicia), &lt;i&gt;R. japonicum&lt;/i&gt; (pada kedelai), &lt;i&gt;R. phaseoli&lt;/i&gt; (pada Phaseolus).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://4.bp.blogspot.com/-244BaW887o4/T0TPxiRM3qI/AAAAAAAAAbk/lidCtcn_wDY/s320/bintil.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Enterobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menimbulkan fermentasi anaerobic pada glukosa, kadang laktosa.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sering terdapat pada saluran pernapasan dan saluran kencing vertebrata.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lainnya hidup bebas dan bersifat patogen.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Eschericia coli&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Salmonella thyposa&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;S. parathypi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Shigella dysentriae&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-wgKdtFawbr4/T0TQugwU4BI/AAAAAAAAAbs/G24K6jbDTo4/s320/salmonella.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Micrococcaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel seperti peluru, atau dalam bentuk koloni tetrad, kubus, atau massa tak beraturan.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Sarcina lutea&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;S. aurantiaca&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Micrococcus denitrificans&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Staphylococcus aureus&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://1.bp.blogspot.com/-rCzUuHrfaOY/T0TRVWgxo6I/AAAAAAAAAb0/fVnezfWuo_c/s320/sarcina.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;e)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Neisseriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel berbentuk peluru, seringkali berpasangan.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Neisseria gonorrhoeae&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Micrococcus gonorrhoeae&lt;/i&gt;) penyebab penyakit kencing nanah, &lt;i&gt;N. meningitides&lt;/i&gt; (penyebab meningitis).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://2.bp.blogspot.com/-MV9T_Y-QZVo/T0TR6zZKy_I/AAAAAAAAAb8/qLS4VnC9Mxw/s320/neiseria.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;f)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lactobacillaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bakteri bentuk peluru atau batang, menimbulkan fermentasi asam laktat.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Disebut bakteri laktat.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Lactobacillus caucasicus&lt;/i&gt; (yoghurt), &lt;i&gt;Streptococcus pygenes&lt;/i&gt; (menimbulkan nanah atau keracunan darah), &lt;i&gt;Diplococcus pneumonia&lt;/i&gt; (pneumonia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bacillaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel bentuk batang, menghasilkan endospora.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Bacillus subtilis&lt;/i&gt; (penghasil basitrasin), &lt;i&gt;B. atracis&lt;/i&gt; (penyakit antraks),&lt;i&gt; B. polymixa&lt;/i&gt; (penghasil polimiksin), &lt;i&gt;Clostridium pasteurianum&lt;/i&gt; (penambat N2).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-ibqv1-s1Ifo/T0TSsT8kZ-I/AAAAAAAAAcE/0zBMQf_gwVM/s400/bakteri-asam-laktat1.jpg" width="376" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="208" src="http://1.bp.blogspot.com/-2zCTexAGobc/T0TS6sm4StI/AAAAAAAAAcM/sUz4A3SLaSw/s400/bakteri-asam-laktat-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://2.bp.blogspot.com/-pZbV-6mjqjA/T0TTIAtx0-I/AAAAAAAAAcU/rP7YjgPjU3Y/s320/bacillus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Actinomycetales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel bentuk batang memanjang mirip hifa jamur, dan cenderung bercabang-cabang.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anggotanya terdiri berbagai jenis jamur yang bersuku sebagai berikut:&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mycobacteriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel tidak membentuk miselium atau hanya miselium yang rudimenter.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Mycobacterium tuberculosis&lt;/i&gt; (penyebab TBC), &lt;i&gt;M. leprae &lt;/i&gt;(lepra/kusta).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://1.bp.blogspot.com/-szzi6SYfCOs/T0TUXINYwQI/AAAAAAAAAcc/_EM9wDyvTJM/s400/mycobacteria.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Actinomycetaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Membentuk miselium, spora terbentuk dalam fragmen-fragmen miselium.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Actinomyces bovis &lt;/i&gt;(penyebab penyakit mulut pada ternak).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bux6OlpQUgQ/T0TU9EuZ5PI/AAAAAAAAAck/aRnqELebPng/s640/actinomyces.jpg" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Streptomycetaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Membentuk miselium, miselium vegetatif tidak terbagi-bagi.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Streptomyces aurefaciens&lt;/i&gt; (menghasilkan aureomisin); &lt;i&gt;S. griseus&lt;/i&gt; (streptomisin); &lt;i&gt;S. fradiae &lt;/i&gt;(neomisin dan fradisin); &lt;i&gt;S. rimosus&lt;/i&gt; (tetramisin)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-wxRgNgkuOPM/T0TVj80xtZI/AAAAAAAAAcs/Eq6VRKdcG0A/s400/steptomyces.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Beggiatoales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel bentuk kokus atau berbentuk benang dengan butir belerang, baik di dalam atau di permukaan tubuh.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bergerak dengan meluncur, berkelok atau berguling, dan tidak berflagel.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdiri dari satu suku yaitu suku Beggiatoaceae, dengan ciri-ciri:&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel berbentuk benang dengan butir belerang di dalam atau dipermkaan sel.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam lingkungan kaya H2S di selnya sering terdapat butir-butir belerang.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Beggiatoa alba&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;B. gigantean&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Thiospirillopsis floridana&lt;/i&gt; (dalam sumber air belerang), &lt;i&gt;Thotrix nivea &lt;/i&gt;(dalam air tawar mengandung H2S).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://4.bp.blogspot.com/-aziMDe0bCus/T0TWxtc2SeI/AAAAAAAAAc0/BZVHzn8v05c/s320/beggiatoa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Mycobacteriales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-selnya berbentuk batang yang lentur, merayap pada subtrat yang padat membentuk koloni yang tipis merata pada subtrat (lendir).&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dapat membentuk tubuh buah.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdiri dari bakteri-bakteri lendir yang terbagi menjadi 2 famili yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cytophagaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tidak membentuk tubuh buah maupun sel-sel istirahat (mikrokista).&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dapat membentuk zat warna tertentu.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Cyptohaga lutea&lt;/i&gt; (membentuk zat warna kuning), &lt;i&gt;C. ruba&lt;/i&gt; (merah jambu).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://4.bp.blogspot.com/-KPQBvbdbKIg/T0TXGZ8ed-I/AAAAAAAAAc8/9g6EnyxaRyg/s320/cytophaga.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Myxococcae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mikrosista bulat atau jorong, punya dinding nyata.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Sporocytophaga myxoccoides&lt;/i&gt;: sel spiral, lentur, bergerak seperti ular; &lt;i&gt;Myxococcus virescens&lt;/i&gt;, dengan tubuh buah berwarna kuning kehijauan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://2.bp.blogspot.com/-LCuPdunx4eY/T0TXnk6Sa5I/AAAAAAAAAdE/sYgk4pHVPhY/s320/myxococus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Spirochaetales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel-sel langsing, lentur, panjang berukuran 6-500 µm.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdiri dari 2 suku yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Spirochaetaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel berukuran 30-500 mikron, mempunyai struktur protoplasma tertentu&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anggotanya penghuni air tawar yang menggenang atau air laut atau hidup dalam alat pencernaan makanan kerang.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Spirochaeta plicatilis&lt;/i&gt; (dalam air tawar atau air laut), &lt;i&gt;Cristispira balbianii&lt;/i&gt; (parasit pada ikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Treponemataceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berbentuk spiral, panjang tubuh 4-16 mikron.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Treponema pallidum&lt;/i&gt;, penyebab penyakit sifilis; &lt;i&gt;T. pertenue&lt;/i&gt;, penyakit frambusia; &lt;i&gt;Borelia anseria&lt;/i&gt;, patogen untuk burung.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://3.bp.blogspot.com/-dfbqsKiGPgk/T0TYNLX2EMI/AAAAAAAAAdM/igEprkeiAFw/s320/spirochaeta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kelas Cyanophyceae&lt;br /&gt;Disebut alga biru atau ganggang belah (Schizophyceae) atau ganggang lendir (Myxophyceae), yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Uniseluler, atau berkoloni berbentuk benang dengan struktur yang masih sederhana.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berkembang biak dengan membelah tubuhnya.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memiliki cadangan makanan berupa glikogen/butir-butir sianofisin (lipoprotein) diperifer, serta ada juga yang berupa volutin.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dinding sel mengandung pektin, hemiselulosa, dan selulosa yang bila bereaksi dengan air seperti lendir.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada plasma bagian tepi terdapat klorofil a, karotenoid, fikosianin, fikoklorofil, yang belum terlokalisasi dan sifatnya labil menyebabkan warna tidak tetap. Sifat ini disebut adaptasi kromatik (yaitu jika cahaya hijau mengenai ganggang ini akan berwarna merah, sedang cahaya merah mengenai ganggang ini akan berwarna hijau/biru). Kromatofora ini sangat berkaitan erat dengan fotosintesis I.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Inti sel bersifat difus, di tengah sel, belum jelas hanya terdapat DNA/RNA belum terlokalisasi dan kromosom belum jelas tampak.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada sel yang tua terdapat vakuola.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Umumnya tidak bergerak, namun dari jenis-jenis yang berbentuk benang dapat mengadakan gerakan meluncur sambil mengeluarkan lendir.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://4.bp.blogspot.com/-dbyjD5FC2Ak/T0TYo467qCI/AAAAAAAAAdU/RfgzgHJs1fo/s400/cyanophyceae.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Chanophyceae dibagi menjadi 3 bangsa/ordo yaitu:&lt;br /&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Chorococcales&lt;br /&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Chamaesiphonales&lt;br /&gt;3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hormogonales&lt;br /&gt;Adapun deskripsi mengenai ke 3 bangsa tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Chorococcales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel membulat tunggal atau berkelompok.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memiliki klorofil, karotenoid, fikosianin, fikoklorofil.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berwarna kehijauan pada habitat berair.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Di bagian tepi protoplasma/dinding sel berlendir (menyebabkan warna berkilau).&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menyenangi tempat lembab seperti batu cadas dan tembok.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anggota ordo ini yaitu: Familia Chorococcae&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Chorococcus turgidus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Gleocapsa sanguine&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="98" src="http://4.bp.blogspot.com/--qMdDSmRZGs/T0TY9aqD_DI/AAAAAAAAAdc/f9gjznaQ2q4/s320/chroococcus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Chamaesiphonales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel bulat tunggal atau berkoloni bentuk benang.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Koloni dapat putus jika akan membentuk horomogonium (= sel yang tidak terisi protoplas, selnya jernih dengan dinding sel yang jelas).&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Potongan koloni dapat bergerak merayap dan membentuk koloni baru.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dapat juga membentuk endospora dan keluar dari sel tumbuh menjadi individu baru.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anggota ordo ini yaitu: Familia Chamaesiphonaceae&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Chamaesiphon confervicolus&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://2.bp.blogspot.com/-wWYPCAbYkWY/T0TZLlgdBKI/AAAAAAAAAdk/PAv-Qyq6cp4/s320/chamaesiphon.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangsa Hormogonales&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel bulat dengan sudut membulat dan persegi&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Koloni berbentuk benang.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Benang bercabang palsu terbentuk dari keluarnya plasma dari dinding sel dan terbentuklah hormogonium.&lt;br /&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anggota ordo ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Familia Oscilatoriaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hidup dalam air atau di atas tanah basah.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bentuk sel bulat dengan sudut persegi.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dapat membentuk koloni benang, dan dinding sel mengeluarkan lendir.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada jarak tertentu pada benang terdapat sel-sel yang dindingnya tebal, berwarna kekuningan (hilang kromatofornya), disebut heterosista. Heterosista dapat tumbuh menjadi benang yang baru, fungsinya belum jelas, biasanya lekas mati.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Oscillatoria linosa&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;O. princeps&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://2.bp.blogspot.com/-45bEdMKeoM8/T0TZlFlrwcI/AAAAAAAAAds/RVjHzummueU/s320/oscillatoria.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Familia Rivulariaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Membentuk percabangan yang banyak.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pangkalnya terdiri atas suatu heterosista, ujungnya berambut.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: R&lt;i&gt;ivularia bullata&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;R. haematites&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="110" src="http://3.bp.blogspot.com/-W08gmk8ZdAU/T0TZ0d1wPmI/AAAAAAAAAd0/_YIaeTpvXCc/s320/rivularia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Familia Nostotaceae&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sel bulat memenjang dengan ujung membulat, terbentuk heterosista dan akinet (sel berisi klorofil) di sebagian besar selnya.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dapat menambat N dari udara, seringkali bersimbiosis dengan Fungi dan Lichenes.&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contoh: &lt;i&gt;Nostoc commune&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;N. sphaeroides&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Anabaena cycaeae &lt;/i&gt;( bersimbiosis dengan pakis haji/&lt;i&gt;Cycas rumphii&lt;/i&gt; dalam akar-akarnya yang berbentuk seperti bunga karang), &lt;i&gt;A. azollae &lt;/i&gt;(bersimbiosis dengan &lt;i&gt;Azolla pinnata&lt;/i&gt; sejenis paku air, dalam daunnya yang hidup di sawah atau di rawa).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://2.bp.blogspot.com/-ODxJwHqE1kM/T0TaVuJ46GI/AAAAAAAAAd8/w5LIYlTPM0A/s320/anabaena.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Brock, T.D. dan M.T. Madigan. 1991. Biology of Microorganisma. Prentice Hall, Inc. USA.&lt;br /&gt;Kimball, J.W. 1992. Biologi. Jilid 3. Erlangga. Jakarta.&lt;br /&gt;Scheeler, P. dan D.E. Bianchi. 1987. Cell and Molecular Biology. John Wiley &amp;amp; Sons, Inc. New York, Chichester, Brisbane, Toronto, Singapore.&lt;br /&gt;Smith, G.M. 1965. Cryptogamic Botany (Schizophyta and Thallophyta). Mc Graw-Hill, Inc. New York.&lt;br /&gt;Tjirosoepomo, G. 1998. Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;sumber: Hasnunidah, Neni. 2007. Botani Tumbuhan Rendah. Unila.&amp;nbsp;Bandarlampung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-352244443043978113?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/352244443043978113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/divisi-schizophyta_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/352244443043978113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/352244443043978113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/divisi-schizophyta_21.html' title='DIVISI SCHIZOPHYTA'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1yrpBCYvJm8/T0SegupEDyI/AAAAAAAAAZ0/BqpfNI7TKJY/s72-c/bentuk-bakteri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-5959586890201563800</id><published>2012-02-21T07:15:00.002-08:00</published><updated>2012-02-21T07:23:23.770-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genetika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evolusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Rekombinasi Gen</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;Rekombinasi genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda &amp;nbsp;dari orang tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Proses Rekombinan Gen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Selama meiosis, kromosom homolog, yang diwariskan dari setiap induk, menukarkan beberapa gennya dengan cara pindah silang. Kemudian kromosom homolog itu dan alel yang dibawanya memisah secara acak menjadi gamet yang terpisah. Gamet dari satu individu akan bervariasi susunan genetiknya. Masing-masing gamet mewakili satu hasil dari semua kemungkinan kombinasi antara kromosom maternal dan kromosom paternal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Rekombinasi mengijinkan alel sama yang berdekatan satu sama lainnya pada unting DNA diwariskan secara bebas. Namun laju rekombinasi adalah rendah, karena pada manusia dengan potongan satu juta pasangan basa DNA, terdapat satu di antara seratus peluang kejadian rekombinasi terjadi per generasi. Akibatnya, gen-gen yang berdekatan pada kromosom tidak selalu disusun ulang menjauhi satu sama lainnya, sehingga cenderung diwariskan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pengaruh Rekombinan Gen Terhadap Evolusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pada proses rekombinasi genetika, organisme seksual juga dapat bertukar ganti DNA antara dua kromosom yang berpadanan. Rekombinasi dan pemilahan ulang tidak mengubahan frekuensi alel, namun mengubah alel mana yang diasosiasikan satu sama lainnya, menghasilkan keturunan dengan kombinasi alel yang baru. Hal ini terus berlangsung dan akan menyebabkan terjadinya evolusi pada manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;unduh makalah selengkapnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/18665329/rekombinasigen.docx.html" target="_blank"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-5959586890201563800?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/5959586890201563800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/rekombinasi-gen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/5959586890201563800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/5959586890201563800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/rekombinasi-gen.html' title='Rekombinasi Gen'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-5579937650057945905</id><published>2012-02-21T06:21:00.001-08:00</published><updated>2012-02-21T23:46:54.199-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biokimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Vitamin B2 (Riboflavin)</title><content type='html'>Struktur Kimia dan Sejarah&lt;br /&gt;Riboflavin (vitamin B2) dikenal pertama kali pada tahun 1879 sebagai suatu zat berwarna kuning yang terdapat dalam susu, dan dinamakan laktokrom. Ternyata zat yang sama ditemukan juga dalam daging, hati, ragi, telur dan berbagai sayuran, dan selanjutnya disebut sebagai &amp;nbsp;flavin. Oleh peneliti di Inggris disebut vitamin B2 setelah faktor antiberi-beri ditemukan vitamin B1. Nama riboflavin diberikan karena adanya ribose dalam rumus kimianya sperti terlihat pada gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="http://3.bp.blogspot.com/-8Iz9nYRI_u0/T0OoK1uqR3I/AAAAAAAAAZM/tHGIfl95puk/s400/vit+b2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Struktur Kimia Vitamin B2 (Riboflavin)&lt;/div&gt;Dalam badan riboflavin diubah &amp;nbsp;menjadi koenzim riboflavin fosfat atau flavin adenosin dinukleotida (FAD), melalui reaksi berikut :&lt;br /&gt;Riboflavin + ATP---&amp;gt; FMN + ADP&lt;br /&gt;FMN + ATP---&amp;gt; FAD + PP ( pirofosfat )&lt;br /&gt;Keduanya merupakan bentuk aktif &amp;nbsp;riboflavin dan berperan sebagai koenzim dalam berbagai proses metabolisme (Hedi R Dewoto dan S.Wardhini B.P , 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dari alam dan sintetik&lt;br /&gt;Sumber dari alam: daging, hati, ragi, telur dan berbagai sayuran serta susu. Susu dan produk-produk susu, misalnya keju, merupakan sumber yang baik untuk riboflavin. Untuk itu ketersediaannya &amp;nbsp;dalam makanan sehari-hari sangat penting. Hampir semua sayuran&amp;nbsp;hijau dan biji-bijian mengandung riboflavin; brokoli, jamur dan bayam merupakan sumber yang baik (Hedi R. Dewoto dan S. Wardhini B.P , 1995)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/-OIUMUwqn8vs/T0SdK4yzIVI/AAAAAAAAAZU/8CR10Kts2jw/s320/vitamin+b2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Vitamin B &amp;nbsp; ( Riboflavin )&lt;br /&gt;Hal ini diperlukan untuk berbagai proses selular.&lt;br /&gt;Riboflavin sangat penting untuk konversi protein, lemak dan karbohidrat menjadi gula, yang "dibakar" untuk menghasilkan energi.&lt;br /&gt;Hal ini membantu dalam produksi dan perbaikan jaringan tubuh, efisiensi penggunaan oksigen oleh sel-sel.&lt;br /&gt;Riboflavin &amp;nbsp;membantu pertumbuhan normal dan pengembangan, produksi dan regulasi hormon tertentu, pembentukan sel darah merah dan antibodi.&lt;br /&gt;Ini &amp;nbsp; mempromosikan kulit yang sehat, &amp;nbsp; kuku, dan rambut, dan memperkuat lapisan lendir mulut, bibir, dan lidah.&lt;br /&gt;Riboflavin&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;juga&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;memainkan&amp;nbsp;peranan&amp;nbsp;penting&amp;nbsp;dalam&amp;nbsp;kesehatan&amp;nbsp;mata&amp;nbsp;dan meredakan&amp;nbsp;ketegangan&amp;nbsp;mata. Vitamin&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;terutama&amp;nbsp;bermanfaat&amp;nbsp;dalam menangkal kecenderungan terhadap glaukoma.&lt;br /&gt;Tubuh membutuhkan riboflavin untuk mempertahankan selaput lendir yang di seluruh saluran pencernaan dan untuk menjaga otot sepanjang lapisan saluran pencernaan.&lt;br /&gt;Riboflavin membantu pencernaan dan membantu dalam fungsi sistem saraf.&lt;br /&gt;Ia juga bekerja sebagai antioksidan dengan cara menetralisir partikel merusak dalam tubuh yang dikenal sebagai radikal bebas.&lt;br /&gt;Riboflavin juga dibutuhkan untuk aktivasi dan dukungan kegiatan vitamin B6, folat, niasin, dan vitamin K.&lt;br /&gt;Persediaan cukup vitamin B2 memberikan kekuatan dan membantu untuk&amp;nbsp;menjaga tampilan dan rasa pemuda.&lt;br /&gt;Menanggulangi anemia (Anonim, Tanpa tahun)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/-CIQih4mFj68/T0SdTm1N_3I/AAAAAAAAAZc/l1a0jHhxU7Q/s320/18100.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisiologi dan Farmakodinamik&lt;br /&gt;Pemberian riboflavin baik secara oral maupun parenteral tidak memberikan efek farmakodinamik yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Defisiensi Riboflavin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keadaan ini ditandai dengan gejala sakit tenggorok dan radang di sudut mulut (stomatitis angularis), keilosis, glositis, lidah berwarna merah dan licin. Timbul dermatisis seboroik di muka, anggota gerak dan seluruh badan. Gejala-gejala pada mata adalah fotofobia, lakrimasi, gatal &amp;nbsp;dan panas. Pada pemeriksaan tampak &amp;nbsp;vaskularisasi kornea dan katarak. Anemia yang menyertai defisiensi riboflavin biasanya bersifat normokrom normositer.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Kebutuhan sehari&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebutuhan tiap individu akan riboflavin berbanding lurus dengan energy yang digunakan, minimum 0,3 mg /1000 kcal. RDA untuk riboflavin adalah 0,6 mg/1000 kkal perhari. Jadi sekitar 1,2 mg perhari untuk &amp;nbsp;2000 kkal &amp;nbsp;diet. Anak-anak dan wanita hamil membutuhkan tambahan riboflavin karena vitamin ini penting untuk pertumbuhan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Farmakokinetik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemberian&amp;nbsp;secara&amp;nbsp;oral&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;parenteral&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;diabsorpsi&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;baikdan didistribusikan merata ke seluruh jaringan. Asupan yang berlebihan akan dikeluarkan melalui urin dalam bentuk utuh. Dalam tinja ditemukan riboflavin yang disintesis oleh kuman di saluran cerna, tetapi tidak ada bukti nyata yang menjelaskan bahwa zat tersebut dapat diabsorpsi melalui mukosa usus (Hedi &amp;nbsp;R. &amp;nbsp;Dewoto dan S. Wardhini &amp;nbsp;B.P , 1995).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sediaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sediannya biasanya berupa bentuk tablet.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Indikasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penggunaannya yang utama adalah untuk pencegahan dan terapi defisiensi vitamin B2 yang sering menyertai pelagra atau defisiensi vitamin B kompleks lainnya, sehingga riboflavin sering diberikan bersama vitamin lain. Dosis untuk pengobatan adalah 5-10 mg/ hari (Hedi R. Dewoto dan S. Wardhini B.P , 1995).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kekurangan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak&amp;nbsp;ada&amp;nbsp;penyakit&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;berhubungan&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;kekurangan&amp;nbsp;riboflavin. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gejala seperti iritasi, kulit merah dan keretakan kulit dekat dengan sudut mata dan bibir seperti halnya sensitivitas yang berlebihan terhadap sinar (photophobia). Hal ini dapat juga menyebabkan keretakan pada sudut mulut (cheilosis). Kekurangan vitamin B2 juga ini akan mengakibatkan pertumbuhan gigi dan tulang tidak sempurna, mata dan kulit mengering serta daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun (Anonim, 2009).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; color: #464545; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Deviyanti, dkk. 2010.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: white; color: #464545; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Vitamin&lt;/i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #464545; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;. Universitas Islam Bandung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-5579937650057945905?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/5579937650057945905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/vitamin-b2-riboflavin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/5579937650057945905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/5579937650057945905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/vitamin-b2-riboflavin.html' title='Vitamin B2 (Riboflavin)'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8Iz9nYRI_u0/T0OoK1uqR3I/AAAAAAAAAZM/tHGIfl95puk/s72-c/vit+b2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-8471830435732433983</id><published>2012-02-21T05:34:00.003-08:00</published><updated>2012-02-21T23:49:25.283-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biokimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Vitamin B1 (Tiamin)</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sejarah&lt;br /&gt;Sejak akhir abad ke-19 telah diketahui bahwa insiden penyakit beri-beri dapat diturunkan dengan suatu perubahan diet. Kemudian, Eijkman, seorang dokter dari Jawa menyatakan bahwa penyakit beri-beri dapat disembuhkan dengan pemberian bekatul beras. Ternyata vitamin ini juga ditemukan dalam ragi, sayur mayur, kacang-kacangan, susu, kuning telur dan hati.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="244" src="http://2.bp.blogspot.com/-CeCj-8VgJtI/T0Sdt3cUT7I/AAAAAAAAAZk/reRJkkSGSWI/s320/tiamin2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-T-9oXTHWYbc/T0Ocos8y5zI/AAAAAAAAAZE/PlowrC0G6-s/s1600/vit+b1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Kimia&lt;br /&gt;Tiamin atau vitamin B1 merupakan kompleks molekul organik yang mengandung satu inti tiazol dan pirimidin. Dalam badan zat ini akan diubah menjadi tiaminpiroposfat atau tiamin-PP, dengan reaksi sebagai berikut :&lt;br /&gt;Tiamin + ATP ---&amp;gt; Tiamin-PP &amp;nbsp;+ &amp;nbsp;AMP&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Farmakodinamik dan Fisiologi&lt;br /&gt;Pada dosis kecil atau dosis terapi tiamin tidak memperlihatkan efek farmakodinamik yang nyata. Pada pemberian intravena secara cepat dapat terjadi efek langsung pada pembuluh darah perifer berupa vasodilatasi ringan, disertai penurunan darah yang bersifat sementara. Meskipun tiamin berperan dalam metabolisme karbohidrat, pemberian dosis besar tidak mempengaruhi kadar gula darah. Dosis toksik pada hewan coba adalah 125-350 mg/kg BB secara intravena dan kira-kira 40 kalinya untuk pemberian oral. Pada manusia reaksi toksik setelah pemberian parenteral biasanya terjadi karena reaksi alergi.&lt;br /&gt;Tiaminpiroposfat adalah bentuk aktif tiamin yang berfungsi sebagai koenzim dalam karboksilasi asam piruvat dan asam ketoglutarat. Peningkatan kadar asam piruvat dalam darah merupakan salah satu defisiensi tiamin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Defisiensi Tiamin&lt;br /&gt;Defisiensi berat menimbulkan penyakit beri-beri yang gejalanya terutama tampak pada sistem saraf dan kardiovaskular. Gangguan saraf &amp;nbsp;dapat berupa neuritis perifer dengan gejala rasa berat dan lemah pada tungkai, gangguan sensorik seperti hiperestesia, anestesia, rasa nyeri dan rasa terbakar. Kekuatan otot semakin &amp;nbsp;berkurang dan &amp;nbsp;pada keadaan berat dapat terjadi kelumpuhan tungkai. Kelainan pada sistem &amp;nbsp;saraf pusat dapat berupa depresi, kelelahan, lekas tersinggung, serta &amp;nbsp;menurunnya kemampuan konsentrasi dan daya ingat. Gejala yang timbul pada sistem kardiovaskular dapat berupa gejala insufisiensi jantung antara lain sesak nafas setelah kerja jasmani, palpitasi, takikardi, gangguan ritme serta pembesaran jantung dan perubahan elektrokardiogram. Pada saluran cerna gangguan dapat berupa konstipasi, nafsu makan berkurang, perasaan tertekan dan nyeri di daerah epigastrium. Beri-beri basah adalah bentuk defisinsi tiamin yang disertai udem. Bengkak ini terjadi karena hipoprotro binemia dan gangguan fungsi jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan sehari&lt;br /&gt;Karena tiamin penting untuk metabolisme energi, terutama karbohidrat, maka kebutuhan akan tiamin umumnya sebanding dengan asupan kalori. Kebutuhan minimum adalah 0,3 mg/1000 kcal, sedangkan AKG di Indonesia ialah 0,3-0,4 mg/hari untuk bayi, 1,0 mg/hari untuk orang dewasa dan 1,2 mg/hari untuk wanita hamil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Farmakokinetik&lt;br /&gt;Setelah pemberian parenteral absorpsi berlangsung dalam usus halus dan duodenum, maksimal 8-15 mg/hari yang dicapai dengan pemberian oral sebanyak 40 mg. Dalam satu hari sebanyak 1 mg tiamin mengalami degradasi di jaringan tubuh. Jika asupan jauh melebihi jumlah tersebut, maka zat ini akan dikeluarkan melalui &amp;nbsp; urin sebagai tiamin atau pirimidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Samping&lt;br /&gt;Tiamin tidak menimbulkan efek toksik bila diberikan per oral dan bila kelebihan tiamin &amp;nbsp;cepat &amp;nbsp;diekskresi &amp;nbsp;melalui urin. Meskipun jarang reaksi anafilaktoid dapat terjadi setelah pemberian intravena dosis besar pada penderita yang sensitive, dan beberapa diantaranya bersifat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediaan dan Indikasi&lt;br /&gt;Tiamin HCl (Vitamin B1, aneorin HCL) tersedia dalam bentuk tablet 5-500 mg, larutan steril 100-200 mg untuk penggunaan parenteral, dan eklisir mengandung 2-25 mg tiamin tiap ml.&lt;br /&gt;Tiamin diindikasikan pada pencegahan dan pengobatan defisiensi tiamin dengan dosis 2-5 mg/hari &amp;nbsp; untuk &amp;nbsp;pencegahan defisiensi dan 5-10 mg tiga kali sehari untuk pengobatan defisiensi. Dosis lebih besar parenteral dianjurkan untuk kasus berat akan tetapi respons tidak meningkat dengan dosis lebih dari 30 mg/hari. Tindakan pencegahan dilakukan pada penderita dengan gangguan absorpsi, misalnya pada diare kronik, atau pada keadaan dengan kecepatan metabolisme yang meningkat.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://1.bp.blogspot.com/-otEWxayywQU/T0Sd4PQwngI/AAAAAAAAAZs/LWP30BtYAJo/s320/tiamin1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tiamin berguna untuk pengobatan berbagai neuritis yang disebabkan oleh defisiensi tiamin, misalnya pada (1) neuritis alkoholik yang terjadi karena sumber kalori hanya alkohol saja; (2) wanita hamil yang kurang gizi; atau &amp;nbsp;(3) penderita emesis gravidarum. Pada trigeminal neuralgia, neuritis yang menyertai anemia, penyakit infeksi dan pemakaian obat tertentu, pemberian tiamin kadang-kadang dapat memberikan Tiamin juga digunakan untuk pengobatan penyakit jantung dan gangguan saluran cerna yang dasarnya defisiensi tiamin.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sumber: Deviyanti, dkk. 2010. &lt;i&gt;Vitamin&lt;/i&gt;. Universitas Islam Bandung&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-8471830435732433983?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/8471830435732433983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/vitamin-b1-tiamin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/8471830435732433983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/8471830435732433983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/vitamin-b1-tiamin.html' title='Vitamin B1 (Tiamin)'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CeCj-8VgJtI/T0Sdt3cUT7I/AAAAAAAAAZk/reRJkkSGSWI/s72-c/tiamin2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-6162177361368042413</id><published>2012-02-19T05:14:00.003-08:00</published><updated>2012-02-21T04:47:20.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anatomi Dan Fisiologi Tumbuhan'/><title type='text'>Organ Tumbuhan</title><content type='html'>Tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta meliputi empat filum dunia tumbuhan, yaitu:&lt;br /&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Psilopsida (terutama sebagai fosil)&lt;br /&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lycopsida (paku kawat)&lt;br /&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sphenopsida (paku ekor kuda)&lt;br /&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pteropsida (paku sejati, Gymnospermae atau tumbuhan berbiji yang menghasilkan conus, dan angiospermae atau tumbuhan berbiji yang berbunga). Angiospermae sekarang makin berkembang menjadi kelompok tumbuhan terbesar di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur umum tumbuhan berbiji dapat dijelaskan sebagai berikut. Di dalam biji terdapat embrio yang dilindungi oleh kulit biji. Embrio tersebut mendapat pasokan makanan dari jaringan penyimpan makanan. Embrio mempunyai sumbu dengan dua buah kutub, yaitu calon akar dan batang. Di sebelah lateral sumbu terdapat kotiledon atau daun buah yang berfungsi untuk menyimpan makanan pada jaringan khusus, yang disebut endosperm. Pada kondisi baik, biji akan berkecambah menjadi tumbuhan muda. Pertumbuhan akar menuju ke tanah dan pertumbuhan batang menuju ke atas. Pertumbuhan akar dan batang ini, dengan pembentukan sel baru yang dilakukan oleh jaringan meristem pada titik tumbuh, diikuti dengan pertumbuhan dan diferensiasi sel. Tumbuhan dewasa akan membentuk bunga. Setelah bunga masak akan terjadi penyerbukan dan pembuahan sehingga terbentuklah buah yang berisi biji. Biji ini nantinya akan tumbuh sehingga lengkaplah daur hidupnya. Beberapa tumbuhan segera mati setelah pembentukan biji (tumbuhan semusim), sedangkan yang lain terus tumbuh untuk beberapa tahun dan menjadi semak atau pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRUKTUR UMUM TUMBUHAN&lt;br /&gt;Organ tumbuhan seperti halnya pada hewan, tersusun atas jaringan (sekelompok sel yang mempunyai keaktifan khas). Jaringan tersusun atas sel. Di dalam setiap sel hidup terdapat protoplasma yang dibatasi oleh dinding sel dan di dalam sel itulah semua proses metabolisme terjadi.&lt;br /&gt;Secara umum organ tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga. Akar tumbuh ke dalam tanah sehingga memperkuat berdirinya tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk mengambil air dan garam mineral dari dalam tanah. Seperti halnya beberapa organ lain pada tumbuhan, akar juga berfungsi untuk menyimpan makanan. Pada batang terdapat daun yang berfungsi menghasilkan makanan melalui fotosintesis dan mengeluarkan air melalui transpirasi. Selain itu, batang juga berperan untuk lewatnya air dan garam minerl dari akar ke daun dan lewatnya hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-usuu8YNq02s/T0EFSS5VzBI/AAAAAAAAAYg/fzCsx43gz9o/s1600/organ+tumbuhan+1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: skema penampang membujur berbagai organ tumbuhan: (1) biji kacang-kacangan; (2,3,4) tumbuhan dikotil pada tiga tahap perkembangan (embrio, taoge, dewasa); (5) bunga; (6) biji tomat; dan (7) biji jagung. (Fahn, 1989:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ujung akar dan batang terdapat meristem pucuk. Sel meristem pucuk terus membelah, kemudian tumbuh dan terdiferensiasi sehingga tumbuhan membesar. Ujung batang bersama daun muda membentuk kuncup. Ada juga yang mengalami modifikasi membentuk sisik, yang berfungsi sebagai pelindung meristem pucuk.&lt;br /&gt;Bunga merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan. Ada tumbuhan yang berbunga sempurna dan ada yang berbunga tidak sempurna. Bunga sempurna memiliki benang sari sebagai alat kelamin jantan dan putk sebagai alat kelamin betina. Bunga tidak sempurna ada yang memiliki benang sari, tetapi tidak memiliki putik. Bunga yang demikian disebut bunga jantan. Sementara, bunga yang tidak memiliki benang sari, tetapi memiliki putik disebut benga betina. Ada tumbuhan berbunga tunggal, yaitu jika pada setiap tangkai hanya terdapat satu bunga. Ada pula tumbuhan berbunga majemuk, yaitu juga pada satu tangkai terdapat banyak bunga membentuk rangkaian/karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKAR&lt;br /&gt;Sistem perakaran pada rumput-rumputan dan monokotil lain disebut sistem akar serabut. Setiap akar pada sistem akar serabut mempunyai ukuran yang hampir sama. Lain halnya dengan tumbuhan dikotil. Tumbuhan dikotil mempunyai akar utama yang bercabang; dan akar cabang ini dapat bercabang lagi. Sistem perakaran seperti ini disebut sistem akar tunggang.&lt;br /&gt;Akar muda mempunyai rambut halus yang disebut rambut akar, yang hanya terdapat pada bagian yang dekat dengan ujung akar. Rambut akar dapat jelas dilihat pada biji yang dikecambahkan pada kertas saring basah atau pasir yang lembab. Rambut akar terdapat dalam jumlah yang besar dan merupakan penonjolan epidermis akar. Rambut akar hidup relatif pendek. Akar akan terus menerus membentuk rambut akar yang baru di dekat ujung akar, yang kemudian terus tumbuh dan menekan ke dalam tanah. Rambut akar dapat memperluas bidang penyerapan air dan garam tanah.&lt;br /&gt;Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang rapat yang berperan sebagai jaringan pelindung. Di sebelah dalam epidermis terdapat daerah yang relatif tebal, yaitu korteks. Korteks terdiri atas sel parenkim yang antar sel setu dengn lainnya terdapat ruang antarsel. Lapisan di sebelah dalam korteks merupakan selapis sel yang disebut endodermis. Dalam pertumbuhan primer, dinding sel endodermis tipis, hanya terdapat penebalan berbentuk pita melingkar yang disebut pita kaspari.&lt;br /&gt;Bagian tengah akar disebut silinder pusat yang terdiri atas jaringan pengangkut air, yaitu xilem (pembuluh kayu) dan jaringan pengangkut makanan, yaitu floem (pembuluh tapis). Antara jaringan pembuluh (xilem dan floem) dan endodermis terdapat satu lapisan sel parenkim yang disebut perisiklus. Sel pembentuk perisiklus sama dengan sel pembentuk xilem maupun floem, yaitu sel meristem. Perisiklus masih bersifat meristematis sehingga memperluas penampang akar.&lt;br /&gt;Xilem terdiri atas trakeida dan elemen pembuluh, serabut, dan sel parenkim. Sel trakeida dewasa merupakan sel memanjang dengan dinding tebal, dan pada dinding tersebut terdapat bagian tempat yang tipis yang dapat dilewati air dengan mudah. Elemen pembuluh juga seperti sel trakeida, tetapi pada bagian ujungnya terdapat lubang ke arah vertikal. Susunan elemen pembuluh ini disebut trakea. Serabut merupakan sel yang memanjang dengan dinding sel tebal dan berfungsi sebagai penguat jaringan. Sementara, sel parenkim merupakan jaringan pengisi yang berfungsi sebagai penyimpan makanan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Y2dfjC3fvI/T0EGSNVmgvI/AAAAAAAAAYo/SIHrkElKxjE/s320/organ+tumbuhan+2.jpg" width="312" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar: (1) sistem akar serabut; (2) tumbuhan muda yang akarnya penuh dengan rambut akar; (3) sistem akar tunggang; (4-6) diagram penampang melintang akar dikotil pada berbagai jarak dari ujung akar yang menunjukkan tahap perkembangan dalam penebalan sekunder; (7) sepotong pembuluh; dan (8) trakeida. (Fahn, 1989:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Floem terdiri atas sel tapisan, sel pengiring, serabut, dan parenkim. Sel tapisan terdiri atas sel hidup yang tersusun vertikal yang berfungsi untuk mengangkut bahan organik. Sel pengiuring dan sel tapisan berkembang dari sel meristem yang sama. Sel meristem ini membelah secara longitudinal dan menghasilkan sel-sel dengan ukuran yang berbeda. Sel yang besar akan berkembang menjadi sel tapisan, sedangkan sel yang kecil menjadi sel pengiring. Ukuran panjang sel pengiring bervariasi; ada yang panjang seperti sel tapisan disampingnya adapula yang lebih pendek sehingga terbentuk deretan sel pengiring yang menempel pada sel tapisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-oqjOyNY8aBI/T0EG9dJShBI/AAAAAAAAAYw/v7uTz63bJ4s/s320/organ+tumbuhan+3.jpg" width="233" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: skema tumbuhan dikotil yang menunjukkan susunan jaringan utama: (1) penampang membujur dan (2,3,4) penampang melintang pada berbagai tingkat. (Essau, 1953)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Gymnospermae dan dikotil terdapat suatu jaringan meristem yang disebut kambium pembuluh (kambium vaskuler) yang mengelilingi xilem. Pertumbuhan meristem pucuk menyebebkan pertumbuhan menjari dengan penebalan organ. Sel kembium pembuluh membelah dan menghasilkan elemen xilem ke arah dalam dan elemen floem ke arah luar. Jaringan pembuluh yang berasal dari kambium disebut jaringan sekunder yang terdiri atas xilem sekunder dan floem sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATANG&lt;br /&gt;Berdasarkan sifat internal dan eksternalnya, tipe batang dibedakan menjadi: rumput-rumputan (gandum, jagung), herba atau terna (kacang-kacangan, bunga matahari, tomat), batang berkayu, dan pohon. Ada juga tipe batang yang mengadakan metamorfosis dengan bentuk khusus yang sesuai dengan lingkungan atau fungsinya. Tipe itu meliputi bulps atau umbi lapis (bawang) dan umbi (kentang) yang bberfungsi untuk menyimpan makanan. Batang sukulen pada tumbuhan kaktus berfungsi untuk menyimpan air dan melakukan fotosintesis, yaitu proses yang pada tumbuhan lain terjadi pada daun. Batang dapat juga mengalami modifikasi menjadi sulu (tendril) dan duri.&lt;br /&gt;Setelah mempelajari struktur luar batang atau cabang, kita dapat melihat bahwa susunan daun pada batang mempunyai pola khas. Bagian batang tempat menempelnya daun disebut nodus dan bagian batang diantara dua nodus disebut buku (internodus). Kuncup yang sebenarnya pucuk kecil juga terdapat pada batang. Kuncup yang terdapat pada ujung batang disebut kuncup terminal,. Pada bagian aksilar daun terdapat kuncup lateral atau kuncup aksilar, yang biasanya lebih kecil daripada kuncup terminal. Kuncup ini mengalami dormansi untuk periode tertentu (selama musim gugur) atau untuk beberapa tahun (sebagian besar kuncup aksilar.&lt;br /&gt;Selama sel meristem pucuk kuncup terminal mempunyai kemampuan untuk membelah, sebagian besar kuncup aksilar tetap dorman dan pertumbuhan pucuk yang tumbuh dari kuncup aksilar terbatas. Pertumbuhan cabang dan dormansi kuncup aksilar dikembalikan oleh kuncup terminal. Pada tumbuhan yang memiliki kuncup terminal pada sumbu utama, kuncup aksilar akan aktif selama hidup, dan mempunyai percabangan batang monopodium. Pada kebanyakan tumbuhan, meristem yang pucuk akan menghasilkan bunga setelah beberapa waktu menyokong perpanjangan batang dan menghasilkan daun. Pertumbuhan selanjutnya dilakukan oleh kuncup lateral dan cabang ini berfungsi sebagai sumbu utama. Percabangan semacam ini disebut simpodium.&lt;br /&gt;Setelah diferensiasi, meristem pucuk mengalami pemasakan jaringan. Pengamatan susunan jaringan suatu batang muda dari luar ke dalam dapat dibedakan dengan menggunakan mikroskop. Epidermis di bagian luar ditutupi oleh bahan dari lemak alam yang sangat tahan air, disebut kutin. Lapisan kutin ini disebut kutikula. Kutikula terutama juga tebal, bersifat kedap air dan gas (impermeabel). Pada epidermis sering terdapat rambut. Di sebelah dalam epidermis terdapat korteks. Di dalam korteks terdapat jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Parenkim berfungsi untuk menyimpan makanan; batang yang hijau juga berfungsi untuk fotosintesis. Kolenkim dan sklerenkim berperan sebagai jaringan penguat. Ada beberapa tipe sel kolenkim berdasarkan letak penebalannya. Dinding sel sklerenkim sangat tebal dan sebagian besar mengandung lignin. Sklerenkim dibedakan menjadi dua tipe yaitu sklerenkim serabut, yang panjang dan runcing ujungnya, dan sklereida, yang lebih kurang isodiametris atau bercabang.&lt;br /&gt;Di sebelah dalam korteks terdapat silinder pusat yang berisi jaringan pembuluh. Jaringan pembuluh tersusun dalam suatu susunan yang hiasa disebut ikatan pembuluh (berkas pengangkut). Tiap berkas pengangkut terdiri atas xilem di bagian dalam dan floem di bagian luar. Pada beberapa tanaman, misalnya pada labu, floem terdapat dibagian dalam dan luar dari xilem. Pada Gymnospermae dan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran yang mengelilingi empulur. Sementara pada monokotil berkas pengangkut tersebar pada seluruh batang. Perbedaan lain antara monokotil, dikotil dan Gymnospermae adalah adanya kambium di antara xilem dan floem (pada dikotil dan Gymnospermae).&lt;br /&gt;Kambium menghasilkan xilem ke arah dalam (sentripental) dan floem ke arah luar (sentrifugal) sehingga menekan ke bagian luar floem. Jaringan berkas pengangkut yang dihasilkan langsung oleh meristem pucuk disebut xilem primer dan floem primer. Jaringan berkas pembuluh yang dihasilkan oleh kambium disebut xilem sekunder dan floem sekunder. Kambium mengadakan perkembangan sehingga penampang melintangnya menampakkan cincin kambium. Kambium menghasilkan xilem sekunder atau kayu, yang pada beberapa pohon diameternya dapat mencapai beberapa meter. Floem sekunder biasanya dihasilkan dalam jumlah yang lebih kecil daripada xilem sekunder. Floem sekunder bersama-sama dengan epidermis dan korteks akan membentuk kulit kayu.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://4.bp.blogspot.com/-h_4olTzwaOE/T0EHx0Fgl8I/AAAAAAAAAY4/hBFJgPHBkPg/s320/organ+tumbuhan+4.png" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Xilem sekunder atau kayu pada dasarnya berisi elemen yang sama dengan xilem primer, tetapi biasanya lebih banyak serabut dan sel parenkim yang tersusun kea rah radial, dan disebut jari-jari empulur. Pohon dengan daur pertumbuhan musiman mempunyai cincin pertumbuhan yang tampak pada penampang melintang batang.&lt;br /&gt;Semakin tebal kayu, semakin menekan epidermis dan korteks sehingga sering kali robek. Sebagai jaringan pelindung sekunder, tumbuhan membentuk lapisan gabus (fellem) yang menggantikan fungsi utama epidermis. Gabus terdiri atas sel pipih yang mati dan tidak mempunyai ruang antar sel. Sel ini dilapisi oleh lamella lemak yang disebut suberin. Jaringan ini dihasilkan oleh cambium gabus (felogen). Pada tumbuhan yang hidupnya lama, dengan bertambahnya diameter batang secara terus-menerus, cambium berkembang lebih lanjut ke bagian dalam, misalnya di dalam floem. Gabus merupakan penghalang yang tidak dapat ditembus (impermeable). Gabus dibentuk di dalam floem sekunder sehingga bagian floem yang terdapat di luarnya mati. Semua jaringan cambium di luar membentuk kulit kayu.&lt;br /&gt;Pasokan oksigen pada jaringan hidup yang ditutupi oleh gabus dilakukan oleh sekelompok sel yang mempunyai ruang antarsel yang disebut lentisel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAUN&lt;br /&gt;Fungsi utama daun adalah menyintesis bahan organic dengan menggunakan sinar sebagai sumber energy melalui proses fotosintesis. Pengubahan energy ini terjadi di dalam organel sel khusus yang disebut kloroplas, yang di dalamnya terdapat pigmen klorofil.&lt;br /&gt;Struktur luar dan di dalam daun berkaitan dengan perananya dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Daun biasanya rata dan tipis sehingga memudahkan masuknya sinar matahari ke dalam sel. Luas permukaan daun juga memungkinkan terjadinya pertukaran gas. Di dalam helaian daun juga terdapat jaringan pembuluh. Mesofil daun yang terdapat di antara epidermis atas dan bawah dibedakan menjadi dua macam, yaitu parenkim palisade yang terdiri atas sel yang panjang dan tidak mempunyai ruang antar sel dan parenkim spons yang terdiri atas sel yang berbentuk tidak teratur dengan ruang antarsel yang besar. Parenkim palisade lebih banyak mengandung kloroplas. Pada epidermis terdapat stomata yang membantu pertukaran gas antara jaringan daun dan atmosfer. Setiap stomata terdiri atas dua buah sel penutup yang mengelilingi lubang kecil. Stomata dapat membuka dan menutup sehingga dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran gas ked an dari daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUNGA&lt;br /&gt;Bunga merupakan organ reproduksi Angiospermae. Bunga dibentuk oleh meristem pucuk khusus yang berkembang dari ujung batang dan dipengaruhi oleh factor dalam maupun luar.&lt;br /&gt;Bunga terdiri atas sekelompok daun khusus yang disebut sepala, petala, stamen, dan karpela. Sepala biasanya berwarna hijau, dan seluruh sepala disebut kelopak bunga (kaliks) petala biasanya berwarna dan menarik, keseluruhannya disebut mahkota bunga (korola). Tiap stamen mempunyai sebuah tangkai sari (filament), yang di bagian ujungnya terdapat ruang sari (antera) dan di dalamnya berisi butir serbuk sari. Butir serbuk sari berisi gamet jantan atau sel sperma. Karpela ada yang tunggal, ada yang berkelompok. Karpela secara keseluruhan disebut putik (pisitium), yang dapat dibedakan menjadi tiga bagian: bagian basal adalah bakal buah (ovarium), bagian tengah merupakan tangkai yang disebut tangkai putik (stilus), dan bagian ujung disebut kepala putik (stigma). Di dalam ovarium terdapat ruang yang disebut lokulus, di dalamnya berisi ovulum yang merupakan gamet betina atau sel telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir serbuk sari yang sudah masak dapat disebarkan oleh angina tau serangga sehingga dapat mencapai kepala putik. Proses menempelnya butir serbuk sari di atas kepala putik ini disebut penyerbukan atau pollination. Butir serbuk sari akan berkecambah membentuk buluh serbuk yang berisi dua sel sperma. Buluh serbuk masuk ke dalam ovulum, salah satu dari sel sperma membuahi sel telur dan terbentuklah zigot. Zigot akan tumbuh menjadi embrio. Pada tahap ini karpela mulai tumbuh dan membentuk buah, sedangkan ovulum menjadi biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RANGKUMAN&lt;br /&gt;Tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta meliputi empat divisi, dan yang sekarang makin berkembang menjadi kelompok tanaman terbesar di bumi yaitu Spermatophyta atau tumbuhan biji, yang dikelompokkan menjadi tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) dan tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Di dalam biji terdapat embrio atau calon tumbuhan baru. Organ tumbuhan tersusun atas sekelompok sel yang mempunyai keaktifan sama, yang disebut jaringan. Sel merupakan unit fungsi terkecil makhluk hidup.&lt;br /&gt;Sistem perakaran tumbuhan ada dua macam, yaitu sistem akar serabut dan sistem akar tunggang. Pada akar muda terdapat rambut yang berumur relative pendek, berfungsi memperluas bidang penyerapan air dan garam tanah. Jaringan penyusun akar dari luar ke dalam secara berurutan adalah epidermis, korteks, dan silinder pusat yang terdiri atas jaringan xylem dan floem. Xylem berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut bahan organic (hasil fotosintesis).&lt;br /&gt;Berdasarkan sifatnya, tipe batang secara umum dibedakan menjadi tipe: (1) rumput-rumputan, (2) herba atau terna, (3) batang berkayu dan (4) pohon. Tipe batang dengan bentuk khusus sesuai dengan lingkungan atau fungsinya yaitu bulbus atau umbi lapis dan umbi, berfungsi menyimpan makanan; serta batang sukulen untuk menyimpan air dan melakukan fotosintesis, bisa juga bermodifikasi membentuk duri serta sulur atau tendril.&lt;br /&gt;Susunan anatomi batang dari luar ke dalam secara berurutan yaitu epidermis, korteks, dan silinder pusat yang berisi berkas pengangkut. Batang dikotil dan Gymnospermae mempunyai kambium dalam berkas pengangkut, yaitu di antara xilem dan floem. Kambium membentuk jaringan sekunder kea rah dalam maupun luar sehingga batang semakin tebal.&lt;br /&gt;Pada batang, menempel daun yang fungsi utamanya untuk fotosintesis. Fotosintesis terjadi dengan adanya pigmen klorofil di dalam kloroplas dan energi cahaya. Pada daun terdapat stomata atau mulut daun yang dapat membuka dan menutup sehingga dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran gas ked an dari daun. Membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh kekuatan (intensitas) cahaya.&lt;br /&gt;Organ reproduksi Angiospermae adalah bunga. Bagian bunga terdiri atas kelopak atau kaliks yang berwarna hijau dan mahkota atau korola yang biasanya berwarna-warni menarik. Di dalamnya terdapat benang sari atau stamen yang menghasilkan butir serbuk sari dan putik atau pistilum yang menghasilkan sel telur. Proses menempelnya butir serbuk sari di atas kepala putik disebut penyerbukan atau polinasi. Butir serbuk sari berkecambah menghasilkan sel sperma yang akan membuahi sel telur sehingga terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi embrio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISTILAH&lt;br /&gt;-Akropetal&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: terbentuk secara berurutan dari bagian dasar ke arah ujung sehingga bagian yang paling ujung merupakan yang termuda&lt;br /&gt;-Fellem&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: gabus dan lapisan bukan gabus yeng membentuk wilayah luar periderm yang dihasilkan sebagai kegiatan felogen.&lt;br /&gt;-Felogen&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: kambium gabus batang berkayu, timbul sebagai meristem sekunder, yang melahirkan gabus, dan felodermis; disebut juga kambium gabus.&lt;br /&gt;-Kuncup lateral: kuncup aksilar = &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;kuncup ketiak (axillary bud, lateral bud), kuncup yang tumbuh pada ketiak atau lampang daun.&lt;br /&gt;-Lentisel&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: jaringan spesifik yang terdapat pada periderm dan dapat dibedakan dengan fellem karena adanya ruang antar sel, berpori dan menonjol, biasanya berbentuk lonjong. Terbentuk jika lapisan epidermis bercabang berkayu digantikan oleh lapisan gabus. Lentisel memungkinkan pertukaran gas antara bagian dalam cabang dan atmosfer.&lt;br /&gt;-Monopodium&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: sistem percabangan dengan satu sumbu utama yang tumbuh terus di ujung dengan arah yang sama dengan pertumbuhan sebelumnya, sedangkan cabang sampingnya dibentuk satu per satu secara akropetal, berselang-seling atau dalam spiral.&lt;br /&gt;-Pepagan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: (bark) jaringan terluar yang melapisi batang kayu yang merupakan keseluruhan jaringan di luar kambium pembuluh, meliputi floem sekunder, korteks, dan epidermis; secara popular disebut kulit kayu.&lt;br /&gt;-Perisiklus&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: lapisan terluar stele, terletak langsung di bawah endodermis, disebut juga perikambium.&lt;br /&gt;-Pita kaspari&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: penebalan kedap air berupa pita mengayu atau menggabus yang mengelilingi dinding menjari sel endodermis akar.&lt;br /&gt;-Sel pengiring&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: (companion cells) sel sempit pada floem Gymnospermae yang tetap berinti, berasal dari sel induk unsur floem.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;sumber: Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Kanisius. Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-6162177361368042413?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/6162177361368042413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/organ-tumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/6162177361368042413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/6162177361368042413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/organ-tumbuhan.html' title='Organ Tumbuhan'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-usuu8YNq02s/T0EFSS5VzBI/AAAAAAAAAYg/fzCsx43gz9o/s72-c/organ+tumbuhan+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-4744934469565078852</id><published>2012-02-19T05:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-19T05:26:01.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Bimbingan Konseling dan Peran Evaluasi Guru Bidang Studi di Dalamnya</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;BAB II. &amp;nbsp;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2.1 Pengertian Bimbingan Konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Pengertian Bimbingan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Kegiatan bimbingan dan konseling dapat mencapai hasil yang efektif bilamana dimulai dari adanya program yang disusun dengan baik. Program bimbingan berisi rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pemberian layanan bimbingan dan konseling. Winkel dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 91) menjelaskan bahwa program bimbingan merupakan suatu rangakaian kegiatan terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitcheell (1981) program yang memberikan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan penyesuaian diri. Program bimbingan itu menyangkut dua faktor, yaitu: (1) faktor pelaksana atau orang yang akan memberikan bimbingan dan (2) faktor-faktor yang berkaitan dengan perlengkapan, metode, bentuk layanan siswa-siswa, dan sebagainya, yang mempunyai kaitan dengan kegiatan bimbingan. (Abu Ahmadi dalam Soetjipto dan Kosasi, 2009: 91).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Banyak sekali pendapat para ahli mengenai pengertian bimbingan. Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir. “Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;“Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri” (Chiskolm,1959). Bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian ini menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;“Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu” (Bernard &amp;amp; Fullmer ,1969). Bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;“Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik” (Mathewson,1969). Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;M. Surya (1988:12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya (Oemar Hamalik, 2000:193).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Bimbingan adalah suatu proses yang terus-menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat (Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang, 1990:11).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan dalam penelitian ini merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Pengertian Konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Istilah konseling sering diartikan sebagai penyuluhan, walaupun sebenarnya kurang tepat. Untuk menekankan kekhususannya digunakan istilah bimbingan dan konseling. Kegiatan-kegiatan konseling mempunyai ciri sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pada umumnya dilaksanakan secara individua\&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada umumnya dilaksanakan dalam suatu perjumpaan tatap muka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;3. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dibutuhkan orang yang ahli&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;4. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tujuan diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;5. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Klien pada akhirnya mampu memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Konseling merupakan suatu proses untuk memebantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangn dirinya,dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya ,proses tersebuat dapat terjadi setiap waktu. (Division of Conseling Psychologi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Menurut Mc Daniel (1956) suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kapadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinyasendiri dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut. (Berdnard &amp;amp; Fullmer ,1969)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Secara Etimologi berasal dari bahasa Latin “consilium “artinya “dengan” atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima atau “memahami” . Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti ”menyerahkan” atau “menyampaikan”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Menurut Pepinsky dalam Shetzer &amp;amp; Stone (1974), konseling adalah interaksi yang(a)terjadi antara dua orang individu ,masing-masing disebut konselor dan klien ;(b)terjadi dalam suasana yang profesional (c)dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudah kan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sedangkan, Smith dalam buku yang sama merumuskan bahwa konseling adalah suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tetang fakta-fakta yang berhubungan dengn pilihan,rencana,atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno, 1997:106).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang (Mungin Eddy Wibowo, 1986:39).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Dari pengertin tersebut, ciri-ciri pokok konseling, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(1) adanya bantuan dari seorang ahli,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(2) proses pemberian bantuan dilakukan dengan wawancara konseling,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(3) bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Dari beberapa pengertian bimbingan dan konseling diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari Bimbingan konseling merupakan proses bantuan psikologis dan kemanusiaan secara ilmiah dan profesional yang diberikan oleh pembimbing kepada yang dibimbing (peserta didik) agar ia dapat berkembang secara optimal, yaitu mampu memahami diri, mengarahkan diri, dan mengaktualisasikan diri, sesuai tahap perkembangan, sifat-sifat, potensi yang dimiliki, dan latar belakang kehidupan serta lingkungannya sehingga tercapai kebahagiaan dalam kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Menurut Tim MKDK IKIP Semarang (1990:5-9) ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(1) masalah perkembangan individu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;(2) masalah perbedaan individual,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(3) masalah kebutuhan individu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(4) masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku, dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(5) masalah belajar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2.2 &amp;nbsp;Fungsi Bimbingan Konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a. Fungsi penyaluran ( distributif )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b. Fungsi penyesuaian ( adjustif ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c. Fungsi adaptasi ( adaptif )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat (Sugiyo, 1987:14)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Adapun fungsi khusus bimbingan dan konseling, yakni khususnya di sekolah, menurut H.M. Umar, dkk, dalam Salahudin (2010: 129) adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Menolong anak dalam kesulitan belajarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Berusaha memberikan pelajaran yang sesuai denga minat dan kecakapan anak-anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Memberi nasihat kepada anak yang akan berhenti dari sekolahnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Memberi petunjuk kepada anak-anak yang melanjutkan belajarnya, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2.3 Prinsip Bimbingan Konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno, 1997:219). Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber, sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan, sikap dan tingkah laku seseorang, dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;d) &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif , mempunyai bayak inisiatif. Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;e) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;f) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;g) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;h) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;i) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;j) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya, di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno, 1997:219).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Berdasakan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) dinyatakan bahwakerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a. Layanan dasar bimbingan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang mengacu pada tugas-tugas perkembangan siswa SD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b. Layanan responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. Layanan ini lebih bersifat preventik atau mungkin kuratif. Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi. Isi layanan responsif adalah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(1) bidang pendidikan;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(2) bidang belajar;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(3)bidang sosial;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(4) bidang pribadi;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(5) bidang karir;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(6) bidang tata tertib SD;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(7) bidang narkotika dan perjudian;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(8) bidang perilaku sosial, dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(9)bidang kehidupan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c. Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karir,dan kehidupan sosial dan pribadinya. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;d. Dukungan sistem, adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangaan profesionalitas, hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasihat, masyarakat yang lebih luas, manajemen program, penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(1) layanan pengumpulan data,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(2) layanan informasi,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(3) layanan penempatan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(4) layanan konseling,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(5) layanan referal/melimpahkan ke pihak lain, dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;(6) layanan penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan, 2005:21).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2.4 Peran Guru Bidang Studi dalam Layanan BK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan BK, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Informator, guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Organisator, guru sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus, jadwal pelajaran dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Motivator, guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;d) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Director, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;e) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Inisiator, guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;f) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Transmitter, guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;g) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Fasilitator, guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;h) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Mediator, guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;i) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Evaluator, guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Soetjipto dan Kosasi (2009: 107-111) menyatakan bahwa peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah dapat dibedakan menjadi dua: (1) tugas dalam layanan bimbingan dalam kelas dan (2) di luar kelas. Dalam layanan bimbingan, guru mempunyai beberapa tugas utama, sebagaimana dituangkan dalam Kurikulum SMA 1975 tentang Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Guru perlu mempunyai gambaran yang jelas tentang tugas-tugas yang harus dilakukannya dalam kegiatan bimbingan. Kejelasan ini dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar-mengajar. Sehubungan dengan itu Rochman Natawidjaya dan Moh. Surya dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 108) mengemukakan beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu, siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mempu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, menyenanagkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;d) &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pemahaman siswa secara empatik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;e) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;f) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Penampilan diri secara ahli (genuine) tidak berpura-pura di depan siswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;g) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kekonkretan dalam menyatakan diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;h) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Penerimaan siswa secara apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;i) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Perlakuan terhadap siswa secara permissive.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;j) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;k) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja, melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;l) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Abu Ahmadi (1977) dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 109) mengemukakan peran guru sebagai pembimbing dalam melaksanakan proses belajar-mengajar, sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman, dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Mengusahakan aagar siswa-siswa dapat memahami dirinya, kecakapan-kecakapan, sikap, minat, dan pembawaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku sosial yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;d) &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;e) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Membantu memilih jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan, dan minatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Di samping tugas-tugas tersebut, guru juga dapat melakukan tugas-tugas bimbingan dalam proses pembelajaran seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Melaksanakan kegiatan diagnostik kesulitan belajar. Dalam hal ini guru mencari atau mengidentifikasi sumber-sumber kesulitan belajar yang dialami oleh siswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Guru dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya kepada murid dalam memecahkan masalah pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Tugas guru dalam layanan bimbingan tidak terbatas dalam kegiatan proses belajar-mengajar atau dalam kelas saja, tetapi juga kegiatan-kegiatan bimbingan di luar kelas. Tugas-tugas bimbingan itu antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;a) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Memberikan pengajaran perbaikan (remedial teaching).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;b) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Memberikan pengayaan dan pengembangan bakat siswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;c) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Melakukan kunjungan rumah (home visit).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;d) &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menyelenggarakan kelompok belajar, yang bermanfaat untuk: Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya, bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain. Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok. Mengatasi kesulitan-kesulitan, terutema dalam hal pelajaran secara bersama-sama. Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggungdi dalam masyarakat yang lebih luas. Memupuk rasa kegotongroyongan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Beberapa contoh kegiatan tersebut memberikan bukti bahwa tugas guru dalam kegiatan bimbingan sangat penting. Kegiatan bimbingan tidak semata-mata tugas konselor saja. Tanpa peran serta guru, pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah tidak dapat terwujud secara optimal. Gibson dan Mitchell dalam soetjipto dan kosasi (2009: 111) menyatakan bahwa guru mempunyai peranan yang besar dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Tugas utama guru kelas dalam layanan BK adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Melakukan kerja sama dengan guru pembimbing dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan bimbingan dan konseling.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Mengalihtangankan (merujuk) siswa yang memerlukan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Mengadakan upaya tindak lanjut layanan bimbingan dan konseling (program perbaikan dan program pengayaan, atau remedial teaching).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan bimbingan dan konseling dari guru pembimbing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian layanan bimbingan dan konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Menerapkan nilai-nilai bimbingan dalam PBM atau berinteraksi dengan siswa, seperti : bersikap respek kepada semua siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, atau berpendapat, memberikan reward kepada siswa yang menampilkan perilaku/prestasi yang baik, menampilkan pribadi sebagai figur moral yang berfungsi sebagai ”uswah hasanah”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;bertanggung jawab memberikan layanan bimbingan pada siswa dengan perbandingan 1 : 150 orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2.5 &amp;nbsp;Evaluasi Guru Bidang Studi dalam Kaitan Bimbingan Konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Evaluasi yang dilakukan oleh guru bidang studi kepada para siswa dapat termasuk tugas dalam layanan bimbingan dalam kelas. Guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Shertzer dan Stone (1966) mengemukakan pendapatnya: “Evaluation consist of making systematic judgements of the relative effectiveness with which goals are attained in relation to special standards“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku, atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu Evaluation. Dalam buku “Essentials of Educational Evaluation”, Edwind Wand dan Gerald W. Brown, mengatakan bahwa : “Evaluation rafer to the act or prosses to determining the value of something”. Jadi menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Sesuai dengan pendapat tersebut maka evaluasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah yang diharapkan oleh Departemen Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sejalan dengan pendapat tersebut, Guba dan Lincoln mendefinisikan evaluasi itu merupakan suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang di pertimbangkan itu bisa berupa orang, kegiatan, keadaan atau sesuatu kesatuan tertentu. ( Hamid Hasan 1998).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Dari konsep di atas, ada dua hal yang menjadi karakteristik evaluasi. Pertama, evaluasi merupakan suatu proses. Artinya, dalam suatu pelaksanaan evaluasi mestinya terdiri dari berbagai macam tindakan yang harus dilakukan. Dengan demikian evaluasi bukanlah hasil atau produk, akan tetapi rangkaian kegiatan. Untuk apa tindakan itu dilakukan. Dengan kata lain evaluasi dilakukan untuk menentukan judgment terhadap sesuatu. (Print, 1993).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Kedua, evaluasi berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Artinya, berdasarkan hasil pertimbangan evaluasi apakah sesuatu itu mem punyai nilai atau tidak. Dengan kata lain evaluasi dapat menunjukkan kualitas yang dinilai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Perlu dijelaskan di sini bahwa evaluasi tidak sama artinya dengan pengukuran (measurement). Pengertian pengukuran (measurement) Wand dan Brown mengatakan : “Measurement means the art or prosses of exestaining the extent or quantity of something”. Jadi pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas dari pada sesuatu. Dari definisi evaluasi atau penilaian dan pengukuran (measurement) yang disebut diatas, maka dapat diketahui perbedaannya dengan jelas antara arti penilaian dan pengukuran. Sehingga pengukuran akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan “How Much”, sedangkan penilaian akan memberikan jawaban dari pertanyaan “What Value”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Walaupun ada perbedaan antara pengukuran dan penilaian, namun keduanya tidak dapat dipisahkan. Karena antara pengukuran dan penilaian terdapat hubungan yang sangat erat. Penilaian yang tepat terhadap sesuatu terlebih dahulu harus didasarkan atas hasil pengukuran-pengukuran. Pada akhir pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling selalu tercantum suatu kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Evaluasi merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan formal. Bagi guru bidang studi evaluasi dapat menentukan evektifitas kinerjanya selama ini; evaluasi sering dianggap sebagai salah satu hal yang menakutkan oleh siswa. Oleh karena itu, memang melalui kegiatan evaluasi dapat ditentukan nasib siswa dalam proses pembelajaran selanjutnya. Anggapan semacam ini memang harus diluruskan. Evaluasi mestinya dipandang sebagai suatu proses kegiatan pembelajaran. Dengan demikian mestinya evaluasi dijadikan kebutuhan oleh siswa, sebab dengan evaluasi siswa akan tahu tentang keberhasilan pembelajaran yang dilakukan. Ada beberapa fungsi evaluasi yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa. Melalui evaluasi siswa akan mendapatkan informasi tentang efektifitas pembelajaran yang dilakukannya. Dari hasil evaluasi siswa akan dapat menentukan bagaimana pembelajaran yang perlu dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan. Siswa akan tahu bagian mana yang perlu dipelajari lagi dan bagian mana yang tidak perlu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;3. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan oleh siswa secara individual dalam mengambil keputusan khususnya dalam menentukan masa depan sehubungan dengan pemilihan bidang pekerjaan serta pengembangan karir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Evaluasi sering dianggap sebagai kegiatan akhir dari suatu proses kegiatan. Demikian diungkapkan Miller (1985). Siswa di evaluasi setelah ia selesai melakukan suatu pelajaran, apakah ia berhasil atau tidak. Evaluasi berhubungan dengan dua fungsi. Kedua fungsi tersebut menurut Scriven (1967) adalah evaluasi sebagai fungsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif. Fungsi sumatif adalah evaluasi itu digunakan untuk melihat keberhasilan suatu program yang direncanakan. Oleh karena itu, evaluasi sumatif berhubungan dengan pencapaian sesuatu hasil yang dicapai oleh suatu program. Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung untuk melihat kemajuan belajar siswa. Print (1993) menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan selama program pembelajaran berlangsung, maka sebenarnya evaluasi ini dapat pula berfungsi untuk memperbaiki proses pembelajaran. Arinya, hasil dari evaluasi formatif dapat dijadikan sebagai umpan balik bagi guru dalam upaya memperbaiki kinerjanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Pendapat “Good” yang dikutip oleh I.Jumhur dan Moch. Surya (1975 :154), tentang evaluasi adalah : “Proses menentukan atau mempertimbangkan nilai atau jumlah sesuatu melalui penilaian yang dilakukan dengan seksama”.Sejalan dengan rumusan di atas, Arthur Jones memberikan batasan tentang evaluasi adalah sebagai berikut : “Proses yang menunjukkan kepada kita sampai berapa jauh tujuan – tujuan program sekolah dapat dilaksanakan”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Lebih jauh Moch. Surya mengemukakan menilai bimbingan pada hakekatnya mengetahui secara pasti tentang bagaimana organisasi dan administrasi program itu, bagaimana guru-guru dan petugas-petugas bimbingan lainnya dapat berpartisipasi bagaimana pelaksanaan konseling dan bagaimana catatan-catatan kumulatif dapat dikumpulkan. Uraian tersebut merupakan penjabaran dari proses kegiatan Bimbingan dan Konseling, yang akhirnya perlu pula diketahui bagaimana hasil dari pelaksanaan kegiatan itu. Dengan kata lain bahwa penilaian yang dilakukan terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling ditujukan untuk menilai bagaimana kesesuaian program, bagaimana pelaksanaan yang dilakukan oleh para petugas Bimbingan, dan bagaimana pula hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa evaluasi terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling, mengandung tiga aspek penilaian, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Penilaian terhadap program Bimbingan dan Konseling.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Penilaian terhadap proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Penilaian terhadap hasil (Product) dari pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Seorang guru bidang studi dalam melaksanakan evaluasi terhadap suatu materi yang telah diajarkan dapat pula mengatahui tingkat kematangan dan pengetahuan siswa pada materi itu. Siswa dikatakan berhasil bila evaluasi yang diberikan dapat mencapai standar kompetensi. Sedangkan siswa dikatakan belum berhasil bila hasil dari evaluasi tersebut belum mencapai standar kompetensi yang diberikan. Siswa-siswa yang belum mencapai standar kompetensi inilah yang perlu dipertanyakan dan melalui guru bidang studi inilah jawaban dari permasalahan terhadap suatu materi dapat diselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Siswa-siswa yang mengalami masalah dalam proses pembelajaran, guru dapat membantunya dengan melakukan pendekatan, misalnya dengan melakukan pendekatan. Menanyakan apakah materi yang disampaikan terlalu sulit, terlalu banyak, atau memang pada diri siswa tersebut sedang menghadapi suatu masalah dalam kehidupan terlepas dari proses pembelajaran tetapi berdampak pada hasil evaluasi siswa tersebut. Guru bidang studi yang baik perlu memotivasi dan bersifat terbuka serta menerapkan asas kerahasiaan agar siswa tersebut mau terbuka untuk menyampaikan permasalahan. Bila masalah timbul pada proses pembelajaran oleh guru yang dirasa kurang tepat dilaksanakan oleh siswa tersebut, maka seorang guru dapat menerapkan inovasi pada proses kegiatan belajar mengajar agar tidak membosankan, selain itu guru juga dapat meluangkan waktu lebih untuk membimbing siswa yang dirasa kurang memahami materi agar benar-benar paham dan mengerti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Evaluasi guru bidang studi biologi terhadap siswa dikelas merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran yang dilakukan sebagai proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi yang menyeluruh tentang hasil belajar yang diperoleh siswa untuk menetapkan tingkat ketercapaian dan penguasaan kompetensi. Artinya dalam hal ini seorang guru dalam melaksanakan evaluasi melakukan pengumpulan informasi dan dapat mengembangkan berbagai jenis evaluasi, baik evaluasi yang berkaitan dengan pengujian dan pengukuran tingkat kognitif siswa seperti menggunakan tes, maupun evaluasi terhadap perkembangan proses mental melalui penilaian sikap, dan evaluasi terhadap produk atau karya siswa. Evaluasi ini dilakukan dengan penilaian yang secara terus-menerus dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa baik di dalam maupun diluar kelas, seperti laboratorium, dan lain-lain. Dengan demikian kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang tak terpisah dari proses pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Dari uraian di atas, minimal ada 3 manfaat yang ingin dicapai dalam evaluasi yang dilakukan guru bidang studi di dalam kelas:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Menjamin agar proses pembelajaran yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencapai kompetensi sesuai dengan rambu-rambu yang terdapat dalam kurikulum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Menentukan berbagai kelemahan dan kelebihan baik yang dilakukan siswa maupun guru selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis kelemahan ini sangat berguna untuk perbaikan proses pembelajaran, sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;3. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Menentukan pencapaian kompetensi oleh siswa, apakah siswa telah mencapai seluruh kompetensi yang diharapkan atau belum; bagian kompetensi mana yang sudah berhasil dikuasai oleh siswa, dan bagian mana yang belum berhasil dikuasai. Kesimpulan semacam ini memang sangat penting untuk diketahui sebagai bahan pelaporan baik kepada siswa itu sendiri, kepada orang tua, maupun kepada pihak yang dianggap perlu dan terkait dengan system penyelenggaraan pendidikan di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sebagai suatu proses, pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru bidang studi biologi harus terencana dan terarah sesuai dengan tujuan pencapaian kompetensi. Dalam kaiatannya dengan pembelajaran, guru bidang studi dapat menyelipkan beberapa prinsip-prinsip dalam bimbingan konseling.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Guru bidang studi dalam penilaian di dalam kelas dapat menyelipkan motivasi peningkatan belajar siswa melalui upaya pemahaman akan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh siswa. Dengan demikian penilaian tidak semata-mata untuk memberikan angka sebagai hasil dari proses pengukuran, akan tetapi siswa perlu memahami makna dari hasil penilaian. Dengan pemahaman ini diharapkan mereka dapat lebih termotivasi dalam melaksanakan proses pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Adil, yaitu dalam arti setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dalam proses pembelajaran tanpa memandang perbedaan social ekonomi, latar belakang budaya dan kemampuan. Oleh karena itulah mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk dievaluasi. Penilaian guru bidang studi menempatkan posisi siswa dalam kesejajaran, dengan demikian setiap siswa akan memperoleh perlakuan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Terbuka, artinya alat penilaian yang baik adalah alat penilaian yang dipahami baik oleh penilai maupun yang dinilai. Siswa perlu memahami jenis atau prosedur penilaian yang akan dilakukan beserta criteria penilaian. Keterbukaan ini bukan hanya akan mendorong siswa untuk memperoleh hasil yang baik sehingga motivasi belajar mereka akan bertambah, tetapi sekaligus akan memahami posisi mereka sendiri dalam pencapaian kompetensi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Penilaian guru bidang studi pada para siswa dilakukan tidak mengenal waktu kapan seharusnya penilaian dilakukan. Hal tersebut dilakukan karena penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang perkembangan dan kemajuan siswa dalam pencapaian kompetensi. Dengan demikian, manakala berdasarkan evaluasi seorang siswa diketahui belum mencapai kompetensi sesuai dengan kriteria yang ditentukan, maka guru bidang studi harus mengulang kembali hingga benar-benar kompetensi itu telah tercapai secara master.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Penilaian yang dilakukan guru bidang studi harus tersusun terarah, sehingga hasilnya benar-benar memberikan makna kepada semua pihak khususnya kepada siswa itu sendiri. Melalui penilaian berbasis kelas, siswa akan mengetahui posisi mereka dalam memperoleh kompetensi. Di samping itu, mereka juga akan memahami kesulitan-kesulitan yang dirasakan dalam mencapai kompetensi. Dengan demikian hasil penilaian itu juga bermakna bagi guru dalam memberikan bimbingan kepada siswa dalam upaya memperoleh kompetensi (anonim,2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Depdiknas. 2004. Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Gunawan, Y., dan Catherine, D.L.S. 2001. Pengantara Bimbingan dan Konseling. &amp;nbsp; Jakarta ;PT. Prehallindo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;M. Surya. 1988. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta : UT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Mungin Eddy Wibowo. 1986. Konseling di Sekolah Jilid I. FIP IKIP Semarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Nurihsan, Juntika. 2005. Manajemen Bimbingan Konseling di SD Kurikulum 2004. Jakarta: Gramedia Widiasaraan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Oemar Hamalik. 2000. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Prayitno Erman Amti. 1997. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Depdikbud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Soetjipto dan Kosasi, R. 2007. Profesi Keguruan. Jakarta ; Rineka cipta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sudrajat, A. (2010). Konsep Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/03/evaluasi-program-bimbingan-dan-konseling-di-sekolah/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sudrajat Ahmad. 2008. Peranan Kepala Sekolah, Guru, dan Wali Kelas Dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Bimbingan Konseling. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/ 2008/08/13/ peranan-kepala-sekolah-guru-dan-wali-kelas-dalam-bimbingan-dan-konseling/ diakses tangal 11 Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sudrajat Ahmad. 2008. Peranan Guru dalam Prose Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/06/peran-guru-dalam-proses-pendidikan/ diakses tanggal 11 Desember 20201109.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sugiyo, dkk. 1987. Bimbingan dan Konseling Sekolah. Semarang: FIP IKIP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Semarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sukardi, D.K.1989. Proses Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah.Jakarta; Penerbit Rineka Cipta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sukardi, D.K.2007. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan konseling &amp;nbsp;di Sekolah.Jakarta; Penerbit Rineka Cipta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Tim penyusun. 2003. Pengantar Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Tarsito&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. 1990. Bimbingan dan Konseling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Sekolah. Semarang: IKIP Semarang Press.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-weight: bold; line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-4744934469565078852?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/4744934469565078852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/bimbingan-konseling-dan-peran-evaluasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/4744934469565078852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/4744934469565078852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/02/bimbingan-konseling-dan-peran-evaluasi.html' title='Bimbingan Konseling dan Peran Evaluasi Guru Bidang Studi di Dalamnya'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-6447584612822899232</id><published>2012-01-27T21:07:00.000-08:00</published><updated>2012-02-19T04:55:36.223-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Protista'/><title type='text'>Kelas Charophyceae (Ganggang Karang)</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sel-selnya mempunyai dinding selulosa, klorofil a dan b, dan zat tepung&amp;nbsp; sebagai hasil asimilasi, dan merupakan makanan cadangan. Hidupnya di&amp;nbsp; kolam-kolam atau selokan sebagai bentos. Talus berbuku-buku. Pembiakan&amp;nbsp; seksual dengan oogami. Oogonium diselubungi benang-benang yang&amp;nbsp; melingkar seperti spiral. Dari ketiak cabang-cabang pendek itu seringkali&amp;nbsp; tumbuh cabang-cabang yang panjang yang susunannya sama dengan&amp;nbsp; sumbu pokoknya. Sumbu itu melekat pada substrat yang keras. Beberapa&amp;nbsp; jenis characeae pada bagian bawah sumbunya membentuk semacam&amp;nbsp; umbi yang penuh terisi dengan tepung dan merupakan alat untuk mengatasi&amp;nbsp; kala yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;strike&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://1.bp.blogspot.com/-QdQOyH8JHsw/TyOBmmPDzGI/AAAAAAAAAYQ/PpoJh8zmFqU/s320/chara.jpg" width="320" /&gt;&lt;/strike&gt;&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: thalus&lt;i&gt;Chara fragilis&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://3.bp.blogspot.com/-wrznn9WETIE/TyOCAvd-CII/AAAAAAAAAYY/pWZsYYDzQL4/s320/oogonium+chara.png" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: oogonium dan anteridium pada &lt;i&gt;Chara&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada&amp;nbsp; Nitella tiap-tiap sumbu hanya tediri atas satu sel ruas saja, tetapi &amp;nbsp;pada characeae umumnya, sel ruas itu dikelilingi oleh selapis sel-sel yang&amp;nbsp; tersusun sejajar menurut poros bujur. Sel-selnya mengandung sebuah inti dan kloroplas berbentuk bulat. Pembelahan amitosis, sehingga sel ruas terdapat beberapa inti. Alat-alat pembiakan seksual berupa anteridium bulat berwarna kekuningkuningan, dan oogonium seperti telur berwarna hijau dan terdapat dalam ketiak cabang. Anteridium berasal dari satu sel induk yang kemudian membelah menjadi&amp;nbsp; 8 sel, yang dinamakan oktan. Tiap-tiap oktan membentuk 2 dinding tangensial menjadi 3 sel sehingga dengan ini terbentuklah 24 sel. Delapan &amp;nbsp;sel paling luar dinamakan sel-sel dinding (pelindung), 8 sel ditengah &amp;nbsp;dinamakan sel pemegang (manubrium), 8 lagi yang paling dalam &amp;nbsp;dinamakan sel-sel pokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Karena sifatnya sebagai pembentuk kapur, maka characeae penting&amp;nbsp; peranannya dalam pembentukan tanah-tanah kapur. Dalam keadaan fosil,&amp;nbsp; characeae ditemukan pada lapisan-lapisan tanah dari zaman jura. Semua&amp;nbsp; warga kelas ini hanya dimasukkan dalam satu bangsa saja, yaitu charales&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang terbagi dalam beberapa suku antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;i&gt; Chara fragilis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;- Chara intermedia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;- Nitellagracilis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;- Tolypella prolifera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-6447584612822899232?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/6447584612822899232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/01/kelas-charophyceae-ganggang-karang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/6447584612822899232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/6447584612822899232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/01/kelas-charophyceae-ganggang-karang.html' title='Kelas Charophyceae (Ganggang Karang)'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QdQOyH8JHsw/TyOBmmPDzGI/AAAAAAAAAYQ/PpoJh8zmFqU/s72-c/chara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-4121471942912823752</id><published>2012-01-27T19:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T20:16:31.475-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><title type='text'>Tentang Jamur Ragi</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;}p {mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}span.order {mso-style-name:order; mso-style-unhide:no;}span.google-src-text {mso-style-name:google-src-text; mso-style-unhide:no;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://3.bp.blogspot.com/-d5ZYCmGq-dA/TyNxvUObmUI/AAAAAAAAAYI/HPtPUZbD0l0/s320/sacaroomices.png" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;Dari gambar ini didapatkan bahwa pada preparat bagian yang berbentuk bulat dan berukuran paling besar disebut sel induk,dan bagian bulat yang lain dan berukuran lebih kecil dinamakan budding cell atau sel anakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini merupakan urutan takson dari jamur &lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regnum : Fungi&lt;br /&gt;divisio : Ascomycota&lt;br /&gt;classes: Saccharomycetes&lt;br /&gt;ordo: Saccharomycetales&lt;br /&gt;familia: Saccharomycetaceae&lt;br /&gt;genus: Saccharomyces&lt;br /&gt;spesies: &lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur&amp;nbsp; &lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt;&amp;nbsp; terdiri dari sel anak, budding dan sel induk, serta berwarna putih keruh dan bagian tengah yang berwarna kehitaman. Tepi berbentuk entire, dan permukaan halus. Koloninya berwarna putih keruh, permukaaan dan tepinya rata.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://4.bp.blogspot.com/-7MCtfTovytk/TyNwWJ4eV7I/AAAAAAAAAX4/XFA7gv9oPgw/s320/sacaromices.png" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae &lt;/i&gt;mikroorganisme eukaryotic dengan diameter 5-10 µm, reproduksinya melalui proses difusi yang dikenal sebagai budding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt; adalah spesies dari ragi . Sel &lt;i&gt;Saccharomyces&lt;/i&gt; berbentuk bulat telur, dengan diameter 5-10 mikrometer. Saccharomyces merupakan genus khamir/ragi/yeast yang memiliki kemampuan mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saccharomyces&lt;/i&gt; merupakan mikroorganisme bersel satu tidak berklorofil, termasuk termasuk kelompok Eumycetes.Tumbuh baik pada suhu 30&lt;/span&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;°&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cdan pH 4,8. Beberapa kelebihan &lt;i&gt;Saccharomyces&lt;/i&gt; dalam proses fermentasi yaitu mikroorganisme ini cepat berkembang biak, tahan terhadap kadar alkohol yang tinggi, tahan terhadap suhu yang tinggi, mempunyai sifat stabil dan cepat beradaptasi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa spesies &lt;i&gt;Saccharomyces&lt;/i&gt; mampu memproduksi ethanol hingga 13.01 %. Hasil ini lebih bagus dibanding genus lainnya seperti Candida dan Trochosporon.&amp;nbsp; Pertumbuhan Saccharomyces dipengaruhi oleh adanya penambahan nutrisi yaitu unsur C sebagai sumber carbon, unsur N yang diperoleh dari penambahan urea, ZA, amonium dan pepton, mineral dan vitamin. Suhu optimum untuk fermentasi antara 28 – 30 &lt;/span&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;°&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt; dapat survive dan tumbuh dalam bentuk haploid dan diploid. Sel haploid adalah simple siklus hidup dalam fase mitosis dan pertumbuhan, dan jika berada dalam kondisi lingkungan yang stress akan mati. Sel diploid adalah simple siklus hidup dalam fase mitosis dan pertumbuhan, tetapi jika berada dalam kondisi lingkungan yang stress mengalami sporulasi, memasuki meiosis dan menghasilkan sebuah varietas dari spora haploid yang dapat melaukan konjugasi, kembali ke bentuk diploid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt; memiliki 16 kromosom. Siklus hidup dari &lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt; adalah sebagai berikut:&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-cYac-zonDR0/TyNxChuhHtI/AAAAAAAAAYA/9k9RRv9E1B8/s1600/sacaromyces.png" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;S. cerevisiae&lt;/i&gt; memiliki beberapa peranan penting dalam kehidupan,yaitu menjadi alat atau objek yang baik dalam penelitian, karena Saccharomyces kecil memiliki waktu generasi yang singkat (Waktu penggandaan 1,25-2 jam&amp;nbsp; pada 30 ° C atau 86 ° F) dan dapat dengan mudah dibudidayakan&amp;nbsp; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/i&gt; berperan dalam pross fermentasi. Seiring berkembangnya bioteknologi, &lt;i&gt;S. cerevisiae&lt;/i&gt; juga digunakan untuk menciptakan revolusi terbaru manusia di bidang rekayasa genetika sehingga dijuluki sebagai superjamur. Selain itu, spesies ini digunakan dalam memproduksi berbagai `makanan, minuman, biofuel, kimia, industri enzim, pharmaceutical, agrikultur, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua adalah karakteristik positif, bahwa mereka memungkinkan untuk produksi cepat dan pemeliharaan beberapa baris spesimen dengan biaya rendah. &lt;i&gt;S. cerevisiae&lt;/i&gt; dapat memungkinkan untuk diubah, karena baik penambahan atau penghapusan gen baru dapat diperoleh melalui rekombinasi homolog .&amp;nbsp; Selanjutnya, kemampuan untuk tumbuh. &lt;i&gt;Saccharomyces cerevisiae &lt;/i&gt;juga dapat digunakan dalam pembuatan bir-bir. Ragi bir dapat difermentasi pada suhu yang lebih tinggi untuk menciptakan gaya bir yang dikenal sebagai "bir uap".&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-4121471942912823752?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/4121471942912823752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/01/tentang-jamur-ragi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/4121471942912823752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/4121471942912823752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/01/tentang-jamur-ragi.html' title='Tentang Jamur Ragi'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-d5ZYCmGq-dA/TyNxvUObmUI/AAAAAAAAAYI/HPtPUZbD0l0/s72-c/sacaroomices.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-6237492287768841242</id><published>2012-01-24T00:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-24T22:03:35.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><title type='text'>DIVISI PTERIDOPHYTA</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufik%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;&lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;&lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;&lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:83234774; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:2076237176 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:103.5pt; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l1 {mso-list-id:241567934; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:421705026 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l1:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l2 {mso-list-id:254826066; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1608638074 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l2:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;}@list l3 {mso-list-id:304434674; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:292567148 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l3:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l4 {mso-list-id:345250717; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:975884732 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l4:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l5 {mso-list-id:485782626; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1696899638 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l5:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l6 {mso-list-id:494145790; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:39642968 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l6:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l7 {mso-list-id:558563537; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:72644584 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l7:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l8 {mso-list-id:572010999; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1546033774 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l8:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;}@list l9 {mso-list-id:583298337; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1474888536 1529389496 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l9:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in;}@list l10 {mso-list-id:634262512; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:564536724 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l10:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l11 {mso-list-id:685595000; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:282860110 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l11:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l12 {mso-list-id:720515821; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1654043526 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l12:level1 {mso-level-number-format:alpha-upper; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;}@list l13 {mso-list-id:745347201; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1568772396 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l13:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l14 {mso-list-id:942689007; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-744567684 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l14:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l15 {mso-list-id:956836612; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:220110004 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l15:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l16 {mso-list-id:966618219; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:682022302 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l16:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l17 {mso-list-id:971599537; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1392399622 67698707 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l17:level1 {mso-level-number-format:roman-upper; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:right; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in;}@list l18 {mso-list-id:975263167; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1878529066 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l18:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l19 {mso-list-id:999885983; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1131148038 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l19:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l20 {mso-list-id:1023433267; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1259252608 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l20:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l21 {mso-list-id:1076627525; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1179723724 -504438120 67698689 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l21:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:2.0in; text-indent:-.25in; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;}@list l21:level2 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.5in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l22 {mso-list-id:1118184678; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-2042730634 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l22:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:103.5pt; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l23 {mso-list-id:1122380624; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1449908452 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l23:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l24 {mso-list-id:1174303726; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1421844210 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l24:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;}@list l25 {mso-list-id:1221937897; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1642329022 -1658668688 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l25:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in; mso-ansi-font-weight:bold;}@list l26 {mso-list-id:1446465227; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:711090344 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l26:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l27 {mso-list-id:1663191301; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:6183490 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l27:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l28 {mso-list-id:1685135872; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:782687074 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l28:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l29 {mso-list-id:1738552627; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:921217802 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l29:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l30 {mso-list-id:1773166918; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1629288260 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l30:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;}@list l31 {mso-list-id:1774205211; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-573570168 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l31:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l32 {mso-list-id:1842700765; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:717255846 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l32:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;}@list l33 {mso-list-id:1874879419; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:2009339690 -504438120 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l33:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.5in; text-indent:-.25in; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;}@list l34 {mso-list-id:1897620604; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1471498154 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l34:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;}@list l35 {mso-list-id:1918709622; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-338523406 -1280696762 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l35:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in;}@list l36 {mso-list-id:2140026466; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1983062990 390476194 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l36:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in;}ol {margin-bottom:0in;}ul {margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tumbuhan paku (Pteridophyta) digolongkan tumbuhan tingkat rendah, karena meskipun tubuhnya sudah jelas memiliki kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji dan alat perkembangbiakan yang utama adalah spora. Sebagai tumbuhan tingkat rendah, Pteridophyta lebih maju daripada Bryophytasebab sudah ada sistem pembuluh, sporofitnya hidup bebes dan berumur panjang, sudah ada akar sejati, dan sebagian sudah merupakan tumbuhan heterospor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seperti pada Bryophyta, pada Pteridophyta juga terdapat pergiliran keturunan yang menunjukkan adanya dua keturunan yang bergiliran. Individu yang menghasilkan gamet (gametofit) merupakan generasi yang haploid. Setelah terjadi fertilisasi akan terbentuk zigot yang merupakan permulaan dari keturunan yang diploid. Kemudian dari sini lalu terbentuk individu yang diploid (sporofit) karena menghasilkan spora melalui pembelahan reduksi. Spora inilah yang merupakan permulaan dari generasi haploid. Dari spora akan terbentuk protalium melalui perkecambahan spora. Divisi Pteridophyta terbagi menjadi 4 kelas, yaitu: Psilophyinae (paku purba), Lycopodinae (paku kawat), Equisetinae (paku ekor kuda) dan Filicineae (paku sejati).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;B.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Ciri-ciri umum Pteridophyta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perbedaan Pteridophyta dengan Bryophyta adalah pada tumbuhan paku dikenal sebagai tumbuhannya sporofit, sedangkan pada tumbuhan lumut yang dikenal sebagai tumbuhannya yaitu gametofit. Gametofit pada tumbuhan paku dinamakan protalium yang hanya berumur bebera minggu saja. Besarnya hanya beberapa sentimeter bentuknya menyerupai tallus Hepaticae yang umumnya seperti jantung, berwarna hijau dan melekat pada substratnya dengan rizoid-rizoid. Anteridium dan arkegonium terdapat di sisi bawah protalium diantara rizoid-rizoidnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-sSOGEKQaX4M/Tx5yWyEzLmI/AAAAAAAAARI/ctnEi9lCuy8/s400/LycopodiumLCycleBIODLab.jpg" width="360" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;(a)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://4.bp.blogspot.com/-Q8MzHTUZBYc/Tx5ylRfbSwI/AAAAAAAAARQ/3NxD3MB0lck/s400/fern_life.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;(b)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: x-small;"&gt;gambar: daur hidup tumbuhan paku.&amp;nbsp; (a) paku kawat, (b) paku sejati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada Pteridophyta juga ada kemungkinan terjadinya penyimpangan dari siklus hidup yang normal yaitu adanya peristiwa apogamic dan apospori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Apogami adalah terbentuknya sporofit langsung dari gametofit tanpa persatuan gamet. Apogami terjadi kemungkinan disebabkan karena terbentuknya tunas pada protalium yang langsung tumbuh menjadi sporofit atau karena sel telur tumbuh menjadi sporofit tanpa ada fertilisasi terlebih dahulu. Apogamic dapat terjadi pada &lt;i&gt;Dropteris, Adiantum, Diplazium, Asplenium, Lycopodium, Equisetum, Polypodium.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 24px;"&gt;2.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Apospori adalah terbentuknya protalium dari sporofit tanpa melalui pembentukan spora. Terjadinya apospori disebabkan karena timbulnya filament dari jaringan sporofit yang kemudian menjadi protalium serta hanya membentuk anteridium, karena biasanya tidak membentuk arkegonium. Apogamic juga dapat terjadi karena jaringan sporofit dapat membentuk protalium dari tangkai sporangium, dari daun dan juga dari jaringan steril pada sorus. Apospori dapat terjadi pada &lt;i&gt;Pteridium aquilinum, Asplenium demorphum, Osmunda regalis, O. javanica, Tectaria trifoliate &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; Pteris cretica.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pteridophyta memiliki cirri-ciri struktur sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Embrio sudah dapat dibedakan adanya dua kutub, yaitu kutub atas yang akan berkembang menjadi tunas dan kutub bawah yang disebut kutub akar. Kutub akar tidak terus berkembang membentuk akar, karena akar tumbuhan paku bersifat endogen dan tumbuh ke samping dari batang. Dengan demikian embrio Pteridophyta bersifat unipolar, akar yang keluar pertama tidak dominan dan segera disusul oleh akar-akar lain yang muncul dari batang. Akar memiliki kaliptra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batang Pteridophyta bercabang-cabang menggarpu atau membentuk cabang-cabang ke samping yang bukan keluar dari ketiak daun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun-daun pada Pteridophyta yang tinggi tingkat perkembangannya memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan daun Spermatophyta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam akar, batang dan daun terdapat jaringan pengangkut, yaitu terdiri atas xylem dan floem. Berkas pengangkut konsentris amfikibral yaitu xylem ditengah dikelilingi oleh floem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pertumbuhan menebal sekunder karena kegiatan cambium belum ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporofit memiliki kormus yang sesungguhnya. Sporangium dan spora terbentuk pada daun, kadang-kadang dalam ketiak atau ujung tunas. Daun-daun yang mempunyai sporangium disebut sporofil, sedangkan daun-daun yang steril disebut tropofil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium memiliki lapisan-lapisan dinding yang menyelubungi jaringan sporogen. Sel-sel sporogen membulat dan memisahkan diri satu sama lain menjadi sel-sel induk spora. Masing-masing membelah reduksi membentuk 4 spora haploid yang dapat bergandengan tetraeder.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lapisan sel-sel yang mengandung banyak plasma dan berguna member makan pada sel-sel sporogen dinamakan tapetum, terdapat di sekeliling jaringan sporogen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Spora memiliki tiga lapis dinding, berturut-turut dari luar ke dalam yaitu perisporium, eksosporium dan endosporium. Endosporium berdinding tipis menempel di sebelah dalam eksosporium yang berdinding tebal dan kuat, sedangkan perisporium merupakan lapisan tambahan yang dibentuk dari periplasmodium (plasma yang melumuri sel-sel induk spora).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Warga Pteridophyta amat heterogen bila ditinjau dari segi habitus dan cara hidupnya. Ada jenis yang sangat kecil dengan daun-daun kecil dan struktur yang masih sangat sederhana, ada pula yang besar dengan daun-daun yang mencapai ukuran panjang sampai 2 sampai 30 m dengan garis tengah batang sampai 2 m. dari segi cara hidupnya ada jenis paku yang hidup teresterial, ada paku epifit, dan ada paku air. Jutaan tahun lalu, hutan-hutan di bumi kemungkinan disusun atas warga tumbuhan paku yang berupa pohon-pohon yang tinggi besar, dan kita kenal sisanya sebagai batubara. Jenis-jenis yang sekarang masih ada sebagian besar bersifat higrofit yang menyukai tempat-tempat teduh dan lembab serta berukuran tinggi beberapa meter saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jenis paku yang menghasilkan spora berumah satu dan sama besar disebut paku homospor, sporanya mempunyai sifat-sifat yang sama, dan setelah berkecambah menghasilkan protalium dengan anteridium dan arkegonium. Contoh paku homospor dapat dijumpai pada Filicineae. Paku yang protaliumnya tidak sama besar dan berumah dua disebut paku heterospor, contohnya pada Selaginellales, dan Hydropteridales. Pemisahan jenis kelamin telah terjadi pada pembentukan spora, selain berbeda jenis kelaminnya juga berbeda ukurannya. Spora yang besar dinamakan makrospora dan terbentuk dalam macrosporangium, dan pada waktu perkecambahan tumbuh menjadi makroprotalium. Spora yang kecil disebut mikrospora, dihasilkan dalam mikrosporangium. Mikrospora tumbuh menjadi mikroprotalium. Padanya terdapat anteridium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://2.bp.blogspot.com/-sN2YJTNN7hs/Tx7HH9U3NRI/AAAAAAAAARo/zcsYJLL73IE/s320/Lycopodium_vs_Selaginella.low.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: paku homospor (atas) dan paku hererospor (bawah) &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelas Psilophytineae (Paku Purba)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Paku purba meliputi jenis-jenis tumbuhan paku yang sebagian besar telah punah. Anggotanya ada yang merupakan paku telanjang (tidak berdaun) dan ada yang berdaun kecil (mikrofil) yang belum terdiferensiasi. Ada diantaranya yang belum memiliki akar namun sudah mempunyai jaringan pengangkut, semua bersifat homospor dan sporangium letaknya terminal pada batang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Psilophytales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tumbuhan yang tergolong dalam bangsa ini merupakan paku telanjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dikenal sebagai tumbuhan darat tertua yang tinggal ditemukan fosilnya dalam lapisan bumi yang amat tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Merupakan tumbuhan paku yang paling rendah tingkat perkembangannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Yang paling sederhana masih belum berdaun dan belum berakar, namun batangnya sudah mempunyai berkas pengangkut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Rhyniaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terna mencapai ± ½ m, tidak berdaun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batang dalam tanah membentuk percabangan yang tumbuh tegak ke atas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berkas pengangkutnya prostostele&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium di ujung cabang, isospora tersusun sebagai tetrad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: &lt;i&gt;Rhynia major, zosterophyllum myretonianum, &lt;/i&gt;dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bw_hgX07P0M/Tx7IWD1yZdI/AAAAAAAAAR4/edaIxO8Px_A/s320/rhynia.gif" width="199" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-FCwqqYqnNyg/Tx7IEIFeL7I/AAAAAAAAARw/hrwraTlcpIs/s320/zostrecpga.jpg" width="285" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: (atas) &lt;i&gt;Rhynia major, &lt;/i&gt;(bawah)&amp;nbsp;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 16px; line-height: 24px; text-indent: -0.25in;"&gt;zosterophyllum myretonianum&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Asteroxyllaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tingginya mencapai 1 m, punya tonjolan-tonjolan kecil mirip daun yang disebut mikrofil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berkas pengangkutnya sifonostele, stele dalam batang berbentuk bintang dan sudah ada empulur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: &lt;i&gt;Asteroxillon mackei, A. elberfeldense.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-_49Kdb-iOIU/Tx7JfjELAJI/AAAAAAAAASA/3vhfe_fZ7Cw/s320/Asteroxylon.jpg" width="165" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: rizoma dan cabang vegetatif&amp;nbsp;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 16px; line-height: 24px; text-indent: -0.25in;"&gt;Asteroxillon mackei&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Pseudosporochnaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada ujung sumbu pokok keluar dahan-dahan yang bercabang menggarpu dengan ranting kecil yang menggarpu juga, di bagian ujungnya ada sporangium berbentuk gada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bagian-bagian infertile pada ranting disebut makrofil, berfungsi sebagai alat asimilasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: &lt;i&gt;Pseudosporochnus krejcii.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-AFo4VJ5jeac/Tx7KGA1S3yI/AAAAAAAAASI/hcMe3HYqIW4/s320/Pseudosporochnus+krejcii..png" width="304" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar:&amp;nbsp;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 16px; line-height: 24px; text-indent: -0.25in;"&gt;Pseudosporochnus krejcii&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Psilotales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terna kecil rendah, batang bercabang menggarpu dengan mikrofil berbentuk sisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak berakar hanya berupa rizoid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terdapat diantara taju-taju sporofilyang berbagi menggarpu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium beruang 3, dinding terdiri dari beberapa lapis, tidak punya tapetum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protalium berbentuk silinder dan bercabang, ukurannya hanya beberapa cm, tidak berwarna, hidup dalam tanah bersimbiosis dengan cendawan mikoriza&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anteridium dan permukaannya punya banyak ruang mengeluarkan spermatozoid berflagel banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Arkegonium kecil dan agak tenggelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Embrio tidak mempunyai suspensor dan letaknya eksoskopik/ujungnya kearah arkegonium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: &lt;i&gt;Psilotum nudum, P. triquetrum, Tmesipteris tannensis.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-RR55DSwBq3c/Tx7K1xk5LQI/AAAAAAAAASQ/MAHiGFjbd6k/s400/Bio04Tuat02_051a%2528h280%2529.jpg" width="290" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;gambar: &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Psilotum&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 16px; line-height: 24px; text-indent: -0.25in;"&gt;triquetrum.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 16px; line-height: 24px; text-indent: -0.25in;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 63pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;B.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelas Lycopdineae (Paku Kawat atau Paku Rambat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Paku kawat atau paku rambat ini tumbuh baik pada kondisi lembab dan merambat. Meliputi golongan yang sudah punah dan yang sekarang masih ada. Golongan yang sekarang masih ada hanya terdiri dari 4 marga, yaitu: Lycopodium, Phylloglosum, Selaginella, dan Isoetes, yang keseluruhannya meliputi 900 jenis. Sporofit dapat dibedakan adanya batang, akar dan daun. Batang kecil seperti kawat dan bercabang-cabang. Daunnya berukuran kecil seperti rambut yang terdapat di seluruh batang. Sporangium terdapat di ketiak daun atau pangkal sisi atas daun dan biasanya terkumpul di ujung cabang atau batang, dilindungi oleh daun-daun steril yang lembut seperti rambut (strobilus). Ada yang bersifat homospor dan ada yang heterospor. Pada yang heterospor gametofit dibentuk di dalam spora (endosporik), sedang yang homospor gametofitnya dibentuk di luar spora (eksosporik).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Lycopodiales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hanya mempunyai 2 marga yang masih ada sampai sekarang, yaitu &lt;i&gt;Lycopodium, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Phylloglosum.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terna kecil, batang tumbuh tegak atau berbaring dengan cabang-cabang menggarpu yang tertutup oleh daun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun-daun panjangnya 2-10 mm, berambut, berbentuk garis atau jarum yang sama bentuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akar bercabang menggarpu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporofil berbentuk segitiga sama sisi, mempunyai sporangium yang agak pipih, berbentuk ginjal yang terdapat pada sisi atas daun dekat pangkalnya. Protalium tumbuh di atas tanah, berbentuk seperti umbi kecil, keputih-putihan dan punya rizoid. Padanya terdapat jamur dilapisan perifer. Umurnya dapat sampai 20 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protalium berumah satu terdapat alat kelamin dibagian apical. Anteridium terbenam dalam jaringan protalium, terdiri atas banyak sel, tiap sel menghasilkan spermatozoid berbentuk jorong dengan 2 bulu cambuk. Arkegonium mempunyai banyak sel saluran leher yang sering tereduksi sampai tinggal satu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-s9BXfy5naTg/Tx7Ot5i5qGI/AAAAAAAAASg/WMgDA0VkZyk/s320/lycopodium+phlegmaria.jpg" width="213" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Lycopodium phlegmaria&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Zigot mula-mula dengan suatu dinding dasar yang melintang membelah menjadi 2 sel, yang bawah mula-mula membagi diri menjadi 4 kuadran kemudian menjadi oktan dan selanjutnya menjadi embrionya, sedang sel-sel yang menghadap leher arkegonium menjadi pendukung embrio atau suspensor. Dengan demikian embrio tidak menghadap ke leher arkegonium. Letak embrio tersebut dinamakan endoskopik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Selaginalles (Paku Rane, Paku Lumut)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini hanya terdiri atas satu suku Selaginellaceae dengan satu marga Selaginella yang meliputi ± 700 jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Habitus dalam beberapa hal menyerupai Lycopodineae. Ada juga yang berukuran kecil mirip dengan lumut hati yang berdaun dan tumbuh di antara tumbuhan lumut, sehingga dinamakan juga paku lumut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di dekat percabangan batang terdapat alat tambahan yang dinamakan rizofora atau pendukung akar . rizofora bentuknya seperti batang tetapi tidak berdaun, tumbuh ke bawah menuju tanah dan pada ujungnya tumbuh akar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-4wSWZ3kQDvU/Tx9Z0CyUCSI/AAAAAAAAAS4/G-VgQw_KaU8/s320/britt-3999-selaginella-rupestris.jpg" width="212" /&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-CFvmi-fNvV8/Tx9ZwUrdvCI/AAAAAAAAASw/MgrtA6eQAd4/s320/wett-5400-selaginella-inaequalifolia.jpg" width="297" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Selaginella rupestris &lt;/i&gt;(kiri), dan irisan membujur strobilus &lt;i&gt;Selaginella inaequalifolia&lt;/i&gt; (kanan)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selaginella bersifat herterospor. Sporangium terdapat dalam strobilus, menghasilkan mikro dan megaspore yang terpisah-pisah tetapi keduanya ditemukan dalam satu rangkaian sporofil. Dinding sporangium terdiri atas 3 lapis, tapetum di lapis paling dalam berguna untuk member makanan kepada spora. Spora sudah memulai perkembangannya membentuk protalium sejak masih di dalam sporangium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah satu atau beberapa arkegonium dibuahi, mulailah perkembangan embrio yang bersifat endoskopik. Untuk membebaskan diri dari protalium, embrio tersebut membelok seperti pada &lt;i&gt;Lycopodium&lt;/i&gt;. Calon akar baru dibentuk kemudian. Pertumbuhan memanjang berlangsung dengan perantaraan suatu sel ujung sebagai sel pemulanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Lepidodendrales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anggotanya pada saat ini sudah punah. Tumbuhan ini mencapai puncak perkembangannya di zaman Devon, karbon dan perm. Fosil dari tumbuhan ini merupakan sumber batubara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Beberapa pohon berukuran raksasa, tinggi s/d 30 meter dengan diameter hingga 2 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun yang gugur meninggalkan bekas seperti bantalan di pangkal tangkai daun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangun daun berupa jarum atau berupa garis, berlidah-lidah dengan bekas pengangkut yang sederhana dan jarang sekali memperlihatkan percabangan menggarpu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZkMW48UNJCo/Tx9a_Za-CbI/AAAAAAAAATA/cOTCzyuKAIU/s320/lepidodendron.jpg" width="166" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: rekonstruksi dari &lt;i&gt;Lepidodendron obovatum&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batangnya sudah mengalami penebalan sekunder dengan adanya jaringan semacam cambium gabus yang kea rah dalam menghasilkan sel-sel gelam yang jumlahnya lebih banyak daripada unsure-unsur kayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Punya “rimpang” yang disebut pendukung akar atau stigmarium, dan dipermukaannya ada bekas-bekas akar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rangkaian sporofil Lepidodendron dapat mencapai panjang 25 cm dan hampir selalu heterospor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-EM99wfVajPU/Tx9b1XVF3WI/AAAAAAAAATI/PxWZxhrCYk0/s320/300px-PSM_V18_D634_Lepidodendron_compared_with_club_moss.jpg" width="213" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: strobilus dan spora dari &lt;i&gt;Lepidodendron&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada suatu kelompok warga Lepidodenrales yaitu &lt;i&gt;Lepidospermae &lt;/i&gt;yang memiliki biji. Mikrosporofil menjadi suatu selubung (integument) “porangium, tetapi pada ujungnya terbuka, sehingga dapat menangkap mikrospora yang berhamburan dan dengan cara-cara yang belum diketahui akhirnya akan terjadi pembuahan. Organ tersebut tetap pada tumbuhan induknya dan berkembang menjadi biji. Pada pembentukan kulit biji tidak hanya dinding sporangium saja yang ikut mengambil bagian tetapi juga sporofil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Isoetales&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini memuat golongan rumput-rumputan yang sebagian hidup dalam air dan sebagian pada tanah-tanah yang basah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anggotanya sekarang ada hanya terdiri dari 1 suku dan 1 marga saja yaitu Isoetes dengan 60-100 jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporofit mempunyai batang seperti umbi, jarang bercabang, kalau bercabang menggarpu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari bagian bawah batang keluar akar-akar dan bercabang menggarpu, sedangkan di bagian atas batang terdapat rozet daun, terdiri atas daun-daun yang berujung runcing panjang sampai satu meter. Tiap daun memiliki saluran udara dan di sisi atas dekat pangkal daun ada lekukan yang disebut foveum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semua daun kecuali yang letaknya di tengah adalah sporofil. Tiap sporofil mengandung satu sporangium yang letaknya di dalam foveum. Di atas foveum terdapat ligula yang berupa selaput berbentuk segitiga dengan pangkal terbenam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di dalam roset daun yang letaknya di bagian luar berupa makrosporofil dan yang letaknya di bagian dalam berupa mikrosporofil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium besarnya 4-7 mm melindungi sebagian atau seluruhnya oleh selaput yang disebut velum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ruang sporangium terbagi-bagi oleh jaringan steril yang dinamakan trabekula. Dinding sporangium terdiri dari beberapa lapis sel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perkembangan gametofit hampir sama dengan Selaginella.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Zigot dengan dua dinding yang tegak lurus satu sama lain membelah menjadi empat kuadran, dan diantaranya membentuk ujung tunas dan daun beserta ligulanya, yang dua lainnya menjadi akar dan haustorium. Suspensor tidak ada. Letak embrio mula-mula endoskopik, tetapi sedikit demi sedikit embrio itu berputar hingga mencapai kedudukan yang eksoskopik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;C.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelas Equisetineae (Paku Ekor Kuda)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anggota dari kelas ini yang sekarang masih ada umumnya berupa terna yang menyukai tempat-tempat lembab, kadang-kadang dalam jumlah besar dan bersifat dominant dalam komunitas tertentu. Bentuk strobilus pada sporofit seperti ekornya kuda. Batang bercabang-cabang berkarang dan berbuku-buku dan beruas-ruas. Daun-daun kecil seperti selaput, tersusun berkarang. Sporofil berbeda dengan daun biasa (berbentuk perisai dengan sejumlah sporangium di sisi bawahnya). Sporofil tersusun sebagai badan berbentuk gada atau kerucut pada ujung batang atau cabang. Protalium berwarna hijau dan berkembang di luar sporanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Equisetales&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hanya terdiri atas satu suku yaitu Equisetaceae dan satu marga yaitu Equisetum dengan ± 25 jenis. Tumbuhan ini hidup di darat atau di rawa-rawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mempunyai semacam rimpang dengan cabang yang berdiri tegak, batang yang berdiri tegak tersebut berumur hanya 1 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-jt4Y5mCzkSs/Tx98U1-I7uI/AAAAAAAAATQ/e0knyx7KNvQ/s320/htgen1.jpg" width="278" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Equisetum telmateia&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada penampang melintang, batang mempunyai lingkaran berkas pengangkut kolateral, dua lingkaran saluran-saluran antar sel, dan satu ruang udara lisigen di pusat. Berkas pengangkut dalam sporofil mempunyai susunan konsentris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batang atau cabang beralur dan beruas-ruas panjang. Pada buku-buku batang terdapat karangan daun serupa selaput atau sisik. Daun-daun itu di bagian bawah berlekatan menjadi suatu sarung yang menyelubungi batang. Cabang-cabang keluar di antara daun-daun dan menembus sarung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="296" src="http://3.bp.blogspot.com/-x2RY_FLkngA/Tx99K-N41JI/AAAAAAAAATY/-wZIIIWGvlU/s400/etelma03.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Equisetum telmateia&lt;/i&gt;. irisan meilntang melalui ruas batang &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada beberapa warga &lt;i&gt;Equisetales &lt;/i&gt;&amp;nbsp;terdapat beberapa jenis yang mempunyai semacam umbi untuk menghadap kala yang buruk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-55q_4yM7Jp0/Tx99wMHqHxI/AAAAAAAAATo/OhL8jRClqTQ/s400/art0057.jpg" width="312" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-KZSk3_CpDw4/Tx99uWktzEI/AAAAAAAAATg/hjcgwLoK24Y/s320/0967.JPG" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;gambar: penampilan Equisetum dengan strobilus di ujungnya. irisan membujur strobilus yang menampilkan adanya sporangiofor dan sporangium (atas). spora dengan beberapa elaters (bawah)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporofil tersusun dalam rangkaian yang menyerupai kerucut pada ujung batang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Spora mempunyai dinding yang terdiri atas endo dan eksoporium, dan perisporium yang berlapis-lapis. Lapisan perisporium yang terluar terdiri atas dua pita sejajar yang ujungnya melebar seperti lidah. Jika spora itu kering, pita terlepas dari gulungannya tetapi di tengah-tengahnya tetap melekat pada eksosporium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://4.bp.blogspot.com/-UGbA-rnQItc/Tx9-q27mEgI/AAAAAAAAATw/bKPtXCVDU94/s320/life+cycle.jpg.opt898x570o0%252C0s898x570.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: siklus hidup paku ekor kuda &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari bangsa ini ada suku yang sudah punah yaitu Calamitaceae, contohnya: &lt;i&gt;Eucalamites multiramis, Calamophyton primaevum.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-K_WwTbJwgXI/Tx9_PVK9yKI/AAAAAAAAAT4/Yc93g7_kQr0/s320/pterido-calamites.jpg" width="138" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: rekonstruksi Calmaites &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Sphenophyllales&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hanya dikenal fosilnya saja, berasal dari zaman Paleozoikum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daunnya menggarpu atau berbentuk pasang dengan tulang-tulang bercabang menggarpu, tersusun berkarang. Daunnya termasuk heterofil, yaitu tidak sama bentuk dan ukurannya, ada yang berbentuk pasak dan ada yang kecil sempit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batangnya beruas-ruas panjang, bercabang-cabang, mempunyai satu berkas pengangkut yang tidak berteras dan mempunyai cambium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rangkaian sporofil menyerupai &lt;i&gt;Equisetum&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contohnya: &lt;i&gt;Sphenophyllum cuneifolium, S. dawsoni, S. fertile.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-mWnv9quUXDw/Tx9_chsAkJI/AAAAAAAAAUA/yG7Ca5o35d0/s1600/loadBinary.aspx.gif" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: rekonstruksi batang &lt;i&gt;Sphenophyllum cuneifolium&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="331" src="http://3.bp.blogspot.com/-pp1BIRmgdic/Tx-AJ2u88_I/AAAAAAAAAUI/sFisT5Q39nY/s400/IMG_5410.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: Sphenophyllales. (1) tumbuhan Sphenophyllum cuneifolium. (2) irisan membujur sporofil, (3) irisan melintang batang, (4) diagram strobilus&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Protoarticulales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini juga hanya ditemukan fosilnya. Hidup pada pertengahan zaman Devon.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh yang paling dikenal adalah Rhynia, berupa semak kecil yang bercabang-cabang menggarpu. Daunnya sempit, berbagi menggarpu, tersusun berkarang. Sporofil tersusun dalam bulir dengan percabangan menggarpu, sporangium bergantung-gantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-r-_7vNKlik4/Tx-DhU0EdZI/AAAAAAAAAUQ/_uZmaM3U2RY/s1600/blad43_fig02.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar : A. &lt;i&gt;Hyenia&lt;/i&gt;, B. &lt;i&gt;Cooksonia&lt;/i&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;D.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelas Filicineae (Paku Sejati)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Warga kelas ini sehari-hari dikenal sebagai tumbuhan paku atau pakis yang sebenarnya. Berupa higrofit (hidup di tempat teduh, lembab), teresterial, akuatik atau epifit (penyusun underground di hutan). Berdasarkan lingkungan hidupnya kelasi ini dibedakan menjadi paku tanah, paku air dan paku epifit. Daun berupa makrofil dengan ukuran dan bentuk daun yang beraneka ragam, serta pertulangan daun yang bercabang-cabang. Sporangium kebanyakan dalam sorus, keluar dari suatu bantalan atau plasenta atau reseptakel. Biasanya sorus dilindungi oleh indusium atau tepi daun yang melipat. Dinding sporangium mempunyai annulus. Kebanyakan bersifat heterospor. Gametofitnya untuk yang heterospor bersifat endosporik, sedang yang homospor bersifat eksosporik. Filicinae yang sekarang masih hidup dibedakan dalam 3 anak kelas yaitu: Euspongiatae, Leptosporangiatae, dan Hydropteris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-HKrogXIIs2I/Tx-FBX_82kI/AAAAAAAAAUY/245F69Gis8E/s320/Ophioglossum+reticulatum.gif" width="236" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Ophioglossum reticulatum. &lt;/i&gt;(1) tumbuhan secara utuh, (2) tumbuhan dihubungkan dengan stolon, dan (3) daun fertil&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anak Kelas Euspongiatae&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terbentuk dari beberapa sel inisial. Pembelahan pertama berlangsung di dalam epidermis, sel luar membentuk dinding sporangium, sel yang dalam membentuk jaringan sporogen, dan sel-sel tapetum berasal dari lapisan dinding sporangium yang paling dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anak kelas ini dibedakan menjadi 2 bangsa yaitu: Ophioglossales, dan Marattiales.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 67.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Ophioglossales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini hanya terdiri dari satu suku, yaitu Ophiglossaceae&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batang pendek di dalam tanah, pada batang tiap tahun hanya ada satu daun yang bertangkai panjang dengan upih yang menyerupai selaput.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di dalam akar selalu ada mikoriza.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun biasanya mempunyai bagian yang steril yang khusus untuk asimilasi dan bagian fertile yang menghasilkan spora. Bagian daun yang fertile itu berbentuk malai atau bulir dan keluar dari tangkai, dari pangkal, dari tengah atau dari tepi daun yang steril.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium besar tidak mempunyai annulus.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bersifat homospor.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protalium berumah satu, berklorofil, hidup dalam tanah.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anteridium dan arkegonium terbenam dalam jaringan protalium yang berbentuk umbi dan dapat berumur sampai beberapa tahun.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hidup sebagai paku tanah atau epifit, hanya terdiri dari 3 marga, yaitu: &lt;i&gt;Ophiglossum, Botrychium, Helminthostachys.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Qm4oo85lyJQ/Tx-GDvL-6tI/AAAAAAAAAUg/X2qT4Wudu2Y/s1600/i0002-8444-93-3-137-f01.gif" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar:&amp;nbsp;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt; &lt;span class="hps"&gt;Tahap awal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam  pengembangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;&lt;i&gt;O&lt;/i&gt;&lt;i&gt;phioglossum &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="hps"&gt;crotalophoroides&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Lingkaran&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;inti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan lingkaran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bertitik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;inti sel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menghadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;belakang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sel.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;1&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Berkecambah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;spora&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;2&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Dua&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;bersel &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;3&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Tiga&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;bersel &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;4&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Empat&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;bersel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;5&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Lima&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;bersel &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Spora&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mantel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dihilangkan dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Gambar&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-5IPqJ7Tz-ys/Tx-Gyz39v4I/AAAAAAAAAUo/g3M-MaZoIz0/s320/i0002-8444-93-3-137-f06.gif" width="234" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="hps"&gt;gambar: &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;Gametophytes&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;span class="hps"&gt;Ophioglossum&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="hps"&gt;crotalophoroides&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;. &lt;span class="hps"&gt;6&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Gametofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;muda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan sel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;proksimal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terbuka&lt;/span&gt;,&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;7&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Lendir&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;panah) &lt;span class="hps"&gt;pada sel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;proksimal&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Alcian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pewarnaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;biru&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;8&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Bulat atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bulat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;9&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Bulat atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bulat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rhizoid&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;10&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Rhizoid&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lendir&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;panah); &lt;span class="hps"&gt;alcian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pewarnaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;biru&lt;/span&gt;,&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;11&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Gametofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;muda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;cekung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;panah)  &lt;span class="hps"&gt;antheridia&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;  &lt;span class="hps"&gt;12&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Gametofit&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;muda dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antheridia&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;cekung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;panah),  &lt;span class="hps"&gt;panah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;opercular&lt;/span&gt;,&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;13&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Bagian membujur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melalui  daerah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;apikal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antheridia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;cekung&lt;/span&gt;, panah &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;sel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;opercular&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antheridium&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-JUWz3EQPn88/Tx-HMycvqnI/AAAAAAAAAUw/kk8GtBmJSUc/s320/i0002-8444-93-3-137-f14.gif" width="301" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="hps"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;-17&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Gametophytes&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;dan muda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sporophyte&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;span class="hps"&gt;Ophioglossum&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="hps"&gt;crotalophoroides&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;. &lt;span class="hps"&gt;14&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Gametofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan dua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;archegonia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;muda (&lt;/span&gt;panah)  dan &lt;span class="hps"&gt;antheridia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;cekung&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;panah),&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;15&lt;/span&gt;.  &lt;span class="hps"&gt;Archegonia&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;16&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Longitudinal&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;bagian melalui&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;daerah&lt;/span&gt;  &lt;span class="hps"&gt;apikal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gametofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;archegonium&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;panah) &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt;,  &lt;span class="hps"&gt;antheridia&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;17&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Sporofit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;muda&lt;/span&gt;, panah &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt;paku fertil abortif&lt;span class="hps"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-qt92kQe1kyE/Tx-J2wh0NtI/AAAAAAAAAU4/K6XM_SpewYc/s320/botrycum.jpg" width="206" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-mnSX7cpQvGc/Tx-KW0InOYI/AAAAAAAAAVA/YsgZcYY4kSQ/s320/helminthostachys.jpg" width="195" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: (atas) &lt;i&gt;Botrychum daucifolium. &lt;/i&gt;(bawah)&lt;i&gt; Helmithostachys zeylanica&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Marattiales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini hanya terdiri satu suku Marattiaceae&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batang pendek dan tegak&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun amat besar, majemuk menyirip ganda beberapa kali&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tangkai daun lunak mempunyai stipula yang tebal&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun fertile sama dengan daun steril&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium berdinding tebal, tidak mempunyai annulus.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bersifat homospor&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protalium di atas tanah mempunyai mikoriza, berwarna hijau bentuknya menyerupai talus lumut hati.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meliputi 4 marga yaitu &lt;i&gt;Christensenia, Angiopteris, Marattia, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Danaea.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-jaWlR5nuoFw/Tx-LwvQu4oI/AAAAAAAAAVI/FxoxaZ4Yuf8/s400/jpgt.php.jpg" width="318" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anak Kelas Leptosporangiatae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terbentuk dari sel permukaan. Dari hasil pembelahan pertama, sel yang luar membentuk sporangium lengkap termasuk tangkai, dinding tapetum dan jaringan sporogen. Sel yang dalam tidak ikut dalam pembentukan sporangium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tumbuhan yang termasuk dalam anak kelas ini tersebar di daerah tropika, meliputi jenis-jenis paku yang berukuran hanya beberapa millimeter saja sampai paku yang berupa pohon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebanyakan berupa terna dengan rimpang yang mendatar atau bangkit ujungnya, dan biasanya jarang bercabang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun yang masih muda selalu tergulung, disebabkan karena sel-sel pada sisi bawah daun lebih cepat pertumbuhannya. Susunan anatomi daun sudah menyerupai daun Spermatophyta. Tulang daun bercabang-cabang dengan bermacam-macam pola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada batang, tangkai daun, kadang sebagian daun tertutup oleh lapisan rambut yang berbentuk sisik yang disebut palea.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terdapat dalam jumlah banyak di sisi bawah daun. Biasanya sporofil mempunyai bentuk yang sama dengan daun-daun yang steril, hanya pada beberapa jenis saja sporofil berbeda dengan tropofil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anak kelas Leptosporangiatae terbagi menjadi beberapa suku, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 67.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Osmundaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium tidak tersusun berkelompok, tidak bertangkai, tanpa annulus, tetapi mempunyai sekelompok msel berdinding tebal yang akan retak jika sudah masak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium tersebar, kadang menutupi sebagian besar permukaan daun. Indusium tidak ada, tidak terdapat sisik-sisik, tetapi pada daun yang muda seringkali terdapat rambut-rambut yang menghasilkan lender.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-1jmNbjzEjoY/Tx-Mh9TFtgI/AAAAAAAAAVQ/hUA0NNLv4ss/s320/osmunda_claytoniana.jpg" width="117" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Osmunda claytoniana &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Schizaeceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelompok tumbuhan ini merupakan kelompok kecil tetapi sangat luas daerah penyebarannya.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebanyakan hidup pada daerah yang beriklim panas.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perkembangan sporangia dalam sorus tipe simplices, yaitu sporangium di dalam sorus terjadi secara serempak.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium mempunyai annulus yang letaknya terminal.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anggota suku ini meliputi 4 marga yaitu: Schizaea, Lygodium, Aremia, dan Mohria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-broa8Rp4sbE/Tx-NLvHZeAI/AAAAAAAAAVY/vCYjiNIJeJM/s320/Schizaea_pusilla.png" width="255" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Schizaea pusilla&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Gleicheniaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebanyakan anggotanya hidup sebagai xerofit, mempunyai rizoma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terdiri dari 2 marga, yaitu Stromatopteris dan Gleichenia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batangnya bercabang menggarpu, dan pada kebanyakan jenis daun-daunnyapun terbentuk secara menggarpu. Tetapi dikotomi daun-daun itu ternyata palsu, sebab pada ketiak percabangan batang itu terdapat suatu mata kuncup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak ada perbedaan antara bagian daun yang steril dan yang fertile.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terdapat dalam sorus pada permukaan dorsal dari daun yang berwarna hijau. Sorus tanpa indusium dan mengandung sedikit sporangia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangia dalam sorus termasuk tipe simplices.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Struktur anatomi batang amat sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gametofit biasanya mempunyai tulang di bagian tengah di kiri dan kanan tulang melebar menyerupai sayap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-FNsaT1f9en0/Tx-N7hmc_uI/AAAAAAAAAVg/ez0HUSlnpK0/s320/_PTER-dicr-pect-1962234.jpg" width="229" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Gleichenia pectinata&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Matoniaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mempunyai 2 marga yaitu Phanerosorus dan Matonia&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perkembangan sporangium tipe simplices, bedanya dengan suku lain adalah cara retaknya sporangium yang melintang disebabkan karena annulus letaknya membujur, dan terdapatnya indusium yang berbentuk seperti payung.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mempunyai rizomayang bercabang menggarpu, dari rizoma keluar tonjolan daun ke atas yang pada ujungnya bercabang menggarpu. Percabangan menggarpu dari tangkai daun tersebut berulang-ulang sampai beberapa kali, hanya setiap kali cabang yang satu sisi saja yang keluar anak daunnya hingga bentuk daun keseluruhan menjadi seperti kipas.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terkumpul dalam sorus yang bentuknya bulat. Letak sorus dekat dengan ibu tulang daun.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gametofit menyerupai gametofit Gleichenia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-sT-0r26-kkU/Tx-OXooT9yI/AAAAAAAAAVo/XdeEfFmYixI/s320/matonia_pectinata.png" width="220" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Matonia pectinata&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Hymenophyllaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Paku ini banyak dijumpai di daerah tropika, hidup sebagai epifit, dan sangat suka akan tempat yang lembab. Tetapi ada juga yang xerofit dan hidup pada batuan bersama dengan lumut dan lichens.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hanya memuat dua marga, yaitu Hymenphyllum, dan Trichomanes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun kecil dan tipis, sering kali hanya terdiri dari 1 lapis sel. Tetapi ada juga yang berukuran lebih besar dengan tebal daun dapat 3-4 lapis sel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bentuk daun fertile sama dengan daun steril.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terkumpul dlam sorus yang letaknya di tepi daun. Sorus mempunyai indusium berbentuk seperti piala atau bibir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium bertangkai pendek atau tidak bertangkai, mempunyai annulus yang letaknya melintang atau serong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Paku ini termasuk gradate, yaitu sporangium di dalam sorus timbulnya dari atas ke bawah (basipetal) Jumlah spora dalam tiap sporangium antara 32-420 buah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protalium berbentuk piala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-EiyPJpHPhmA/Tx-PjayncAI/AAAAAAAAAVw/XWlYhuhgG5Y/s320/Hymenophyllum_australe.jpg" width="168" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Hymenophyllum australe&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;f.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Cyatheaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anggota dari suku ini tergolong sebagai paku pohon, banyak dijumpai di daerah tropika dan sub tropika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terdiri dari 3 marga, yaitu: Alsophila, Hemitelia, dan Cyathea.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batangnya kuat sehingga sering digunakan untuk bahan bangunan. Tinggi batang dapat mencapai 1,5-5 meter, diameter 25-50 cm.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun besar dan panjang, berupa daun majemuk menyirip ganda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Sporangium terdapat di dalam sorus yang letaknya di bawah daun. Sorus berbentuk bola, termasuk tipe gradate. Sorus dilindungi oleh indusium atau induk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-PEJqZVQJu44/Tx-QSxi2O8I/AAAAAAAAAV4/NYB7irTkhn8/s320/Cyathea_medullaris.JPG" width="240" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Cyathea medullaris&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;g.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Dicksoniaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku ini meliputi golongan paku tiang atau paku dengan rizoma yang merayap. Terdiri dari 9 marga, diantaranya: Cibotium, Dicksonia, dan Dennastaedtia.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebanyakan hidup di daerah tropika dan beberapa jenis hidup di daerah beriklim panas.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rizoma besar, berguna sebagai bahan makanan karena mengandung banyak pati.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada batang dan tangkai daunnya terdapat rambut-rambut panjang dan halus yang berguna sebagai bahan pembalut dan bahan bantalan.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun yang fertile tidak berbeda dengan daun yang steril.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terletak dalam sorus dan termasuk tipe gradate, kecuali Dennastaedtia sorusnya merupakan peralihan ke tipe mixtae. Tiap sorus mempunyai indusium berbentuk seperti bibir. Sporangium bertangkai dan berisi 64 spora.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Polypodiaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku ini sangat besar, memuat lebih dari 115 marga dan kira-kira 3.000 jenis.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Habitusnya bermacam-macam sekali.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daunnya tunggal atau majemuk dengan bentuk dan ukuran yang beragam.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rizoma merayap dengan ruas-ruas yang panjang, jarang memperlihatkan batang yang nyata.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akar dan daunnya sering kali bersisik atau berambut.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun yang fertile sama dengan daun yang steril, meskipun ada juga yang dimorfisme.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada warga suku Polypodiaceae, sporangium terkumpul manjadi sorus. Sebelum masak, sorus tertutup oleh selaputindusium. Sporangium muncul dari tonjolan jaringan daun yang disebut reseptakulum. Dinding sporangium memiliki suatu cincin/annulus yang terdiri atas sel-sel yang menonjol keluar dengan penebalan pada dinding radial dan dinding dalam. Cincin itu meliputi punggung, ujung, sampai bagian tengah sisi perut, sedangkan bagian sisi perut yang sel-selnya tidak menebal disebut stomium. Annulus bekerja melalui mekanisme kohesi yang dapat menyebabkan terbentuknya sporangium serta terlemparnya spora melalui celah stomium.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sorus bentuknya bermacam-macam, letaknya ditengah atau tepi daun, dan dapat pula pada urat-urat daun, berbentuk garis memanjang atau membulat.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kadang-kadang sporangia menutupi seluruh permukaan bawah daun yang fertile, bertangkai dengan annulus yang membujur tidak sempurna. Jika masak, sporangium pecah dengan celah melintang.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Indusium ada atau tidak ada, bila ada melekat pada satu sisi saja atau dapat pula hanya berupa tepi daun yang melipat.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semua sorus bertipe mixtae, yaitu pembentukan sporangium di dalam sorus tidak beraturan.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.75in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-s64YCtFvG_c/Tx-QzyEFh3I/AAAAAAAAAWA/NgK_6X4CE6E/s320/pteridium-aquilinum-rhiz.jpg" width="232" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Pteridium aquilinum&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-RpvTwc1VcCc/Tx-RTDLRyYI/AAAAAAAAAWI/SFGvg7DN8JE/s320/Nephrolepis_cordifolia.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Nephrolepis cordifolia&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-sHd_xMxJVhQ/Tx-RylNuYpI/AAAAAAAAAWQ/Bu5S1h9DkqQ/s320/oleandra.jpg" width="219" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Oleandra musifolia&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-lTDdVU3xKds/Tx-Shq8YE0I/AAAAAAAAAWY/3Hx2rqyCTJs/s320/blechnum.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Blechnum patersonii&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-_n_hmhM93Gg/Tx-S9QpFjSI/AAAAAAAAAWg/sSXCah1xJNw/s320/Dryopteris+arguta.jpg" width="213" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Dryopteris arguta &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://1.bp.blogspot.com/-7cgECEpltWs/Tx-ToFx0C_I/AAAAAAAAAWo/KlPpzaHkVQQ/s320/pteris+d%25C3%25A9tail.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Pteris ensiformis&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-73u_MvLu7LM/Tx-W0p8IQJI/AAAAAAAAAW4/a7k0Ds3rEAE/s1600/adiantum.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Adiantum cuneatum&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-eVLLI7O8o-0/Tx-ZDmnwTUI/AAAAAAAAAXY/jwXJwlmiBuA/s320/Anogramma++leptophylla.jpg" width="194" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;&lt;span dtx-highlight-backgroundcolor="lime" id="dtx-highlighting-item"&gt;Anogramma&lt;/span&gt;  leptophylla&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-poqW2XswTYM/Tx-Z9HfOWiI/AAAAAAAAAXg/ttiCoCIBE5M/s320/6116050021_e21b7845b0.jpg" width="188" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Anthrophyum formosanum &lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-gE5memoAGtQ/Tx-avw9RGQI/AAAAAAAAAXo/bFCVgZu8XK4/s320/polypodium-vulgare.jpg" width="241" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Polypodium vulgare&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anak Kelas Hydropteris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berupa tumbuhan air atau tumbuhan rawa.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selalu heterospor, makro dan mikrosporangium berdinding tipis, tidak berannulus, terdapat di pangkal daun pada sporokarpium yang berdinding tebal.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Makrosporangium menghasilkan makrosporayang nantinya tumbuh menjadi makroprotalium dengan arkegonium. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang nantinya tumbuh menjadi mikroprotalium dengan anteridium.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Spora meliputi perisporium dengan bentuk susunan yang aneh.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meliputi 2 bangsa, yaitu Marsileales dan Salviniales.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Marsileales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini meliputi segolongan kecil tumbuhan air yang hidup di paya-paya, dengan akar yang melekat di dasar atau di dalam lumpur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selalu heterospor, makro dan mikrosporangiumnya berdindin tipis dan tidak mempunyai annulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporangium terkumpul dalam sorus, semua sorus dalam satu sporofil terdapat dalam sporokarpium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terdiri dari satu suku yaitu Marsileaceae, dengan cirri-ciri: batangnya merayap, kemudian ke atas membentuk daun-daun dank e bawah membentuk akar-akar; daun bertangkai panjang; helaian daun berbelah empat atau dua atau tanpa helaian daun; bertangkai atau tidak; bangun ginjal atau bulat dengan dinding yang kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mempunyai 3 marga yaitu: Marsilea, Pilularia, dan Regnellidum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-mEMcVqJgsos/Tx-XQoVW3fI/AAAAAAAAAXA/M7VUZC0rQeU/s320/marsilea.jpg" width="213" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Marsilea vestita&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa Salviniales&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meliputi segolongan kecil tumbuhan paku air yang hidupnya terapung bebas. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Heterospor, sporangium terdapat di dalam sorus dan termasuk tipe gradate. Sorus terdapat dalam sporokarpium. Tiap sporokarpium mengandung 1 sorus yang hanya membentuk mikrosporangium dan makrosporangium saja.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsa ini dibedakan menjadi suku, yaitu Salviniaceae dan Azollaceae.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -103.5pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;I.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku salviniaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tumbuhan paku air yang mengapung bebas di permukaan air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun berkarang, pada tiap-tiap buku terdapat 3 daun, dua di sebelah atas dan berhadapan serta merupakan alat pengapung, sedangkan daun yang ketiga tenggelam. Daun yang tenggelam itu berbuku-buku dan berbulu tebal serta mempunyai bentuk seperti akar, tetapi terdiri dari banyak sel. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batang berupa rizoma, padanya terdapat saluran udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporokarpium terdapat pada buku-buku dari daun yang tenggelam. Jumlahnya 4-20, letaknya merupakan barisan atau tandan. Bentuk sporokarpium bulat panjang atau sedikit pipih. Dindin sporokarpium berasal dari bahan basal indusium, yang tumbuh memanjang dan melengkung menutupi sorus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://3.bp.blogspot.com/-6IlzbJ4o8Sk/Tx-XhMaahTI/AAAAAAAAAXI/i1YYmYbg_AM/s320/salvia+natans.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Salvinia natans&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 103.5pt; text-indent: -103.5pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;II.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suku Azollaceae&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Merupakan tumbuhan air yang mengapung bebas, tetapi ukuranya sangat kecil, lunak dan bercabang-cabang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daunnya hanya berukuran 1 mm saja, tersusun berseling dalam dua baris. Tiap daun berbelah dua, bagian atas terapung karena berisi ruang udara yang didalamnya terdapat koloni &lt;i&gt;Anabaena&lt;/i&gt; yang dapat mengasimilasi N&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;dari udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Daun bagian bawah hanya terdiri dari&amp;nbsp; lapis sel saja dan tidak berwarna, berfungsi untuk membantu penyerapan air dan zat makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akar terdapat di sisi bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sporokarpium dibentuk pada cabang-cabang yang pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Makrosporokarpium berbeda bentuk dan ukurannya dengan mikrosporokarpium. Mikrosporokarpium bulat dan besar, sedang makrosporokarpium bulat memanjang dan kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mikrospora keluar dari mikrosporangium berupa 5-8 gumpalan yang diselubungi oleh periplasmodium dinamakan masula. Tiap gumpalan berisi 8-2 mikrospora, dan pada masula tersebut terdapat semacam kait yang disebut glokidium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Makrospora pada bagian atasnya membentuk alat renang yang terisi udara, sehingga bisa terapung-apung. Oleh glokidium makrospora dapat dikait hingga saling berdekatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="307" src="http://4.bp.blogspot.com/-ElvtRQ-TLnM/Tx-YAczM93I/AAAAAAAAAXQ/HRm9NwEbJVY/s400/azolla02.gif" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;gambar: &lt;i&gt;Azolla filiculoides&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rustaman, N dan S. Redjeki.1994. Biologi 1 untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Penerbit Balai Pustaka Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Smith, G.M. 1979. Cryptogamic Botany (Bryophyta and Pteridophyta). Mc Graw-Hill, Inc. New York&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tjirosoepomo, G. 1998. Taksonomi Tumbuhan: Scyzophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-6237492287768841242?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/6237492287768841242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/01/divisi-pteridophyta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/6237492287768841242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/6237492287768841242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2012/01/divisi-pteridophyta.html' title='DIVISI PTERIDOPHYTA'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sSOGEKQaX4M/Tx5yWyEzLmI/AAAAAAAAARI/ctnEi9lCuy8/s72-c/LycopodiumLCycleBIODLab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-8595622005590712587</id><published>2011-11-24T07:37:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T07:37:44.627-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><title type='text'>ASCOMYCETES (Cendawan Pipa)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Ascomycetes (cendawan pipa). &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;yang khas dari cendawan ini misel bersekat dan pembentukan konidiospora. Tidak ada sel yang bercemeti. Nama &lt;em&gt;Ascomycetes &lt;/em&gt;berasal dari adanya bentuk menyerupai pipa dinamakan askus, merupakan cirri khas untuk kelompok ini, yang didalamnya dibentuk askospora. Di dalam askus ini dilangsungkan kariogami dan miosis. Stadium askus adalah tahap akhir dari multiplikasi seksual, juga dinamakan bentuk buah utama yang sempurna . banyak &lt;em&gt;Ascomycetes &lt;/em&gt;&amp;nbsp;memperbanyak diri secara aseksual dengan membentuk konidium. Bentuk buah sampingan ini atau juga dinamakan stadium imperfek (tidak sempurna) . terdapat banyak cendawan yang hanya dikenal stadium tak sempurnanya atau pembentukan konidium. Cendawan ini dikelompokkan dalam fungi imperfecti atau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Deuteromycetes&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Siklus pertumbuhan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Pipa kecambah yang berkembang keluar dari askospora berkembang menjadi misel. Pipa kecambah ini pada banyak bentuk menjadi penopang konidium. Konidium yang diproduksi dalam jumlah besar, berkecambah dan membentuk miselium yang mirip dengan yang terjadi dari askospora. Pada misel yang sama sebagai pembentuk konidium terjadi pula di kemudian hari askus.&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Tahap seksual&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;didahului oleh pembentukan askogon. Biasanya askogon membawa trikhogin yang menerima inti jantan. Yang disebut terakhir ini dihantarkan keluar anteridium oleh trikhogin kedalam askogon (plasmogami), dimana terjadi inti-inti berpasangan tetapi belum terjadi peleburan. Dari askogon ini tumbuh apa yang dinamakan hifa askogon. Sel-selnya masing-masing mengandung satu inti jantan dan satu inti betina (hifa dikariot). Intinya membelah diri pada saat yang sama. Peleburan dikarion didahului oleh pembelahan khusus sel, yaitu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;pembentukan cantolan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ujung hifamembengkok sampai bentuk cantolan: pasangan inti membelah diri terkonjugasi. Pasangan inti sebelah atas dipisahkan dari sel tangkai dan dari cantolan oleh sebuah dinding melintang. Cantolan berfui dengan sel tangkai, sehingga menjadi berinti sepasang lagi. Sel cantolan bagian atas menjadi askus. Di dalam askus terjadi peleburan dari kedua inti ini. Inti askus primer ini mengalami dua kali pembelahan inti, salah satu diantaranya adalah miosis. Kedelapan anak inti mmbentuk dengan cara pembelahan&amp;nbsp; sel bebas delapan buah askospora. Jumlah langkah pembelahan dapat kecil (kurang dari empat buah spora) atau besar (lebih dari seribu spora). Dengan demikian miselium dan askospora bersifat haploid..&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Badan buah. Dengan beberapa kekecualian askus benda buah (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Ascocarpium&lt;/i&gt;). Benda buah ini merupakan selubung atau bantal dan di dalamnya organ-organ seksual berkembang menjadi matang. Anyaman hifanya member bentuk khas bagi benda buah. Dapat dibedakan 3 buah bentuk. 1. Benda buah yang tertutup sempurna atau disebut kleistotesium, khas untuk Plectomycetes; 2. Benda buah yang kebanyakan berbentuk botol, yaitu peristesium, khas untuk &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pyrenomycetes&lt;/i&gt; dan 3. Benda buah berbentuk cawan terbuka yaitu apotesium khas untuk &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Discomycetes.&lt;/i&gt; Selain itu terdapat juga cendawan dengan askus telanjang (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Protoascomycetes&lt;/i&gt;)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada jamur &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tuberales&lt;/i&gt; askokarpium tetap tertutup. &lt;br /&gt;Ragi digolongkan kedalam&amp;nbsp;&lt;em&gt;Protoascomycetes&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau cendawan tunas. Perbanyakan diri aseksual yang dalam ari luas khas untuk ragi adalah pertunasan sel jarang sekali terjadi pembelahan. Sel-sel bertunas dapat tetap berhubungan sebagai pseudomiselium atau miselium tunas atau sama sekali saling terpisah. Askospora terjadi di dalam askus telanjang yang tumbuh dari sebuah zigot atau dari sebuah sel vegetatif.&lt;br /&gt;Ragi digolongkan ke dalam &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Protoascomycetes &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau cendawan tunas. Perbanyakan dari aseksual yang dalam arti luas khas untuk ragi, adalah pertunasan sel jarang terjadi pembelahan. Sel-sel bertunas dapat tetap berhubungan sebagai pseudomiselium atau miselium tunas atau sama sekali saling terpisah. Askospora terjadi di dalam askus telanjang yang tumbuh dari sebuah zigot atau dari sebuah sel vegetative.&lt;br /&gt;Anggota-anggota dari keluarga &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Endomycetaceae &lt;/i&gt;membentuk di samping sel-sel kuntum juga miselium. Pada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Endomycopsis &lt;/i&gt;dapat ditemukan hifa sel-sel kuntum dan askus bersama-sama dengan askospora. Pada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Endomyces lactis &lt;/i&gt;(yang juga disebut hifa-hifa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Geotrichum candidum &lt;/i&gt;atau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Oospora lactis&lt;/i&gt;) rontok menjadi askospora yaitu sel-sel hifa yang telah menjadi mandiri.&lt;br /&gt;Pada&amp;nbsp;&lt;em&gt;Saccharomycetaceae&amp;nbsp;&lt;/em&gt;atau ragi yang sejati tidak ada miselium. Ragi untuk membuat roti dan bir adalah galur-galur fisiologi dari&amp;nbsp;&lt;em&gt;Saccharomyces cerevisiae&lt;/em&gt;. Sel-sel kuntum haploid dapat meleburkan diri (berkopulasi). Kariogami langsung dapat dilanjutkan dengan meiosis atau pembentukan empat buah askospora. Tetapi dapat juga diploid memperbanyak diri dengan berkuntum; sel-sel diploid ini lebih besar dan lebih aktif dari pada sel-sel haploid. Sebagai ragi industry digunakan terutama suku-suku diploid atau poliploid. Hanya pada kondisi yang tidak menguntungkan (misalnya di atas bahan biak asetat) sel-sel diploid menjadi askus.&lt;br /&gt;Ragi asporogen dapat dipandang sebagai ragi tereduksi kuat. Hanya sejumlah kecil bentuk kesatuan miselium dan kebanyakan memperbanyak diri dengan kuntum belaka. Yang termasuk pada ragi asporgen ialah genus-genus&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; Candida, Torulopsis, Cryptococcus, Rhodotorula, Pullularia, &lt;/i&gt;dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ragi dapat ditemukan pada semua tempat huni yang membebaskan sari kaya gula yang dapat diragikan: nectar dari bunga, buah-buahan dan dedaunan. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pullularia pullulans &lt;/i&gt;adalah salah satu ragi embun jelaga, yang membentuk lapisan hitam di atas permukaan dedaunan yang diliputi dengan embun madu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Plectonycetes&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;adalah cendawan kleistotesium, tergolong genus amat penting seperti&amp;nbsp; &lt;em&gt;Aspergillus&amp;nbsp; &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Penicillium&amp;nbsp;&lt;/em&gt;yang terkenal karena stadium konidiumnya. Miselium berinti empat bercabang-cabang kerap kali diduduki oleh sejumlah besar penompang konidium yang terbentuk satu sel hifa, sel kaki bercabang dan membentuk hifa tegak lurus. Pada aspergilus hifa ini berujung dengan sebuah gelembung, keluar dari gelembung ini tumbuhlah sterigma. Pada sterigma ini muncul konidium-konidium yang tersusun berurutan mirip bentuk untaian mutiara. Konidium-konidium ini berwarna (hitam, cokelat, kuning tua, hijau dan seterusnya) yang member warna tertentu pada koloni cendawan.&lt;br /&gt;Banyak Aspergillus dan &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pennisillium adalah penyebab kerugian pada bahan-bahan organic, pada kain, pada kulit, buah-buahan dan selanjutnya.&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Penicillium roqeuforti &lt;/i&gt;dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;P. camemberti &lt;/i&gt;(kini diganti oleh P. caseicolum yang tumbuh lebih cepat) yang member cita rasa yang khas untuk keju rokefort dan kamembert. P. notatum dan P. chrysogenum adalah pembuat terkenal dari penisilin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Pyrenomycetes&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;adalah cendawan peritezium. Peritezium pada kasus yang khas mempunyai dinding sejati sendiri. &amp;nbsp;Askus-askus timbul pada dasar atau bagian bawah dari benda buah yang berbentuk botol dan didampingi parafisa. Saluran leher dilapisi dengan perifise.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Pyrenomycetes&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;termasuk cendawan-cendawan yang merugikan.&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;Cendawan jamur pohon yang parasit obligat (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Erysiphe, Uncinula, necator, Sphaerotheca morse-uvae, &lt;/i&gt;dan lain-lain) jenis-jenis &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Chaetomium &lt;/i&gt;yang saprofit, jenis-jenis &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Neurospora &lt;/i&gt;yang terkenal sebagai objek penelitian genetik. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sordaria fimicola &lt;/i&gt;dan lain-lain bersifat koprofil. Di atas tunggul pohon tumbuh jenis-jenis &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hypoxylon, &lt;/i&gt;dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Xylaria &lt;/i&gt;yang hitam. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Nectria galligena &lt;/i&gt;dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;N. cinnabarina &lt;/i&gt;menimbulkan penyakit tumor pada pepohonan. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Clavaviceps purpurea &lt;/i&gt;adalah penyebab dari &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Secale cornutum &lt;/i&gt;pada gandum hitam (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Secale cereal&lt;/i&gt;)&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;; &lt;/i&gt;jenis-jenis lain dari &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Claviceps &lt;/i&gt;menimpa pelbagai rumput.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Alur pertumbuhan sesuai pirenomiset digambarkan dengan contoh &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Clavaviceps purpurea. &lt;/i&gt;Askospora-askospora menginfeksi simpul-simpul buah dari rumput sampai masa berbunga. Miseliumnya tumbuh cepat dan liar ke dalam simpul-simpul buah dan seterusnya mengubahnya menjadi massa putih dan lembek. Permukaan beralur, dan didalam alur-alur terbentuk pada ujung-ujung hifa yang padat berdesak-desakan, sejumlah besar konidium hialin kecil-kecil. Konidium-konidium ini tersuspensi dalam embun madu, disebarkan oleh serangga. Segera permukaan ini mongering dan simpul-simpul buah yang ditumbuhi liar oleh cendawan berubah menjadi sklerotiumyang menyerupai tanduk. Pada saat gandum matang, sklerotium berguguran dan hidup dalam tanah selama musim salju. Setelah distimulasi oleh suhu dingin maka mulai berkecambah dalam musim semi kalau kelembapan memadai dan suhunya menguntungkan; dari sklerotium merambah ke luar kepala peritezium bertangkai, yang tersimpan dalam lapisan perifir peritezium. Askusnya mengandung delapan buah askospora berbentuk benang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Skleretiumnya mengandung senyawa alkaloid yang amat stabil (turunan asam lisergat ergobasin, ergotoksin, ergotamine) yang digunakan dalam bidang farmasi. Untuk kebutuhan ini &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Scale cortunum&lt;/i&gt; dikultur secara luas dengan cara penanaman artificial pada gandum hitam. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Claviceps parsipali&lt;/i&gt; dapat juga dikultur dalam dibawah permukaan air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Discomycetes&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;adalah cendawan apotezium. Cendawan-cendawan hutan yang tidak mencolok&amp;nbsp; &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Peziza, Morchella, Helvella, dan&lt;/i&gt; Tuber tergolong pada cendawan ini, tetapi ada juga yang merugikan seperti &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Monilinia fructicola, Sclerotinia sclerotiorum, Rhytisma acerinum&lt;/i&gt;, dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Lophoderma &lt;/i&gt;untuk menyebut hanya beberapa. Apotezium adalah benda buah terbuka berbentuk piring atau mangkuk; pada beberapa cendawan hutan apotezium ini berwarna kuning, jingga dan merah bercahaya, adapula lain yang hitam atau cokelat. Di atas tanah bakar tumbuh &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pyronema omphhalodes&lt;/i&gt; (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;P. confluens&lt;/i&gt;) yang digunakan untuk mendemonstrasikan perkembangan askus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;sumber:&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;Schlegel, Hans G. 1994. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;&lt;i&gt;Mikrobiologi Umum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;. Gajah Mada University press: Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-8595622005590712587?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/8595622005590712587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/11/ascomycetes-cendawan-pipa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/8595622005590712587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/8595622005590712587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/11/ascomycetes-cendawan-pipa.html' title='ASCOMYCETES (Cendawan Pipa)'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-2102521685069652768</id><published>2011-11-24T07:35:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T07:35:31.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><title type='text'>BASIDIOMYCETES (Basidiomiset; Cendawan Standar)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Basidiomiset dipandang sebagai cendawan yang perkembangannya paling tinggi di antara kelompok cendawan. Organ yang khas pada basidiomiset yaitu basidium, sebuah sel cendawan yang terdapat di ujung, yang sesuai dengan askus. Dari basidium ini lazimnya dipisahkan ke luar empat buah basidiospora. Basidiospora ini berinti tunggal dan haploid. Seperti juga askospora, basidiospora ini merupakan hasil plasmogami, kariogami dan meiosis; kedua proses yang disebut terakhir terjadi di dalam askus atau dalam basidium. Misel basidiomiset terdiri dari hifa-hifa berseptum. Tambah putih yang dapat dilihat dengan mata telanjang di dalam tumpukan daun mati di hutan, terdiri dari berkas hifa, yang diselubungi kulit; berkas hifa ini disebut rhizomorf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Proses perkembangan himenomiset. Sesudah basidiospora berkecambah, berkembanglah misel primer, yang terdiri atas hifa-hifa berseptum dan sel-sel berinti tunggal. Misel sekunder, misel dikariotik terjadi kalau hifa dari dua stam yang cocok berjumpa dan protoplasmanya yang berinti tunggal menyatu (plasmogami). Pada setiap pembelahan sel terjadi pembelahan terkonjugasi oleh kedua inti. Pembelahan sel dan inti banyak basidiomiset terjadi dengan cara pembentukan gesper. Mekanisme ini menjamin bahwa setiap sel baru mengandung satu inti dari kedua-dua inti anak pada sel yang mempersiapkan diri untuk membelah; antara kedua inti terbentuk sebuah cantolan, dan cantolan ini membengkok kearah belakang. Inti yang terletak di depan berpindah ke dalam cantolan (gesper), dan kedua inti membelah diri. Kemudian bagian yang terletak di depan yang mengandung inti anak a’ dan b’ dipisahkan oleh sebuah dinding melintang. Pada saat sama terjadi fusi antara gesper dan sel asal dan membiarkan inti b berbeser kembali. Sel yang terletak di depan juga membatasi diri terhadap gesper dengan membentuk dinding. Kini kedua sel masing-masing melindungi inti a dan b.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Misel dikariotik ini secara khas tumbuh menjadi benda buah yang terorganisasi tinggi, yang terkenal antara lain sebagai cendawan topi, basidiomiset berbau busuk. Basidium dibentuk dalam lapis tertentu dari benda buah yaitu himenium. Himenium disusun dari basidium, hifa steril, parafisa dan zistida; di dalam himenium ini terjadi kariogami. Inti zigot mengalami meiosis dan menghasilkan empat inti haploid. Sementara itu telah terbentuk empat sterigma sebagai awal basidiospora yang berpindah ke dalam inti. Basidiospora secara aktif dilontarkan ke luar. Pada tumpukan besar basidiospora mudah terlihat karena berpigmen. Warnanya merupakan ciri terpenting untuk mengenalnya; dapat dibedakan spora cokelat, ungu, hitam, cokelat tua dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Proses perkembangan yang telah diuraikan dengan modifikasi-modifikasi menyangkut &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Homobasidiomycetes. &lt;/i&gt;Cendawan ini berciri oleh basidium yang telah dibicarakan. Melihat letak himeniumnya, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hymenomycete &lt;/i&gt;dapat dibedakan dari &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Gasteromycete &lt;/i&gt;&amp;nbsp;pada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hymenomycete &lt;/i&gt;tergolong cendawan topi (cendawan daun, cendawan pipa, cedawan duri dan lain-lain), cendawan berpori dan cendawan koral. Benda buah pada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Gasteromycete &lt;/i&gt;tidak membuka dan lapisan himenium tidak terpaparkan; basidiospora baru dibebaskan ketika benda buah pecah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Heterobasidiomycete &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mencakup &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tremellales, Uredinales, &lt;/i&gt;dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Ustilagimales. &lt;/i&gt;Bentuk basidiumnya berbeda dari basidium &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Homobasidiomycete. &lt;/i&gt;Pada banyak kelompok probasidiumnya diselubungi oleh sebuah dinding kuat dan berperilaku sebagai spora bertahan. Cendawan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sporobolomycetae &lt;/i&gt;membentuk konidium yang berkedudukan pada sterigma yang secara aktif dilontarkan, sehingga juga disebut balistopora. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sporobolomyces salmonicolor &lt;/i&gt;memperbanyak diri dengan cara berkuntum mirip ragi. Tiap sel dapat menghasilkan sterigma di mana muncul spora berbentuk ginjal. Di saat matang diekskresi tetes air pada bagian bawah dekat pada tempat penyambungan, dan spora terlontar setinggi kira-kira 0,1 mm. dengan mekanisme tetes ini nampaknya kebanyakan jenis dengan bentuk basidium (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hymenomycete&lt;/i&gt;) yang terletak bebas melontarkan basidiospora.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-2102521685069652768?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/2102521685069652768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/11/basidiomycetes-basidiomiset-cendawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/2102521685069652768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/2102521685069652768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/11/basidiomycetes-basidiomiset-cendawan.html' title='BASIDIOMYCETES (Basidiomiset; Cendawan Standar)'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-8297229915309699979</id><published>2011-11-21T05:19:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T04:33:49.455-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zoologi Invertebrata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Protista'/><title type='text'>Materi Ujian Protozoa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://gurungeblog.files.wordpress.com/2008/11/klasifikasi-protozoa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;90% protozoa menempati kingdom animalia yang bersifat uniseluler dengan hidup berkoloni. Protozoa dapat bergerak menggunakan alat gerak yaitu berupa flagella, pseudopodia, spores, dan silia. Melakukan pertukaran gas dengan cara difusi.&amp;nbsp;Reproduksi nya bisa dengan aseksual dan seksual.&lt;br /&gt;Secara aseksual yaitu:&lt;br /&gt;Vegetative sel --&amp;gt; &lt;i&gt;hidrodiction&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aplanospore&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;membentuk membrane dobel lembut tanpa flagel, contoh &lt;i&gt;Peridinium&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Hypnospore&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;membentuk hard membrane (Kista) untuk bertahan pada suasana kering, contoh &lt;i&gt;Pediastrum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Autospora&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;spores decides cell, contoh &lt;i&gt;Scenedesmus&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara seksual yaitu:&lt;br /&gt;Konjugasi&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;2 mikronukleus, contoh &lt;i&gt;Paramecium&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Fussion&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;2 isogamet (gamet ukuran sama), contoh &lt;i&gt;Ulotrichia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2 anisogamet, contoh &lt;i&gt;Enteromorpha&lt;/i&gt; yang hidup di tambak&lt;br /&gt;Oogamy&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;oogonium &amp;amp; anteredium, terbentuk saat lingkungan genting, contoh&amp;nbsp; &lt;i&gt;Chara&lt;/i&gt; &amp;amp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Nitella&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku protozoa: bisa hidup bebas, komensalisme, simbiosis, dan parasit. Feedeng habitnya holozoic (pemangsa), saprozoic (pengurai), halofitic (dapat berfotosintesis).&lt;br /&gt;Klasifikasinya berdasarkan alat gerak, kromatofor, dan habitat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILUM PROTOZOA&lt;br /&gt;Sarcomastigophora&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;3 kelas (Mastigophora, Opalinata, Sarcodina)&lt;br /&gt;Sporozoa&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;4 kelas (Teleospora, Haplospora, Toxoplasmea, Piroplasmida)&lt;br /&gt;Ciliophora&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;4 kelas ( Holotrichia, Peritrichia, Spirotrichia, Suchoria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARCOMASTIGOPHORA&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelas Mastigophora (flagellata)&lt;br /&gt;Golongan protozoa dimana adanya flagelum merupakan ciri khasnya.&lt;br /&gt;Memiliki 2 subkelas: Phytomastigina dan Zoomastigina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Phytomastigina&lt;br /&gt;Ditemukan kromatofor (butir tak berwarna dalam sitoplasma yang akan berkembang menjadi kloroplas), ditemukan beberapa flagel, hidup pada air tawar/air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo: (Christomonadina, Phytomonadina, Euglenoidina, Dinoflagelata)&lt;br /&gt;1. Christomonadina&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;berwarna jingga-kuning, ditemukan 1 atau 2 flagel, atau&amp;nbsp;tanpa flagel, habitat air laut/ tawar.&amp;nbsp;Contoh: &lt;i&gt;Chrysamoeba&lt;/i&gt; (hidup air tawar), &lt;i&gt;Synura&lt;/i&gt; (air laut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Phytomonadina&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;warna hijau kemerahan, ditemukan 1 atau beberapa &lt;br /&gt;Flagel, hidup berkoloni/ada juga yang sendiri, ditemukan di air tawar.&lt;br /&gt;Contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Gonium pectoral&lt;/i&gt; (memiliki dobel membrane, nucleus terletak di tengah, memiliki 2 vakuola)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pandorina&lt;/i&gt; (tanpa dobel membrane, nucleus di pinggir)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Volvox&lt;/i&gt; (tanpa dobel membrane, nucleus tidak kelihatan, koloni anak ada dalam koloni induk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Euglenoidina&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;sekitar 90% hidup di air tawar yang kotor, memiliki bintik mata merah (stigma), ditemukan 1 atau 2 flagel,&amp;nbsp;&amp;nbsp;reproduksi dengan isogami (peleburan 2 gamet dengan ukuran dan bentuk sama), bersifat holozoic (predator) atau holophytic (berfotosintesis)&amp;nbsp;memiliki 3 kista(membrane) untuk perlindungan, reproductive, temporary cyst.&amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Euglenaceae =&amp;gt; &lt;i&gt;Euglena sanguineus&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;E. gracilis&lt;/i&gt; (merah),&amp;nbsp;&lt;i&gt;E. viridis&lt;/i&gt; &amp;amp;&lt;i&gt; E. aedes&lt;/i&gt; (hijau kekuningan),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Haemostococcus&lt;/i&gt; (bentuk bulat warna biru),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Trachelomonas armata&lt;/i&gt; (coklat kekuningan, sebagai indicator polysaprobic),&amp;nbsp;&lt;i&gt;E. spirogyra&lt;/i&gt; (bentuk flagel spiral, warna hijau, sebagai plankton)&lt;br /&gt;B. Asraciaceae =&amp;gt; bersifat holozoic (pemangsa), tak punya kromatofor hidup di air tawar&lt;br /&gt;C. Pearnemaceae =&amp;gt;&amp;nbsp; sebagai bentos, tak berwarna hidup di dasar sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dinoflagelata&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;holoplankton (keseluruhan sebagai plankton), flagel 1 atau 2, memiliki epiteka dan hipoteka untuk perlindungan, hidup di laut, Uniseluler,&amp;nbsp;berwarna kuning, hijau kekuningan, kemerahan, kecoklatan,&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selnya tipis seperti membrane&amp;nbsp;--&amp;gt;banyak bentuknya, contoh: &lt;i&gt;Gymnodinium&lt;/i&gt; (seperti kotoran merah)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sel tebal&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;epiteka dan hipoteka mudah dibuka, contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Peridinium, Ornitocercus, Ceratium&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Punya 2 flagel (&lt;i&gt;Noctiluca &amp;amp; Phrocystis&lt;/i&gt;) --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;zooxanthella luminensence bersimbiosis dengan Chlorophyta &amp;amp; Chanophyta&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Flagela tersembunyi&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hystophysis&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membentuk 4 individu&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Polykrikos&lt;/i&gt;, reproduksi tunas dengan epiteka pisah dengan hipoteka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Zoomastigina&lt;br /&gt;Tidak memiliki kromatofor tetapi memiliki membrane undulasi (bergelombang), bersifat parasit, holozoic (pemangsa), jumlah flagel 1 atau beberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo: (Protomonadina, Diplomonadina, Trichomonadina, Hypermastigina)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Protomonadina&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ditemukan 1 atau beberapa flagel, membrane undulasi, bersifat&amp;nbsp;parasit,Contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Trypanosoma&lt;/i&gt; (penyakit tidur pada hewan),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Crithidia&lt;/i&gt; (lemas pada hewan),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Leptomonas&lt;/i&gt; (pingsan pada hewan),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Leismonia&lt;/i&gt; (gatal gatal pada hewan)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Diplomonadina&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;parasit di usus dan kantong empedu, memiliki alat isap, Contoh:&amp;nbsp;Giardia lambia &amp;amp; G. intestinalis&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Trichomonadina&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;parasit di vagina &amp;amp; intestinum manusia dan sapi. Bentuk seperti&amp;nbsp;daun dengan 4 flagel dengan 1 flagel kebelakang,&amp;nbsp;di antero ventral (sebagian depan) punya rongga mulut&amp;nbsp;bersifat holozoic (pemangsa). Contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Trichomonas hominis&lt;/i&gt; (di usus besar),&amp;nbsp;&lt;i&gt;T. buccalis&lt;/i&gt; (di mulut sapi),&amp;nbsp;&lt;i&gt;T. vaginalis&lt;/i&gt; (vagina putri)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hypermastigina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;parasit di intestine jangkrik dan rayap&amp;nbsp;Sel tersusun kompleks, memiliki beberapa flagel baik di interior maupun lateral, bersifat holozoic (predator), memiliki alat penusuk untuk memotong kayu. Contoh: &lt;i&gt;Trychonympha&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kelas Sarcodina&lt;br /&gt;Memiliki 2 sub kelas: Rizopoda &amp;amp; Actinopoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rizopoda&lt;br /&gt;Hidup bebas dan parasit, memiliki vakuola kontraktil dan vakuola makanan, memiliki endoplasma (bagian sitoplasma yang berisi organel dan bahan sel) dan ektoplasma (lapisan terluar sitoplasma dalam sel yang letaknya bersebelahan dengan membrane sel)&amp;nbsp;Alat gerak Pseudopodia (kaki semu) --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;plasmagel (bentuk gel), plasmasol (bentuk cair), palasmolemma ( sarung dari plasmogel dan plasmasol)&lt;br /&gt;Bentuk pseudopodia:&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lobopodium (silindris, membulat)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rizho/ reticulopodium (memanjang tumpul)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Filopodium (memanjang runcing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo: (Mycetozoa, Amoebina, Testacea, Foraminifera)&lt;br /&gt;1. Mycetozoa&amp;nbsp; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;bentuk pseudopodianya rizopodium (memanjang tumpul), inti banyak. Contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Plasmodiphora brassice&lt;/i&gt; (parasit ikan air tawar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Amoebina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;bentuk pseudopodia lobopodium (silindris membulat)dan filopodium (memanjang runcing). Contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Amoeba proteus&lt;/i&gt; (pseudopodia lobopodium, sebagai zooplankton di kolam/sawah),&lt;i&gt;&amp;nbsp;Entamoeba histolitica&lt;/i&gt; (pseudopodia filopodium, parasit penyebab disentri, kista(membrane pelindung) dengan 8 inti),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Entamoeba coli&lt;/i&gt; (pseudopodia lobopodium (silindris membulat)&amp;amp; filopodium (memanjang runcing), bersifat saprozoic (pengurai), habitat polysaproba, sumur/kolam, dimanfaatkan sebagai indicator kualitas air)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Testacea --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;pseudopodia lobopodium &amp;amp; reticulopodium, bercangkang seperti paying berwarna kuning dan coklat. Ada pilon (tempat menjulur 4 atau 5 pseudopodia). Contoh:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Arcella vulgaris&lt;/i&gt; (pseudopodia reticulopodium, berwarna coklat, sebagai zooplankton di sawah),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Difugia pyroformis&lt;/i&gt; (lobopodium, berwarna kuning sebagai zooplankton di kolam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foraminifera --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;hidup di laut terdalam lebih dari 1000 M dan gelap sebagai detector minyak (ilmu yang mempelajarinya disebut Phytopalaentologi),&amp;nbsp;jenisnya berdasarkan pembagian ruang habitat di air laut yang beberapa dipakai sebagai pendeteksi minyak:&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nodosaria --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;garis tegak lurus&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Spiroculina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;selag seling&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Frondiculina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ruang baru mengelilingi ruang pertama&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Discorbulina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ruang baru seperti spiral&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Globigerina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ruang baru berbentuk bulat&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Planorbulina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ruang baru menutupi ruang lama&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Numulites --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ruang baru mengelilingi ruang lama dalam bentuk elips&lt;br /&gt;Jenis foraminifera ada yang hidup di air tawar:&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alogroina --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;sama dengan spiroculina (selang seling)&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Elphidium --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ruang baru menumpuk di atas ruang lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Actinopoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktin=silica --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;kaki kaku --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;memancar. Habitat di air tawar dan air laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo: ( Heliozoa, Radiolaria)&lt;br /&gt;1. Heliozoa --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;zooplankton, perifiton (melekat pada tumbuhan/benda lain), bentos &lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Astinosphaerium&lt;/i&gt; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;bentuk bulat juluran kaki membentuk lingkaran yang berjarak disebut aksopoda (kaki kaku) &amp;amp; 1 korteks, ada 2 vakuola kontraktil &amp;amp; vakuola makanan&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt; Actinophrys sol&lt;/i&gt; --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;bulat,&amp;nbsp; juluran kaki membentuk lingkaran yang berjarak disebut aksopoda (kaki kaku) dengan 2 korteks, tidak ada vakuola, hidup di air laut, sebagai zooplankton&lt;br /&gt;Radiolaria --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;hidup di dunia gelap sekitar 2500-300 M, kerangka silikat, sebagai bentos.&amp;nbsp;Sebagai Guide fosil untuk menentukan umur bumi,&amp;nbsp;Piramida di bentuk oleh radiolaria Lichanapsis giltochi,&amp;nbsp;Gunung radiolarian di Timor Leste digunakan sebagai bahan bangunan, isolator, dinamit tapal gigi, vitamin A&amp;amp;B&lt;br /&gt;Non skeleton --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Thallassicola&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dengan skeleton --&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Acanthometra&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9195253913403590169-8297229915309699979?l=taufik-ardiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/feeds/8297229915309699979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/11/materi-ujian-protozoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/8297229915309699979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9195253913403590169/posts/default/8297229915309699979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/11/materi-ujian-protozoa.html' title='Materi Ujian Protozoa'/><author><name>kuncup</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17068563269042466581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-G77vBPZ6m3g/Tg1Y5f10URI/AAAAAAAAAB4/PGBrhpWE51Q/s220/%2527%252711%253B03%2527%2527_3540.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9195253913403590169.post-2037968025638766301</id><published>2011-11-21T05:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T07:49:46.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BTR'/><title type='text'>Keanekaragaman Fungi</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Divisi Khritidiomikota: Khitrid memberikan petunjuk mengenai asal-usul fungi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Para ahli sistematika mulai mengalami kemajuan yang pest dalam pemilihan hubungan filogenetik antara fungi dan eukariota lain. Salah satu penghubung &amp;nbsp;antara fungi dan protista mungkin adalah suatu kelompok organisme yang disebut khitrid. Sebagian besar khitrid adalah organisme akuatik. Beberapa di antaranya adalah saproba; yang lain hidup sebagai parasit di dalam protista, tumbuhan, dan juga di dalam invertebrate akuatik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hingga saat ini sejumlah ahli sistematika menekankan tidak adanya sel-sel berflagela sebagai salah satu kriteria bagi anggota dalam kingdom fungi. Dengan kriteria tersebut, khitrid dikeluarkan dalam kingdom fungi dan dimasukkan ke dalam kingdom protista (dalam system lima kingdom), karena khitrid membentuk spora berflagela tunggal yang disebut zoospore. Akan tetapi, dalam satu decade belakangan ini, para ahli sistematika molekuler membandingkan urutan protein dan urutan asam nukleat pada khitrid dan fungi menemukan bukti kuat untuk menggabungkan khitrid dan fungi sebagai salah satu cabang monofiletik dari pohon silsilah eukariotik. Cirri-ciri utama mirip fungi lain yang ditemukan pada khitrid adalah cara nutrisi yang absorbtif dan dinding sel yang terbuat dari kitin. Sebagian besar khitrid membentuk hifa senositik, meskipun ada juga yang uniseluler. Khitrid juga memiliki beberapa enzim utama dan jalur metabolisme yang dimiliki fungi tetapi tidak ditemukan pada apa yang disebut-sebut&amp;nbsp; sebagai protista-protista mirip fungi (jamur lender dan jamur air). Bukti-bukti yang ada menyebebkan banyak ahli biologi mengklasifikasikan&amp;nbsp; khitrid ke dalam divisi&amp;nbsp; Khitridiomikota di dalam kingdom fungi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bukti molekuler juga mendukung hipotesis bahwa khitrid merupakan fungi yang paling primitive, yang berarti bahwa khitrid termasuk ke dalam garis keturunan yang memisah paling awal dalam filogeni fungi. Satu perluasan yang masuk akal dari hipotesis ini adalah bahwa fungi berevolusi dari protista yang memiliki flagella, suatu cirri yang dipertahankan dalam kingdom fungi hanya khitrid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-K6v1tUPOwlo/TeZ3EE0BZSI/AAAAAAAAAH4/Qxj5_yznLO8/s320/27%2527.jpg" width="316" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Divisi Zigomikota: Fungi zigot membentuk struktur dikariotik yang resisten selama reproduksi seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Para ahli mikologi telah mendeskripsikan sekitar 600 zigomisetes, atau fungi zigot. Fungi-fungi ini sebagian besar adalah organism darat dan hidup di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Salah satu kelompok besar yang penting membentuk mikoriza, yaitu asosiasi mutualistik zigomisetes dengan akar tumbuhan. Hifa zigomisetes adalah hifa senositik, dengan septa yang hanya ditemukan di tempat sel reproduksi terbentuk. Nama divisi ini berasal dari zigosporangia, struktur resisten yang terbentuk selama reproduksi seksual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Salah satu jenis zigomisetes yang umum adalah kapang roti hitam, Rhizopus stolonifer, kadang-kadang masih merupakan hama rumah tangga, meskipun telah dilakukan penambahan pengawet pada sebagian besar makanan olahan. Hifa horizontal menyebar di seluruh makanan, menembus dan menyerap nutrient. Dalam fase aseksual sporangium-sporangium bulat berwarna hitam berkembang pada ujung hifa yang tegak. Di dalam masing-masing sporangium, ratusan spora haploid berkembang dan tersebar melalui udara. Spora yang kebetulan jatuh pada makanan yang lembab akan berkecambah, tumbuh menjadi miselia baru. Jika kondisi lingkungan semakin memburuk, misalnya jika makanan sudah habis dan terdapat kehadiran miselia dari tipe perjodohan yang berlawanan (dengan nucleus secara genetic berbeda), spesies Rhizopis ini bereproduksi secara seksual. Zigosporangia yang terbentuk resisten terhadap pembekuan dan pengeringan dan secara metabolis tidak aktif. Ketika kondisi membaik, zigosporangia melepaskan spora haploid yang secara genetic beragam yang kemudian akan mengkolonisasi subtract baru tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Beberapa zigomisetes sesungguhnya dapat mengarahkan sporanya. Salah satunya adalah Pilobolus, sejenis fungi yang menguraikan kotoran hewan. Pilobolus membengkokkan hifanya yang mengandung sporangium itu kea rah cahaya, arah di mana rumput-rumputan kemungkinan akan tumbuh. Keseluruhan sporangium itu kemudian pecah dari ujung hifa , kadang-kadang terpelanting dan mendarat sejauh 2 m. adaptasi ini menyebarkan spora menjauhi kumpulan kotoran tersebut dan pindah ke rumput-rumputan di sekitarnya, yang akan dimakan oleh herbivora seperti sapi. Siklus hidup aseksual ini selesai ketika hewan itu menebarkan spora dalam feses. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Divisi Askomikota: fungi kantung menghasilkan spora seksual dalam aski yang mirip kantung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lebih daro 60.000 spesies askomisetes, atau fungi kantung (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sacfungi&lt;/i&gt;), telah dideskripsikan dari berbagai habitat laut, air tawar, dan darat. Fungi kantung berfariasi dalam ukuran dan kompleksitas dari khamir uniseluler hingga ke fungi kecil berbintik daun sampai ke fungi mangkok rumit dan morel. Askomisetes meliputi beberapa pathogen tumbuhan yang paling merusak. Ada banyak fungi kantung yang merupakan saprobe yang penting, khususnya bagi bahan yang berasal dari tumbuhan. Sekitar seperuh dari spesies askomisetes hidup dengan alga dalam gabungan simbiotik yang disebut lichen. Beberapa askomisetes yang meliputi morel membentuk mikoriza dengan tumbuhan. Yang lain hidup pada daun dan permukaan sel mesofil di mana fungi tersebut membantu melindungi jaringan tumbuhan dari serangan serangga, yaitu dengan cara mengeluarkan senyawa beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ciri yang mendefinisikan askomikota adalah fungi ini menghasilkan spora seksual dalam aski (tunggal, askus) yang mirip kantung. Berbeda dengan fungi zigot, sebagian besar fungi kantung berbeda dengan fungi zigot sebagian besar fungi kantung mengandung tahapan seksual mereka dalam badan buah makroskopik, atau askokarpus. Askomisetes bereproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan spora aseksual dalam jumlah yang sangat besar, yang sering kali tersebar oleh angin. Spora aseksual ini dihasilkan pada ujung hifa seringkali dalam rantai yang panjang atau dalam kelompok. Spora tersebut tidak dibentuk dalam sporangia, seperti halnya pada zigomikota. Spora terbuka seperti konidia, dari bahasa Yunani yang berarti “debu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dibandingkan dengan zigomisetes, ascomisetes memiliki tahapan dikariotik yang lebih panjang yang dihubungkan dengan pembentukan askokarpus. Plasmogami akan menjadi hifa dikariotik, dan sel-sel pada ujung hifa ini menjadi aski. Di dalam aski, kariogami akan menggabungkan kedua genom induknya dan kemudian pembelahan meiosis membentuk askospora yang secara genetic beragam. Dalam banyak aski, delapan askospora tersusun dalam barisan yang berurutan. Kedelapan askospora itu terbentuk dalam sebuah zigot tunggal. Susunan ini memberikan kesempatan yang unik bagi para ahli genetika untuk mempelajari rekombinasi genetik. Perbedaan genetik antara miselia yang ditumbuhkan dari askospora yang diambil dari suatu askus memperlihatkan pindah silang dan perpasangan kromosom secara independen selama pembelahan meiosis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kapang dan khamir menunjukkan cara hidup unik yang berevolusi secara independen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" styl
